TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Ahmad Ali Minta Kader PSI Jadikan Bali ‘Kandang’ Gajah

Ahmad Ali Minta Kader PSI Jadikan Bali ‘Kandang’ Gajah

By Joni Sitohang
5 Februari 2026
1
0
Ahmad Ali Minta Kader PSI Jadikan Bali ‘Kandang’ Gajah

TIKTAK.ID – Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali meminta kader PSI di Bali untuk menjadikan Pulau Dewata sebagai “kandang” gajah dan simbol kekuatan partai, dengan cara memperkuat dan merawat budaya lokal yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

Ahmad Ali menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Bali yang diselenggarakan di The Trans Resort Bali, Badung, Bali, pada Sabtu (24/1/26). Ahmad Ali mengatakan kehadiran PSI di Bali tak boleh mengubah jati diri budaya setempat.

“Bali dikenal dunia bukan karena sumber daya alamnya, melainkan karena budayanya, sehingga kehadiran PSI di Bali harus (mampu) memperkuat budaya lokal, bukan mengubahnya,” ungkap Ahmad Ali di hadapan ratusan kader PSI Bali, pada Sabtu, seperti dilansir Kompas.com.

Baca juga : Dedi Mulyadi Beberkan Alih Fungsi Lahan di Lokasi Longsor Cisarua

Namun Ahmad Ali tidak menampik kalau Bali selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi yang sulit bagi partai politik untuk merebut kursi perwakilan di parlemen. Akan tetapi, dia menyebut tantangan itu justru harus dijawab dengan pendekatan kultural yang tepat.

Ahmad Ali menyatakan PSI tidak punya keinginan menjadikan Bali sebagai provinsi yang kaya sumber daya alam melalui eksploitasi. Sebaliknya, kata Ahmad Ali, PSI ingin memastikan nilai-nilai budaya Bali bisa tetap terjaga dan menjadi kekuatan utama dalam pembangunan.

“Jangan pernah berpikir kehadiran PSI di Bali untuk mengubah. Justru budaya Bali yang harus dijaga. Sebab, itulah yang membuat Bali dikenal kuat, bahkan di tingkat internasional,” tutur Ahmad Ali.

Baca juga : KPK Ungkap Alasan Cecar Dito Ariotedjo Soal Kunker Jokowi di Kasus Kuota Haji

Ahmad Ali lantas mengingatkan kader PSI supaya tidak merasa paling mengetahui adat istiadat Bali. Dia turut menekankan pentingnya sikap rendah hati dan kemauan untuk belajar dari para pemuka adat dan tokoh agama Hindu.

“Ketika Saudara lelah menjalankan tugas, jangan pernah merasa paling tahu soal adat istiadat. Bertanyalah kepada para tokoh masyarakat, dan jadikan mereka guru tempat bertanya. Ketika (seseorang) merasa paling tahu, maka di situlah kesombongan muncul dan komunikasi jadi rusak,” terang Ahmad Ali.

Menurut Ahmad Ali, kesalahpahaman terhadap adat istiadat berpotensi memicu persoalan sosial, termasuk menjadi sasaran perundungan di media sosial. Untuk itu, dia meminta kader PSI di Bali menjaga sikap dan merawat kebudayaan, agar diterima sebagai bagian dari masyarakat.

