TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Approval Rating Jokowi Tembus 79 Persen, Kok Bisa Setinggi itu?

Approval Rating Jokowi Tembus 79 Persen, Kok Bisa Setinggi itu?

By Joni Sitohang
29 Oktober 2024
411
0
Approval Rating Jokowi Tembus 79 Persen, Kok Bisa Setinggi itu?

TIKTAK.ID – Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani memaparkan alasan approval rating Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan skor yang tinggi, hingga 79 persen. Dia menyebut approval rating bukan hanya mengukur aspek yang rasional saja, tapi juga aspek psikologis.

“Jika ada yang tanya kenapa tinggi banget approval rating Pak Jokowi itu? Kira-kira aktivis tanya seperti itu. Sebab, approval rating itu mengukur bukan hanya aspek yang rasional, namun aspek psikologis juga dihitung di situ,” ujar Saiful dalam diskusi yang ditayangkan via YouTube SMRC TV, pada Sabtu (26/10/24), seperti dilansir Tempo.co.

Menurut Saiful, approval rating merupakan salah satu konsep yang kerap dipakai untuk melihat seberapa jauh kinerja petahana didukung oleh publik. Dia menjelaskan, approval rating menjadi semacam cara menyederhanakan hal-hal yang sangat rumit, mulai dari aspek politik, ekonomi, sosial, keamanan, sampai aspek penegakan hukum.

Baca juga : Apa Alasan Prabowo Terapkan Gaya Militer untuk Gembleng Menterinya?

“Itu ketajaman kita untuk menangkap dan menyederhanakan kerumitan,” tutur Saiful.

Tidak hanya aspek rasional, kata Saiful, di dalam approval rating juga ada aspek yang sifatnya psikologis. Dia mencontohkan, apakah publik suka dan tidak suka dengan Jokowi, atau senang dan tidak senang. Kemudian apakah komunikasinya bagus atau tidak, orangnya menyenangkan atau tidak, serta bagaimana cara dia berpidato, cara menyapa masyarakat, sampai cara tersenyum.

“Kompleksitas dari masalah itu ditangkap oleh masyarakat secara sederhana. Namun tangkapan masyarakat itu dianggap cukup mencerminkan situasi yang kompleks itu,” terang Saiful.

Baca juga : Ternyata Ada Menteri yang Hartanya Lampaui Prabowo, Capai Angka 2,6 Triliun

Saiful mengakui kalau di balik itu sebenarnya ada evaluasi yang sangat kompleks. Dia menilai tidak mungkin masyarakat tahu mengenai seluruh penilaian yang kompleks itu. Misalnya saat berbicara mengenai kondisi ekonomi, inflasi, pembangunan infrastruktur, kinerja KPK, dan penegak hukum. Dia menganggap masyarakat umum yang kurang berpendidikan tidak dapat menghitung semua itu secara detail.

“Padahal, orang yang betul-betul tak tahu sama sekali juga memilih. Itu masalahnya,” jelas Saiful.

Saiful pun menyatakan harus ada teknik untuk menangkap kira-kira bagaimana cara masyarakat dapat menilai kinerja Pemerintah itu, masyarakat seperti apa. Dia melanjutkan, untuk itulah ada aspek yang lebih psikologis, di samping rasional. Seperti ketika Jokowi bagi-bagi beras ke masyarakat. Walaupun, bagi-bagi beras tersebut tak sepenuhnya menanggulangi ekonomi masyarakat secara nyata.

Baca juga :NasDem Sayangkan Pernyataan Bahlil Soal Pertukaran Kursi Ketua MPR dengan Jatah Menteri Golkar

“Waktu itu dia memperoleh beras 1-2 liter, cukuplah untuk dua hari, tapi berikutnya bagaimana? Nah, (masyarakat) itu tidak begitu menilainya, masyarakat pokoknya, Pak Jokowi sudah datang ke kampung saya, sudah bagi-bagi kaos, sudah bagi-bagi uang,” ungkap Saiful.

TagsJokowiKPKSaiful MujaniSaiful Mujani Research Center

Related articles More from author

  • Jokowi Marah, Targetkan Wabah Virus Corona Harus Turun Akhir Mei 2020, Pakar Epidemiolog: Bisa Dicapai!
    Nasional

    Jokowi Marah, Targetkan Wabah Virus Corona Harus Turun Akhir Mei 2020, Pakar Epidemiolog: Bisa Dicapai!

    13 Mei 2020
    By Johan Arif
  • Jokowi Teken UU Ciptaker, Demokrat: Presiden Terbukti Gagal Dengar Aspirasi Rakyat
    Nasional

    Jokowi Teken UU Ciptaker, Demokrat: Presiden Terbukti Gagal Dengar Aspirasi Rakyat

    3 November 2020
    By Joni Sitohang
  • Soal Kandidat KSAD Baru, Jokowi Sebut Peluang Menantu Luhut
    Nasional

    Soal Kandidat KSAD Baru, Jokowi Sebut Peluang Menantu Luhut

    1 Desember 2023
    By Joni Sitohang
  • Jokowi Bertemu Presiden Timor Leste, Ingin Buka Rute Kapal ke Australia
    Nasional

    Jokowi Bertemu Presiden Timor Leste, Ingin Buka Rute Kapal ke Australia

    20 Juli 2022
    By Joni Sitohang
  • Istana Ungkap Surya Paloh yang Minta Bertemu Jokowi
    Nasional

    Istana Ungkap Surya Paloh yang Minta Bertemu Jokowi

    24 Februari 2024
    By Joni Sitohang
  • Menlu Iran ke Indonesia, Temui Menlu Retno dan Jokowi, Ada Apa?
    Nasional

    Menlu Iran ke Indonesia, Temui Menlu Retno dan Jokowi, Ada Apa?

    20 April 2021
    By Johan Arif

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Intens Temui Ketum Parpol, Jokowi Ngaku Bahas Krisis Global Hingga Pemilu 2024
    Nasional

    Intens Temui Ketum Parpol, Jokowi Ngaku Bahas Krisis Global Hingga Pemilu 2024

  • Ucapkan Selamat dan Doakan Prabowo, Putin Optimis Rusia-RI Terus Bekerja Sama
    Nasional

    Ucapkan Selamat dan Doakan Prabowo, Putin Optimis Rusia-RI Terus Bekerja Sama

  • Alejandro Giammattei dan Jaksa Agung Maria Porras
    Internasional

    Ribuan Orang Unjuk Rasa, Tuntut Lengser Jaksa Agung dan Presiden Guatemala

  • Krisis Akibat Covid-19, Barcelona Umumkan Rugi Rp1,68 triliun
    Olahraga

    Krisis Akibat Covid-19, Barcelona Umumkan Rugi Rp1,68 triliun

  • Mengenal Zaha, Kapten Crystal Palace yang Kalahkan Manchester United
    Olahraga

    Mengenal Zaha, Kapten Crystal Palace yang Kalahkan Manchester United

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.