TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Aksi Teror Wina Picu Meningkatnya Islamofobia

Aksi Teror Wina Picu Meningkatnya Islamofobia

By Bagas F Sinaga
24 November 2020
483
0
Aksi Teror Wina Picu Meningkatnya Islamofobia

TIKTAK.ID – Sejak teror yang terjadi di Wina, Austria, rasisme anti-Muslim di negara itu terus meningkat, kata salah satu pendiri dan presiden Dokustelle, sebuah organisasi yang mendukung para korban Islamofobia, Elif Adam.

“Kami mendengar tuduhan, penghinaan dan fitnah. Intimidasi dan serangan verbal di jalan. Kami telah mendengar tentang guru yang menghina siswanya sehari setelah penyerangan, mereka mengatakan hal-hal seperti ‘S *** Muslim’ di kelas. Seorang wanita dipukul di dadanya. Yang lainnya diludahi,” kata Adam, seperti yang dikutip dari Al Jazeera, Kamis (19/11/20).

Seperti yang banyak dikabarkan di media, pada awal bulan ini, sejumlah orang melepaskan tembakan membabi-buta di pusat keramaian di Wina. Empat orang tewas dan 20 orang lainnya terluka akibat teror itu. Satu pelaku yang ditembak mati aparat disebut sebagai anggota kelompok terorisme Islam.

Setelah serangan itu, Kanselir Austria Sebastian Kurz berkata, “Musuh kami, ekstremisme Islam, yang diarahkan terhadap semua nilai dan konstitusi kami, tidak hanya ingin menyebabkan kematian dan penderitaan -ia juga ingin memecah-belah masyarakat kami, dan kami tidak akan biarkan ini terjadi.”

Pada 11 November, dia mengumumkan bahwa Austria melarang “Islam politik”.

Salah satu kasus yang paling serius, kata Adam adalah ketika seorang ibu diserang secara verbal di ruang tunggu rumah sakit, sementara putrinya yang berusia 12 tahun ada di dekatnya. Seorang pria menunjuk ke arah mereka dan membuat gerakan yang kejam. “Kalian semua harus dibunuh,” katanya.

Sang ibu memberi tahu polisi dan menelepon Adam sesudahnya.

“Dia ingin tahu apakah mengajukan keluhan itu berlebihan. Saya mendorong orang itu dan mencoba memberdayakan mereka.”

Dia menggambarkan rencana Kurz sebagai gerakan populis, dan dia berencana, dengan perwakilan kelompok masyarakat sipil lainnya, untuk meminta Pemerintah memastikan hak asasi manusia dan supremasi hukum ditegakkan.

Menanggapi pernyataan Kurz, Nadim Mazarweh, yang bekerja sebagai pakar ekstremisme dan deradikalisasi di Komunitas Agama Islam di Austria (IGGÖ), mengatakan rencana Pemerintah itu adalah keputusan yang terburu-buru.

“Dan saya pikir itu sangat berkaitan dengan fakta bahwa tentu saja juga telah terjadi diskusi internasional bahwa Pemerintah dan Kantor Perlindungan Konstitusi dan Penanggulangan Terorisme (BTV) telah gagal selama ini,” kata Nadim.

Rincian lebih lanjut atas serangan tersebut, terungkap bahwa penyerang telah diklasifikasikan sebagai seorang yang berbahaya oleh BVT, dua minggu sebelum penyerangan, setelah pelaku gagal membeli amunisi di Slovakia, namun informasi itu terlambat ditambahkan ke database.

“Pembunuh itu bisa dan seharusnya ditangkap sebelumnya,” kata Nadim, menambahkan bahwa alih-alih menyelidiki mengapa penangkapan itu tidak terjadi, Pemerintah malah sedang memberikan paket tindakan melawan “teror” dan “politik Islam”.

“Saya terkejut dengan formulasi yang benar-benar tanpa tujuan ini. Istilah ‘Islam politik’ sama sekali tidak berguna dan ditolak oleh para ahli. Ini seperti berbicara tentang politik Kristen atau politik Hindu,” kata Nadim.

Bagi komunitas Muslim, retorika seperti itu membuat orang merasa otomatis dicurigai.

Saat ini, antara 700.000 dan 800.000 Muslim tinggal di Austria, yaitu sekitar 8 persen dari populasi di negara itu.

TagsAksi TerorAnti-MuslimAustriaElif AdamIslamofobiaRasismeWina

Related articles More from author

  • TIKTAK.ID - Bertemu Lembaga Persahabatan Ormas Islam, Mahfud Soroti Khilafah dan Islamofobia
    Nasional

    Bertemu Lembaga Persahabatan Ormas Islam, Mahfud Soroti Khilafah dan Islamofobia

    3 Januari 2020
    By Burhan Adiatma
  • KBRI Manila Terima 4 WNI Korban Sandera Kelompok Abu Sayyaf
    Internasional

    KBRI Manila Terima 4 WNI Korban Sandera Kelompok Abu Sayyaf

    25 Maret 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Polisi Denmark Ringkus 13 Orang Perencana Aksi Teror yang Diduga Berafiliasi dengan ISIS
    Internasional

    Polisi Denmark Ringkus 13 Orang Perencana Aksi Teror yang Diduga Berafiliasi dengan ISIS

    15 Februari 2021
    By William Putra Wijaya
  • Laporan 9/11 AS Bakal Ungkap Peran Kerajaan Saudi
    Internasional

    Laporan 9/11 AS Bakal Ungkap Peran Kerajaan Saudi

    11 September 2021
    By William Putra Wijaya
  • Polisi Prancis Tangkap 5 Perempuan Perencana Aksi Teror
    Internasional

    Polisi Prancis Tangkap 5 Perempuan Perencana Aksi Teror

    5 April 2021
    By Bagas F Sinaga
  • BIN: Kaum Milenial Rawan Jadi Target Utama Rekrutmen Kelompok Teroris
    Nasional

    BIN: Kaum Milenial Rawan Jadi Target Utama Rekrutmen Kelompok Teroris

    5 April 2021
    By Johan Arif

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Kala Jokowi Curhat di Depan Ulama Soal Besaran Subsidi BBM: Negara Mana Pun Nggak Akan Kuat
    Nasional

    Kala Jokowi Curhat di Depan Ulama Soal Besaran Subsidi BBM: Negara Mana Pun Nggak Akan Kuat

  • TIKTAK.ID - Apa Kaitan Mitos Rabu Pon bagi Presiden Jokowi dengan Reshuffle Kabinet?
    Nasional

    Apa Kaitan Mitos Rabu Pon bagi Presiden Jokowi dengan Reshuffle Kabinet?

  • Densus 88 Ungkap Ada 20 Ribu Kotak Amal Penyumbang Teroris
    Nasional

    Densus 88 Ungkap Ada 20 Ribu Kotak Amal Penyumbang Teroris

  • Film Dokumenter ‘Dirty Vote’ Jadi Perbincangan, Begini Respons 3 Kubu Capres-Cawapres 2024
    Nasional

    Film Dokumenter ‘Dirty Vote’ Jadi Perbincangan, Begini Respons 3 Kubu Capres-Cawapres 2024

  • Begini Cara Manfaatkan Beragam Menu Google Classroom ini Saat Sekolah dari Rumah
    Teknologi

    Begini Cara Manfaatkan Beragam Menu Google Classroom ini Saat Sekolah dari Rumah

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.