Ahmad Ali Minta Kader PSI Jadikan Bali ‘Kandang’ Gajah

TIKTAK.ID – Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali meminta kader PSI di Bali untuk menjadikan Pulau Dewata sebagai “kandang” gajah dan simbol kekuatan partai, dengan cara memperkuat dan merawat budaya lokal yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Ahmad Ali menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Bali yang diselenggarakan di The Trans Resort Bali, Badung, Bali, pada Sabtu (24/1/26). Ahmad Ali mengatakan kehadiran PSI di Bali tak boleh mengubah jati diri budaya setempat.
“Bali dikenal dunia bukan karena sumber daya alamnya, melainkan karena budayanya, sehingga kehadiran PSI di Bali harus (mampu) memperkuat budaya lokal, bukan mengubahnya,” ungkap Ahmad Ali di hadapan ratusan kader PSI Bali, pada Sabtu, seperti dilansir Kompas.com.
Baca juga : Dedi Mulyadi Beberkan Alih Fungsi Lahan di Lokasi Longsor Cisarua
Namun Ahmad Ali tidak menampik kalau Bali selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi yang sulit bagi partai politik untuk merebut kursi perwakilan di parlemen. Akan tetapi, dia menyebut tantangan itu justru harus dijawab dengan pendekatan kultural yang tepat.
Ahmad Ali menyatakan PSI tidak punya keinginan menjadikan Bali sebagai provinsi yang kaya sumber daya alam melalui eksploitasi. Sebaliknya, kata Ahmad Ali, PSI ingin memastikan nilai-nilai budaya Bali bisa tetap terjaga dan menjadi kekuatan utama dalam pembangunan.
“Jangan pernah berpikir kehadiran PSI di Bali untuk mengubah. Justru budaya Bali yang harus dijaga. Sebab, itulah yang membuat Bali dikenal kuat, bahkan di tingkat internasional,” tutur Ahmad Ali.
Baca juga : KPK Ungkap Alasan Cecar Dito Ariotedjo Soal Kunker Jokowi di Kasus Kuota Haji
Ahmad Ali lantas mengingatkan kader PSI supaya tidak merasa paling mengetahui adat istiadat Bali. Dia turut menekankan pentingnya sikap rendah hati dan kemauan untuk belajar dari para pemuka adat dan tokoh agama Hindu.
“Ketika Saudara lelah menjalankan tugas, jangan pernah merasa paling tahu soal adat istiadat. Bertanyalah kepada para tokoh masyarakat, dan jadikan mereka guru tempat bertanya. Ketika (seseorang) merasa paling tahu, maka di situlah kesombongan muncul dan komunikasi jadi rusak,” terang Ahmad Ali.
Menurut Ahmad Ali, kesalahpahaman terhadap adat istiadat berpotensi memicu persoalan sosial, termasuk menjadi sasaran perundungan di media sosial. Untuk itu, dia meminta kader PSI di Bali menjaga sikap dan merawat kebudayaan, agar diterima sebagai bagian dari masyarakat.










