TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Cara Unik Putin Serang Balik Biden

Cara Unik Putin Serang Balik Biden

By Bagas F Sinaga
19 Maret 2021
714
0
Cara Unik Putin Serang Balik Biden

TIKTAK.ID – Presiden Rusia Vladimir Putin menjawab tudingan Presiden AS Joe Biden dengan mengatakan “it takes one to know one”, yaitu sebuah ungkapan sindiran dengan arti ‘yang menuduh tak lebih baik daripada yang dituduh’.

“Anda tahu saya ingat di masa kecil saya, ketika kami bertengkar di taman bermain, kami biasa berkata, ‘its take one to know one’,” katanya dalam komentar yang disiarkan di televisi Pemerintah, seperti yang dikutip dari BBC, Kamis (18/3/21).

“Dan itu bukan kebetulan, bukan hanya ucapan atau lelucon anak-anak. Ini memiliki makna psikologis yang dalam. Kita selalu melihat sifat kita sendiri pada orang lain dan sebenarnya menganggapnya seperti kita. Dan sebagai hasilnya, kita mengevaluasi tindakan [seseorang], dan memberikan penilaian. “

Sebelumnya dalam sebuah wawancara dengan ABC News Biden mengatakan bahwa Putin “akan membayar mahal” karena ikut campur dalam Pemilu AS 2020.

Biden juga menyatakan bahwa ia menganggap Putin sebagai “pembunuh”.

Atas semua tuduhan itu, Rusia memanggil pulang Duta Besarnya dan mengupayakan pembicaraan untuk mencegah terjadinya “kerusakan hubungan yang tak dapat diperbaiki lagi”.

Pemerintah Moskow mengatakan telah memanggil pulang Dubesnya untuk AS, Anatoly Antonov dari Washington karena hubungan dengan AS telah mencapai “jalan buntu”.

Tuduhan Biden itu disampaikan setelah menerima laporan intelijen Amerika yang menyatakan bahwa Putin campur tangan dalam kampanye pemilihan presiden AS pada November lalu.

Laporan itu menuduh Rusia berusaha memengaruhi pemilihan untuk mendukung mantan Presiden Republik Donald Trump, yang dikalahkan oleh Biden.

Juru Bicara Putin, Dmitry Peskov, sebelumnya juga membantah tuduhan Biden dengan mengatakan bahwa tuduhan AS terbaru tidak didukung dengan bukti dan akan merusak hubungan bilateral kedua negara.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat, Anatoly Antonov telah dipanggil ke Moskow untuk berkonsultasi guna menganalisis apa yang perlu dilakukan dalam konteks hubungan dengan Amerika Serikat”.

Kementerian itu menambahkan bahwa upaya itu adalah untuk “mencegah kemerosotan hubungan yang lebih parah”.

“Hal terpenting bagi kami adalah mengidentifikasi cara-cara memperbaiki hubungan Rusia-AS, yang telah melalui masa-masa sulit karena Washington, pada kenyataannya, membawa mereka ke jalan buntu,” katanya.

Sebelumnya, sebuah laporan intelijen AS yang dirilis pada Selasa kemarin oleh Direktur Intelijen Nasional, menyatakan bahwa ada “operasi pengaruh” yang dilakukan Rusia dan Iran pada Pemilu AS tahun lalu.

Laporan setebal 15 halaman itu mengatakan bahwa seseorang yang terkait dengan Rusia telah menyebarkan klaim tidak berdasar tentang Presiden Biden menjelang pemilihan 3 November lalu.

Intelijen juga mengatakan ada upaya kampanye disinformasi untuk merusak kepercayaan dalam proses pemilihan yang lebih luas.

Menurut laporan itu, beberapa orang yang terkait dengan intelijen Rusia juga mendorong narasi anti-Biden ke media, pejabat senior, dan sekutu Trump.

TagsAmerika SerikatBerita Dunia Hari IniJoe BidenKonflik AS-RusiaPresiden ASPresiden RusiaRusiaVladimir Putin

Related articles More from author

  • Kelompok ISIS Serang Penjara di Afghanistan
    Internasional

    Kelompok ISIS Serang Penjara di Afghanistan

    3 Agustus 2020
    By William Putra Wijaya
  • Taliban Ingatkan AS Konsekuensi Berat jika Dronenya Berkeliaran Ilegal di Afghanistan
    Internasional

    Taliban Ingatkan AS Konsekuensi Berat jika Dronenya Berkeliaran Ilegal di Afghanistan

    1 Oktober 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Militer Myanmar Tembak Mati 15 Demonstran Pro-Demokrasi
    Internasional

    Militer Myanmar Tembak Mati 15 Demonstran Pro-Demokrasi

    8 April 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Kebakaran Hebat di Australia Musnahkan 56 Rumah
    Internasional

    Kebakaran Hebat di Australia Musnahkan 56 Rumah

    3 Februari 2021
    By William Putra Wijaya
  • China Ancam Gunakan Kekuatan Milter jika Pelosi Berkunjung ke Taiwan
    Internasional

    China Ancam Gunakan Kekuatan Militer jika Pelosi Berkunjung ke Taiwan

    28 Juli 2022
    By William Putra Wijaya
  • China Minta AS Setop Sebar Informasi Bohong Soal Ukraina
    Internasional

    China Minta AS Setop Sebar Informasi Bohong Soal Ukraina

    21 Februari 2022
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Dituding Hina Putra Jokowi, Mahfud MD Dilaporkan ke Bawaslu
    Nasional

    Dituding Hina Putra Jokowi, Mahfud MD Dilaporkan ke Bawaslu

  • Trump Ancam Tarik Pasukan Amerika dari Saudi Jika Riyadh Tak Turuti Kemauannya Soal Pemangkasan Produksi Minyak
    Internasional

    Trump Ancam Tarik Pasukan Amerika dari Saudi Jika Riyadh Tak Turuti Kemauannya Soal Pemangkasan Produksi Minyak

  • Jokowi Tolak Saran Jusuf Kalla Tangani Corona dengan Lockdown, Ini Plus Minusnya
    Nasional

    Jokowi Tolak Saran Jusuf Kalla Tangani Corona dengan Lockdown, Ini Plus Minusnya

  • Mbappe Jadi Pemain Terkaya 2022, Gusur Messi dan Ronaldo
    Olahraga

    Mbappe Jadi Pemain Terkaya 2022, Gusur Messi dan Ronaldo

  • PDIP Tanggapi Agenda Gibran Jadi Pemateri di Retret Kepala Daerah
    Nasional

    PDIP Tanggapi Agenda Gibran Jadi Pemateri di Retret Kepala Daerah

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.