TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Amien Rais Jelaskan Beda Pemerintahan Jokowi dan Era SBY

Amien Rais Jelaskan Beda Pemerintahan Jokowi dan Era SBY

By Joni Sitohang
9 Oktober 2021
434
0
Amien Rais Jelaskan Beda Pemerintahan Jokowi dan Era SBY

TIKTAK.ID – Politikus senior Amien Rais mengungkapkan pendapatnya mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia, 23 tahun pascagerakan Reformasi terjadi. Amien menilai demokrasi di Indonesia bergerak ke arah yang lebih berbahaya, ketimbang era sebelumnya. Amien menyampaikan hal itu melalui video wawancara yang diunggah di kanal Youtube Karni Ilyas Club, pada Jumat (8/10/21).

“Jadi ada democratic backsliding, ini bukan fenomena di Indonesia saja, melainkan juga fenomena di negara lain juga. Artinya, demokrasi yang meluncur ke bawah, yakni ke arah kubangan otoritarianisme,” ujar pendiri Partai Ummat tersebut, seperti dilansir Sindonews.com.

Menurut Amien, terdapat upaya sistematik untuk membonsai, bahkan mengubur demokrasi. Amien pun menyodorkan salah satu fakta, yaitu besarnya kekuasaan eksekutif yang mampu mendikte legislatif.

Baca juga : Profesor Singapura: Jokowi Pemimpin Negara Jenius Kalahkan Joe Biden

“Bayangkan eksekutif dapat berbuat apa saja dan diamini oleh DPR, MPR, dan DPD. Jadi, saya mengatakan bedanya kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekarang, kalau SBY dulu slogannya Bersama Kita Bisa. Tapi kalau sekarang ini, Apa Saja Kita Bisa,” tutur eks Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Kemudian tokoh Reformasi tersebut mengklaim bahwa sangat sulit untuk menahan laju demokrasi menuju ke arah sesuatu yang sangat berbahaya itu. Pasalnya, kata Amien, koalisi politik sangat kuat dan didukung dana yang tidak terbatas.

“Tidak ada lagi yang mampu menahan kereta besi politik yang sangat kuat ini dan dananya tidak terbatas,” tutur Amien.

Baca juga : Nasdem Respons Usulan Fadli Zon Bubarkan Densus 88

Untuk diketahui, bukan kali ini saja Amien mengkritik Pemerintahan Jokowi. Sebelumnya, Amien sempat memberi peringatan kepada Jokowi agar tidak mengakhiri periode kepemimpinannya dengan kurang elegan. Dia mengatakan hal itu lewat acara “Merawat Reformasi” yang ditayangkan di akun YouTube Amien Rais seperti dilihat, Jumat (21/5/21).

Saat itu, Amien juga membandingkan proses Reformasi 23 tahun lalu dengan kondisi saat ini. Amien mengaku kondisi sekarang jauh lebih genting.

“Korupsi, kolusi, nepotisme sekarang ini menurut saya lebih gawat. Korupsinya masih luar biasa, malah kemampuan KPK dipreteli. Kemudian kolusi juga penguasa-penguasa itu sudah menjadi sangat kuat, bahkan pengusaha yang mendikte penguasa, bisnis mendikte politik. Nepotismenya pun tidak ketulungan. Anak Pak Jokowi jadi Wali Kota, tanpa ada resistensi, dan menantunya juga, luar biasa,” ucap Amien, mengutip detik.com.

TIKTAK.ID – Politikus senior Amien Rais mengungkapkan pendapatnya mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia, 23 tahun pascagerakan Reformasi terjadi. Amien menilai demokrasi di Indonesia bergerak ke arah yang lebih berbahaya, ketimbang era sebelumnya. Amien menyampaikan hal itu melalui video wawancara yang diunggah di kanal Youtube Karni Ilyas Club, pada Jumat (8/10/21).

“Jadi ada democratic backsliding, ini bukan fenomena di Indonesia saja, melainkan juga fenomena di negara lain juga. Artinya, demokrasi yang meluncur ke bawah, yakni ke arah kubangan otoritarianisme,” ujar pendiri Partai Ummat tersebut, seperti dilansir Sindonews.com.

Menurut Amien, terdapat upaya sistematik untuk membonsai, bahkan mengubur demokrasi. Amien pun menyodorkan salah satu fakta, yaitu besarnya kekuasaan eksekutif yang mampu mendikte legislatif.

