
Senyum Bahlil Usai Ditelepon Prabowo di Tengah Pidato Gubernur Maluku
Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Bahlil Lahadalia mendadak menerima panggilan telepon dari Presiden Prabowo Subianto. Kejadian itu berlangsung saat ia duduk menyimak pidato Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam acara pelantikan pengurus DPD Partai Golkar periode 2025-2030 di Maluku, Sabtu (7/11).
Panggilan dari kepala negara tersebut datang justru ketika nama Bahlil sedang jadi sorotan. Pasalnya, beredar isu yang menuduhnya ikut hadir dalam pertemuan sejumlah petinggi partai politik selama tiga jam, sebelum empat jenderal polisi ditangkap terkait dugaan penyadapan terhadap Prabowo.
Momen Telepon dari Prabowo
Saat acara berjalan, Bahlil tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya. Ia kemudian menyampaikan kepada hadirin bahwa ia harus menjawab telepon dari Presiden.
“Saya keluar sebentar, Pak Presiden telepon,” ucap Bahlil di lokasi, Sabtu (7/11).
Pidato Gubernur Maluku sempat terhenti sejenak. Hendrik Lewerissa beserta seluruh peserta acara menunggu Bahlil kembali masuk ke ruangan.
Tidak berapa lama, Bahlil tampak kembali duduk dengan wajah tersenyum. Pidato Hendrik pun melanjutkan sambungannya.
“Kalau pak ketua masuk dengan wajah tersenyum, maka barang mantap semua,” kata Hendrik disambut tawa dan tepuk tangan meriah dari para peserta.
Bahlil kemudian mengungkapkan isi panggilan tersebut secara singkat. Menurutnya, Prabowo hanya menitipkan salam hormat kepada Hendrik Lewerissa, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Gerindra Maluku.
Bahlil Bantah Terlibat Kasus Penyadapan
Di balik momen kekeluargaan itu, Bahlil sebenarnya tengah menghadapi tuduhan yang membuatnya keheranan. Ia mengaku kaget ada pihak yang menuduh dirinya terlibat dalam pertemuan petinggi parpol selama tiga jam sebelum empat jenderal polisi dibekuk dalam kasus penyadapan terhadap presiden.
Bahlil menegaskan tuduhan itu tidak benar. Ia mempertanyakan logika bagaimana dirinya bisa dituduh ikut dalam kelompok yang menyadap Prabowo, padahal nomor teleponnya sendiri ikut tersadap.
“Gimana saya ikut penyadapan Presiden, saya saja disadap,” ujarnya saat berpidato di acara pelantikan pengurus DPD Golkar Maluku tersebut.
Dukung Penyelidikan Bareskrim
Meski membantah keterlibatan, Bahlil memastikan dirinya mendukung penuh langkah Bareskrim Polri untuk mengusut kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo hingga tuntas.
Ia berharap proses hukum yang berjalan benar-benar menyeluruh dan terbuka. Menurutnya, penyelidikan atas penyadapan terhadap kepala negara, pejabat lain, hingga masyarakat umum harus dikerjakan aparat penegak hukum secara tuntas dan transparan agar semuanya menjadi terang benderang.
Demokrasi Harus Bermartabat
Mengenai maraknya tuduhan yang beredar, Bahlil mengaku heran. Dalam kondisi seperti sekarang, ia menilai masih ada kelompok yang sengaja memanfaatkan ruang demokrasi untuk kepentingan tertentu.
Baginya, demokrasi memang penting, tetapi harus dijaga sebagai demokrasi yang bermartabat. Ia menekankan bahwa kebebasan berpendapat tidak boleh dipakai untuk menyampaikan hal-hal yang tidak benar, sebab perbuatan semacam itu tergolong fitnah.
“Silakan kalau benar, enggak apa-apa. Karena itu, kita akan minta polisi melakukan pengusutan,” imbuhnya.
Bahlil menutup penjelasannya dengan menyayangkan perilaku sejumlah pihak yang menyebarkan informasi buatan. Menurutnya, kabar yang dibuat-buat dan tak jelas asal-usulnya itu langsung menunjuk dirinya sebagai bagian dari kelompok yang terlibat, tanpa dasar yang jelas.
Sebagai informasi, dinamika politik terkini memang sedang dipanaskan kasus penyadapan yang melibatkan sejumlah jenderal bintang tiga. Kabar politik lain seputar dinamika hubungan Prabowo dengan parpol dan aktivitas Partai Golkar juga terus berkembang dan layak disimak.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