TagsAhmad AliPSIPSI Bali

Related articles More from author

  • PSI: Ganjar-Prabowo Belum Tentu Rival, Siapa Tahu Jadi Duet
    Nasional

    PSI: Ganjar-Prabowo Belum Tentu Rival, Siapa Tahu Jadi Duet

    8 Agustus 2023
    By Joni Sitohang
  • PKS Sebut Pemerintah Tak Siap Pindah ke Ibu Kota Baru, Kok Bisa? TIKTAK.ID - Anggota panitia khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ecky Awal Mucharam menyatakan bahwa Pemerintah masih belum siap dengan skema pemindahan IKN. Sebab, Ecky menyebut Pemerintah tidak memberikan gambaran meyakinkan kalau IKN memang layak untuk dipindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. "Saat membahas rencananya seperti apa, master plan-nya seperti apa, itu tidak terjawab. Bahkan terkesan masih belum siap," ungkap Ecky di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/1/22), seperti dilansir Republika.co.id. Kemudian Ecky mengatakan RUU IKN berpotensi melanggar Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dia menjelaskan, hal itu karena pemerintah daerah khusus IKN bakal setingkat kementerian dan selanjutnya disebut sebagai Otorita IKN. "Naskah awal RUU ini berpotensi bertentangan dengan UUD 1945, konstitusi kita, karena memang sejak awal RUU ini ingin pemerintahan ibu kota otorita," tegas Ecky. Ecky mengklaim Indonesia tidak mengenal konsep otorita dan hal itu juga tak tercantum dalam UUD 1945. Terutama, kata Ecky, dalam Pasal 18 yang menyebut Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan provinsi dibagi atas beberapa kabupaten/kota. "Semua berkutat pada otorita saja, dan Pemerintah tetap tidak mau mundur terkait otorita. Padahal hal itu tidak ada dalam nomenklatur Pasal 18 UUD 1945," jelas Ecky. Selain itu, Ecky mengaku tidak yakin jika pemindahan dan pembangunan IKN tidak akan membebani keuangan negara. Dia menerangkan, dalam RUU IKN tak dijelaskan berapa persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang akan dialolasikan untuk IKN. "Berbahaya dari sisi peruntukan anggaran, yang harusnya untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), malah dialihkan untuk anggaran pembangunan ibu kota," ucap Ecky. Di sisi lain, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa mengapresiasi pengesahan RUU IKN menjadi Undang-Undang. Meski begitu, dia menganggap pengesahan itu tidak serta-merta membuat pemindahan IKN bisa langsung dilakukan. Suharso memaparkan, pemindahan dan pembangunan IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, bakal dilakukan secara bertahap. Dia juga menjamin proses pelaksanaannya akan memperhatikan kesinambungan fiskal dan skema pendanaan.
    Nasional

    Giring Unggah Lirik Oktober Bakal Ada yang Tumbang, Sindir Anies?

    21 Januari 2022
    By Joni Sitohang
  • PSI Tuding Relawan Anies Baswedan Punya Hubungan dengan Pengeroyok Ade Armando
    Nasional

    PSI Tuding Relawan Anies Baswedan Punya Hubungan dengan Pengeroyok Ade Armando

    15 April 2022
    By Joni Sitohang
  • PSI Ajak Partai Politik dan Masyarakat Jegal Anies Maju Pilpres 2024
    Nasional

    PSI Ajak Partai Politik dan Masyarakat Jegal Anies Maju Pilpres 2024

    26 Februari 2020
    By Johan Arif
  • Mantan Koleganya Dituding 'Antek Yaman', Grace Natalie: Saya Bersaksi Tsamara Bukan Kadrun
    Nasional

    Mantan Koleganya Dituding ‘Antek Yaman’, Grace Natalie: Saya Bersaksi Tsamara Bukan Kadrun

    30 April 2022
    By Joni Sitohang
  • Kaesang Terang-terangan Sebut PSI Ingin Jatah Satu Menteri Prabowo
    Nasional

    Kaesang Terang-terangan Sebut PSI Ingin Jatah Satu Menteri Prabowo

    3 Mei 2024
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Kenali Bahaya Gas Air Mata seperti yang Ditembakkan di Stadion Kanjuruhan
    Nasional

    Kenali Bahaya Gas Air Mata seperti yang Ditembakkan di Stadion Kanjuruhan

  • Tak Hadir Munajat Kubro 212, Surat Habib Rizieq Dibacakan Panitia
    Nasional

    Tak Hadir Munajat Kubro 212, Surat Habib Rizieq Dibacakan Panitia

  • Sidang Kabinet Perdana di IKN Bakal Bahas Transisi Kepemimpinan Jokowi ke Prabowo
    Nasional

    Sidang Kabinet Perdana di IKN Bakal Bahas Transisi Kepemimpinan Jokowi ke Prabowo

  • Ustaz Abdul Somad Nikahi Gadis 19 Tahun, Resepsi Digelar di Gontor
    Nasional

    Ustaz Abdul Somad Nikahi Gadis 19 Tahun, Resepsi Digelar di Gontor

  • Inggris Sanksi Chelsea, Klopp Sebut Putin 'Biang Kerok'
    Olahraga

    Inggris Sanksi Chelsea, Klopp Sebut Putin ‘Biang Kerok’

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.