
TIKTAK.ID – Diketahui ada empat kandidat calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) baru yang mulai mencuat. Empat figur itu disebut-sebut berpotensi menduduki jabatan setingkat menteri tersebut.
Empat sosok itu adalah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atau BTP, Bambang Brodjonegoro, Tumiyana, dan Abdullah Azwar Anas.
Menanggapi kabar tersebut, Ketua Media Center Persaudaraan Alumni atau PA 212, Novel Bamukmin menilai Ahok bisa jadi akan terpilih dan menjadi Kepala Badan Otorita IKN baru di Kalimantan.
“Kalau memang benar Ahok jadi kandidat CEO di ibukota baru, bukan tidak mungkin Ahoklah yang akan terpilih, dan jabatannya sebagai Komisaris Utama Pertamina harus dilepas,” ujar Novel, dilansir Pojoksatu.id.
Baca juga: Presiden Jokowi Umumkan 4 Nama Calon Pimpinan Ibu Kota Baru, Selain Ahok Siapa Lagi?
Sekretaris Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) itu beranggapan peluang Ahok sangat besar karena memegang rahasia Jokowi.
“Diduga kuat ada rahasia Jokowi yang penting dipegang Ahok. Sehingga seorang yang sangat membuat gaduh, yang membuat pecah belah bangsa ini terus diposisikan dengan posisi yang tinggi,” kata Novel.
Novel sendiri mengatakan dirinya sangat menolak jika Ahok menjadi pimpinan di Ibu Kota baru nantinya. Menurutnya, negara ini bukan punya kelompok Ahok saja, sehingga tidak dibenarkan melakukan hal semena-mena.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










