TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Tips & Tutorial
Home›Tips & Tutorial›Awal Mula Munculnya Kebiasaan Menghitung Kalori Makanan

Awal Mula Munculnya Kebiasaan Menghitung Kalori Makanan

By Hendra Setiawan
17 Mei 2021
1079
0
Awal Mula Munculnya Kebiasaan Menghitung Kalori Makanan

TIKTAK.ID – Saat mengonsumsi makanan, sebagian orang mulai menyadari pentingnya mengetahui: berapa seharusnya takaran ideal atau jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Namun terkadang, bila setiap kali ingin makan lantas merasa harus menghitung terlebih dahulu kalori yang mesti diserap tubuh, bisa jadi akan mengganggu nafsu atau selera makan.

Lalu, kapan sebenarnya awal mula munculnya perhatian terhadap kalori yang terkonsumsi dalam tubuh?

Sebagaimana dilansir CNN Indonesia mengutip dari Refinery29 bahwa istilah “kalori” pertama kali dipakai oleh dokter dan ahli kimia Prancis, Nicolas Clément pada 1820-an saat menyampaikan kuliah kepada murid-muridnya di Paris seputar mesin yang panas.

Istilah ini sekadar mentransfer definisinya guna mengukur energi pada makanan secara khusus saat diperkenalkan di Amerika tahun 1890-an oleh Wilbur Olin Atwater yang menapaki penelitian mendalam seputar membakar lantas mengukur kandungan kalori pada lebih dari 500 makanan.

Penelitian tersebut mengantarkan Atwater mampu menentukan jumlah rata-rata kalori dalam tiga sumber energi utama pada makanan: lemak, karbohidrat, dan protein. Dia mendapati bahwa lemak memuat sebesar 9 kalori per gram dan karbohidrat serta protein sebesar 4 kalori per gram. Lantas, metode 4-9-4, atau sistem Atwater, masih digunakan sebagai cara menentukan nilai kalori pada label makanan di masa sekarang.

Istilah “kalori” kian menarik perhatian orang semenjak dokter dan penulis Amerika Lulu Hunt Peters (yang dijuluki “Ratu Kalori”) mengarang buku diet terlaris berjudul “Diet and Health: With Key to the Calories” tahun 1918 seputar penghitungan kalori, serta diet secara lebih umum.

Semenjak itulah, kepopuleran konsumsi kalori eksplisit (dan pembatasan) sebagai langkah untuk menurunkan berat badan serta menjadi “lebih sehat” sudah surut. Pada tahun 1998, berkembang penggunaannya pada bagian kemasan makanan di Inggris.

Itulah yang mengawali tampilnya kandungan nutrisi sehingga kita dapat memilih dan memilah porsi yang tepat terhadap konsumsi pasta atau sebatang cokelat mengacu kalori yang tercantum pada kemasan sehingga menjadi kebiasaan baru.

Direktur Harley Therapy, dokter Sheri Jacobson menyampaikan kepada R29 bahwa sebagai manusia kita menghendaki segala sesuatu menjadi sesederhana mungkin. Misalnya, seperti aturan 10.000 langkah, terkesan menjadi “mudah’ bagi kita dalam menghitung kalori.

“Pikiran kita cenderung ke arah pendangan reduktif: semakin sederhana otak kita, semakin baik. Jadi kalau kita bisa mengurangi aturan diet menjadi sebuah pepatah, mudah bagi kita untuk mematuhinya,” terangnya.

Aspek numerik (angka-angka) utamanya dalam menghasilkan perhitungan yang imbang: menjadikannya konkret serta terukur, berbeda halnya dengan perasaan lapar atau kenyang yang jauh lebih amorf (acak, tak beraturan).

TagsKalori Makananmenghitung kaloriTips DietTips Kesehatan

Related articles More from author

  • Cegah Infeksi Ulang, Ganti Sikat Gigi Usai Sembuh dari Covid-19
    Tips & Tutorial

    Cegah Infeksi Ulang, Ganti Sikat Gigi Usai Sembuh dari Covid-19

    6 Agustus 2021
    By Hendra Setiawan
  • Waspadai Dampak Buruk Polusi Udara Bagi Kesehatan
    Tips & Tutorial

    Waspadai Dampak Buruk Polusi Udara Bagi Kesehatan

    23 Juni 2023
    By Hendra Setiawan
  • Kebiasaan Mengunyah Permen Karet dan 6 Manfaatnya Bagi Kesehatan
    Tips & Tutorial

    Kebiasaan Mengunyah Permen Karet dan 6 Manfaatnya Bagi Kesehatan

    14 Januari 2020
    By Hendra Setiawan
  • Ketahui Pertolongan Pertama pada Luka Bakar
    Tips & Tutorial

    Ketahui Pertolongan Pertama pada Luka Bakar

    7 Mei 2023
    By Hendra Setiawan
  • Lakukan Kebiasaan Baik ini Demi Kesehatan Mental
    Tips & Tutorial

    Lakukan Kebiasaan Baik ini Demi Kesehatan Mental

    22 Mei 2022
    By Hendra Setiawan
  • Agar Tak Salah Penanganan, Pahami Beda Nyeri Dada Antara Serangan Jantung dan Heartburn (Maag)
    Tips & Tutorial

    Agar Tak Salah Penanganan, Pahami Beda Nyeri Dada Antara Serangan Jantung dan Heartburn (Maag)

    19 Februari 2020
    By Hendra Setiawan

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Xiaomi Akan RIlis Mi 11 Harga 10 Juta
    Teknologi

    Xiaomi Akan RIlis Mi 11 Harga 10 Juta

  • Inilah 6 Jenis Ikan Bermerkuri Rendah yang Aman Dikonsumsi
    Tips & Tutorial

    Inilah 6 Jenis Ikan Bermerkuri Rendah yang Aman Dikonsumsi

  • Viral Wanita Pakai iPad untuk Piring Makan, Dokter: Lebih Jorok dari Dudukan WC
    Tips & TutorialViral

    Viral Wanita Pakai iPad untuk Piring Makan, Dokter: Lebih Jorok dari Dudukan WC

  • Ai.Type - Aplikasi Android Berbahaya Buatan Israel
    Teknologi

    Sebelum Bikin Bangkrut, Cepat Hapus Aplikasi Produk Israel Ini dari Ponselmu

  • Trump Kembali Kalah di Pengadilan Banding Pennsylvania
    Internasional

    Trump Kembali Kalah di Pengadilan Banding Pennsylvania

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.