
TIKTAK.ID – Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno blak-blakan terkait hubungan dan komunikasinya dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sandi mengaku sudah lama dirinya tidak berkomunikasi dengan Anies pascapilpres 2019. Sandi mengungkapkan selama ini ia berinteraksi secara formal dengan Anies.
“Gue terakhir ketemu sama dia di kawinan, terakhir WA-an bulan Juni 2019. Gila udah hampir 7 bulan enggak ngomong sama dia,” ungkap Sandi.
Meski begitu, Sandi mengaku ikut sedih saat melihat rekannya itu diterpa isu miring. Dengan raut wajah sedih, Sandi mengatakan senantiasa mendoakan Anies yang tengah diserang isu soal banjir Jakarta.
Seperti dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan video bersama Vasco Ruseimy, Sandi mengaku kasihan dengan nasib Anies. Lebih lanjut, saat Sandi masih menemani Anies memimpin Jakarta, ia mengatakan juga pernah mendapat bully-an karena banjir. Namun saat itu isu yang berkembang hanya sebatas pada Pilgub DKI Jakarta.
Baca juga: Tanggapi Guyonan Jokowi, Fadli Zon: Logis, Modal Politik Sandiaga Cukup Tinggi
Menurut Sandi, apa yang dialaminya itu tidak sebanding dengan apa yang dihadapi Anies. Sebab, yang dihadapi Anies sekarang adalah isu nasional.
“Waktu itu karena isunya hanya isu Pilgub DKI yang nge-bully orang-orang itu aja. Tapi sekarang kan karena dia sendiri, dan ada isu nasional, ditambah baru selesai Pilpres,” ujar Sandi.
Halaman selanjutnya…
Adam Humain adalah seorang pegiat dan pemerhati teknologi yang memiliki ketertarikan mendalam pada perkembangan ekosistem digital global dan lokal. Lewat tulisan-tulisannya, Adam mengulas berbagai topik hangat seputar inovasi teknologi, dinamika bisnis startup dan raksasa hulu (big tech), hingga profil serta pemikiran para tokoh pemrakarsa di balik revolusi industri 4.0.
Dengan pendekatan analitis namun tetap komunikatif, Adam berusaha menjembatani kompleksitas dunia teknologi agar mudah dipahami oleh publik awam, pelaku bisnis, maupun sesama antusias teknologi. Selain aktif mengamati tren AI, keamanan siber, dan ekonomi digital, ia kerap membagikan perspektifnya mengenai bagaimana teknologi membentuk lanskap sosial dan cara manusia berinteraksi di masa depan