Baca juga : Profesor Singapura: Jokowi Pemimpin Negara Jenius Kalahkan Joe Biden

“Bayangkan eksekutif dapat berbuat apa saja dan diamini oleh DPR, MPR, dan DPD. Jadi, saya mengatakan bedanya kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekarang, kalau SBY dulu slogannya Bersama Kita Bisa. Tapi kalau sekarang ini, Apa Saja Kita Bisa,” tutur eks Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Kemudian tokoh Reformasi tersebut mengklaim bahwa sangat sulit untuk menahan laju demokrasi menuju ke arah sesuatu yang sangat berbahaya itu. Pasalnya, kata Amien, koalisi politik sangat kuat dan didukung dana yang tidak terbatas.

“Tidak ada lagi yang mampu menahan kereta besi politik yang sangat kuat ini dan dananya tidak terbatas,” tutur Amien.

Baca juga : Nasdem Respons Usulan Fadli Zon Bubarkan Densus 88

Untuk diketahui, bukan kali ini saja Amien mengkritik Pemerintahan Jokowi. Sebelumnya, Amien sempat memberi peringatan kepada Jokowi agar tidak mengakhiri periode kepemimpinannya dengan kurang elegan. Dia mengatakan hal itu lewat acara “Merawat Reformasi” yang ditayangkan di akun YouTube Amien Rais seperti dilihat, Jumat (21/5/21).

Saat itu, Amien juga membandingkan proses Reformasi 23 tahun lalu dengan kondisi saat ini. Amien mengaku kondisi sekarang jauh lebih genting.

“Korupsi, kolusi, nepotisme sekarang ini menurut saya lebih gawat. Korupsinya masih luar biasa, malah kemampuan KPK dipreteli. Kemudian kolusi juga penguasa-penguasa itu sudah menjadi sangat kuat, bahkan pengusaha yang mendikte penguasa, bisnis mendikte politik. Nepotismenya pun tidak ketulungan. Anak Pak Jokowi jadi Wali Kota, tanpa ada resistensi, dan menantunya juga, luar biasa,” ucap Amien, mengutip detik.com.

Tagsamien raisJokowiSBY

Related articles More from author

  • Jokowi Bentuk Satgas Percepatan Investasi, Apa Saja Tugasnya?
    Nasional

    Jokowi Bentuk Satgas Percepatan Investasi, Apa Saja Tugasnya?

    29 Mei 2021
    By Johan Arif
  • Hadapi China Soal Natuna, AHY Minta Pemerintah Gunakan Kebijakan Warisan SBY
    Nasional

    Hadapi China Soal Natuna, AHY Minta Pemerintah Gunakan Kebijakan Warisan SBY

    6 Januari 2020
    By
  • Surya Paloh dan Sohibul Iman
    Nasional

    Ketimbang Main Dua Kaki, Nasdem Diminta Tarik Menterinya dari Kabinet

    11 November 2019
    By Adam Humain
  • Tapi kalo masalah nya kaya gini kalo nggak dicopot malah bisa jadi bikin TNI jadi pembelot... https://www.tiktak.id/jenderal-gatot-nurmantyo-beberkan-penyebab-dirinya-dicopot-jokowi-dari-jabatan-panglima-tni.html
    Nasional

    Pencalonan Keponakan SBY Dikaitkan Dinasti Politik, Demokrat: Itu Permainan Lama

    25 September 2020
    By Joni Sitohang
  • Rela Pasang Badan untuk Jokowi, Megawati Dinilai Tak Siap Berdemokrasi
    Nasional

    Rela Pasang Badan untuk Jokowi, Megawati Dinilai Tak Siap Berdemokrasi

    21 Agustus 2021
    By Joni Sitohang
  • Jokowi dan Ma'ruf Amin Bahas Reshuffle Kabinet
    Nasional

    Jokowi dan Ma’ruf Amin Bahas Reshuffle Kabinet

    14 April 2021
    By Johan Arif

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • TIKTAK.ID - Renault Triber Low MPV Terbaru Eropa
    Teknologi

    Misteri Harga Renault Triber, Low MPV Terbaru Eropa ini Akhirnya Terungkap

  • Putri Floyd Mayweather Terancam 99 Tahun Penjara Akibat Kasus Penusukan
    Selebriti

    Putri Floyd Mayweather Terancam 99 Tahun Penjara Akibat Kasus Penusukan

  • PPP Klaim Sandiaga Sudah Direstui Pindah PPP, Gerindra: Prabowo Belum Beri Izin
    Nasional

    PPP Klaim Sandiaga Sudah Direstui Pindah PPP, Gerindra: Prabowo Belum Beri Izin

  • AS dan NATO Mulai Berkemas, Siap Hengkang dari Afghanistan?
    Internasional

    AS dan NATO Mulai Berkemas, Siap Hengkang dari Afghanistan?

  • Yaqut Minta Doa Semua Agama Dibacakan dalam Setiap Kegiatan Kemenag
    Nasional

    Yaqut Minta Doa Semua Agama Dibacakan dalam Setiap Kegiatan Kemenag

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.