
Zulhas Buka 3 Strategi Pemerintah Genjot Swasembada-Tekan Impor Pangan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkap fakta bahwa Indonesia hingga kini masih sangat bergantung pada pangan impor. Ketergantungan ini menjadi dasar mengapa pemerintah menjadikan swasembada pangan sebagai kebijakan utama.
Data Impor Pangan Indonesia 2024
Menurut Zulhas, sepanjang tahun 2024 Indonesia masih mengandalkan impor untuk sejumlah komoditas pokok. Angkanya tidak kecil: beras sebanyak 4,5 juta ton, gandum hingga 13 juta ton, kedelai 4 juta ton, serta garam 4 juta ton.
“Kebutuhan pangan kita hampir semuanya masih bersandar pada impor, termasuk daging dan telur ayam yang bergantung pada dua negara, yaitu Thailand dan Malaysia,” ujar Zulhas dalam acara Senator Menyapa 2026 di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (5/11).
Dari gambaran tersebut, Zulhas menegaskan pemerintah menempatkan swasembada pangan sebagai prioritas nasional untuk menekan ketergantungan impor.
“Kebijakan utama presiden kita adalah swasembada, karena swasembada itu adalah kehormatan,” kata dia.
Baca juga: upaya pemerintah mencapai swasembada beras
Tiga Strategi Menuju Swasembada Pangan
Zulhas memaparkan setidaknya tiga strategi yang sedang dijalankan untuk mewujudkan swasembada pangan.
1. Memangkas Regulasi yang Menghambat
Langkah pertama adalah menyederhanakan aturan yang selama ini menyulitkan penyaluran pupuk ke petani. Sebagai menko, ia menyebut telah mengubah kebijakan yang dianggap menjadi penghambat.
Contohnya, terdapat 145 aturan terkait pupuk.ironisnya, meski produksi pupuk nasional mencapai 30 juta ton, penyerapannya baru 6 juta ton. Melalui tiga kali rapat, pemerintah memangkas regulasi tersebut menjadi hanya tiga aturan.
Hasilnya terlihat pada tahun 2025: penyerapan produksi pupuk naik menjadi 9,5 juta ton, bertambah sekitar dua juta ton dari kondisi sebelumnya.
2. Memperbaiki Produktivitas Sawah
Strategi kedua berfokus pada peningkatan produktivitas lahan pertanian. Zulhas menyoroti pola pembangunan yang selama ini kurang tepat sasaran.
“Kita periksa irigasinya, ternyata irigasi yang diperbaiki, tapi yang dibangun justru jalan menuju irigasi,” ujarnya mengkritik.
Karena itu, pemerintah memastikan perbaikan irigasi dilakukan langsung di titik yang benar agar sawah benar-benar mendapat manfaat.
3. Keberpihakan pada Harga Pangan
Strategi ketiga adalah menjamin harga pangan yang menguntungkan petani. Zulhas menilai keberpihakan ini sebenarnya sudah menjadi wacana selama 30 tahun, tetapi belum benar-benar dirasakan petani di lapangan.
Oleh sebab itu, pemerintah berupaya memperbaiki harga komoditas pangan, khususnya agar petani memperoleh harga layak bagi hasil panennya.
Harapan ke Depan
Kombinasi penyederhanaan regulasi, perbaikan infrastruktur pertanian, dan keberpihakan harga diharapkan mampu mendorong produksi pangan domestik meningkat secara berkelanjutan. Jika strategi ini berjalan konsisten, ketergantungan Indonesia pada impor komoditas strategis diperkirakan bisa terus ditekan.
Baca juga: kondisi harga pangan nasional hari ini dan program ketahanan pangan pemerintah.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










