
Ribuan wajib pajak dari berbagai penjuru Kabupaten Pasuruan memadati perayaan Pekan Pajak Daerah 2026 yang digelar lewat Fun Walk dan Gebyar Panutan Pajak Daerah, Sabtu (26/9). Lebih dari sekadar pesta rakyat, acara ini sekaligus dipakai pemerintah daerah untuk mengapresiasi warga yang taat memenuhi kewajiban perpajakan — termasuk 28 desa yang melunasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebelum jatuh tempo.
Beragam Hadiah untuk Wajib Pajak
Rangkaian kegiatan dibuka dengan Fun Walk sejauh 2,2 kilometer. Setelah menempuh lintasan tersebut, para peserta beserta warga yang hadir kemudian diajak mengikuti pengundian hadiah yang telah disiapkan panitia.
Panggung Gebyar Panutan Pajak Daerah pun tidak kalah meriah. Hadiah utama yang diperebutkan berupa tiga unit sepeda motor, dilanjutkan dua sepeda listrik dan 41 sepeda gunung, ditambah beragam door prize menarik lainnya.
28 Desa Terima Piagam dan Peralatan Elektronik
Momen istimewa hadir ketika 28 desa dipanggil satu per satu ke depan. Mereka menerima piagam sekaligus hadiah dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan berkat keberhasilan melunasi PBB-P2 lebih awal sebelum tenggat pembayaran.
“Ada 28 desa yang mendapat apresiasi dari Pak Bupati karena sudah lunas pembayaran PBB P2 tepat waktu. Hadiahnya berupa piagam dan peralatan elektronik seperti komputer, printer, televisi sampai kulkas,” ujar pihak berirama dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).
Kesadaran Wajib Pajak Meningkat Berkat Sosialisasi
Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pasuruan Kokok Adi Prayogo menilai, jumlah desa yang sanggup melunasi PBB-P2 sebelum jatuh tempo kian bertambah. Menurutnya, tren positif itu tidak lepas dari banyak faktor, mulai dari kesadaran masyarakat yang terus meningkat soal pentingnya bayar pajak hingga peran aktif petugas di lapangan.
Sosialisasi tersebut dijalankan lewat dua jalur: mendatangi rumah warga secara langsung dan memanfaatkan berbagai kegiatan yang ramai dihadiri masyarakat sebagai sarana penyuluhan.
Bagi Kokok, Gebyar Panutan Pajak Daerah merupakan cara Bapenda mengajak semua wajib pajak — mulai dari perorangan, desa, hingga perusahaan — agar patuh dalam menjalankan kewajibannya.
“Karena dari sini kita juga mengetahui bagaimana ketaatan masyarakat dalam membayar pajak,” tambahnya.
ASN Diminta Jadi Teladan
Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori memanfaatkan momen tersebut untuk mengingatkan warga soal pentingnya disiplin pajak. Ia menegaskan, penerimaan pajak menjadi modal utama pembangunan yang hasilnya benar-benar dinikmati masyarakat.
“Mari kita taat membayar pajak demi pembangunan yang berkelanjutan,” harapnya.
Gus Shobih — sapaan akrabnya — juga menegaskan pemerintah daerah menginginkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan elemen masyarakat menjadi teladan dalam melunasi kewajiban perpajakan daerah.
“Setiap ASN harus jadi contoh dalam urusan taat membayar pajak,” tegasnya.
Turut hadir memeriahkan acara tersebut Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat, anggota DPRD Tri Laksono, Sekda Yudha Triwidya Sasongko, serta undangan lainnya. Kesuksesan apresiasi ini juga menegaskan komitmen Pemkab Pasuruan dalam mendongkrak ketaatan pajak daerah, sebagaimana pencapaian Pemkab Pasuruan yang sebelumnya meraih juara II Fesyar Award Jatim 2026.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










