TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Warga Natuna Protes Keras Tolak WNI dari Wuhan, Begini Tanggapan Jokowi

Warga Natuna Protes Keras Tolak WNI dari Wuhan, Begini Tanggapan Jokowi

By Rusli Qomar
4 Februari 2020
729
0

TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta warga Natuna berbesar hati ketika daerah mereka dijadikan lokasi karantina 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, akibat adanya penyebaran virus Corona. Jokowi mengatakan, biar bagaimanapun juga, 238 orang WNI itu merupakan saudara setanah air yang harus dibantu.

“Saya kira kita memerlukan kebesaran hati seluruh masyarakat Indonesia. Apapun itu adalah saudara-saudara kita,” ujar Presiden di sela kunjungan kerjanya di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilansir Kompas.com, Senin (3/2/20).

Jokowi pun memastikan WNI yang dievakuasi dari Wuhan dan dikarantina di Natuna tak terinveksi virus berbahaya tersebut. Sebab, ia melanjutkan, Pemerintah telah menjalankan protokol karantina dari World Health Organisation (WHO) sehingga dapat dipastikan keamanannya.

“238 WNI itu sehat, tetapi dalam protokol kesehatan diperlukan tahapan sebelum dikembalikan ke keluarga,” kata pria asal Surakarta itu.

Menurut Jokowi, saat karantina akan dilakukan tahapan observasi, sehingga betul-betul dinyatakan 238 WNI bersih dari virus Corona. Setelah itu, baru dapat kembali ke keluarga masing-masing.

Sebelumnya, rencana Pemerintah Pusat menjadikan Natuna sebagai lokasi karantina WNI dari Wuhan ditolak oleh warga. Warga melakukan penolakan di depan Markas Koramil Ranai, Kabupaten Natuna, Sabtu (1/2/20) siang.

Mereka berkumpul sejak pagi sekitar pukul 10.00 WIB untuk menyampaikan aksinya sehingga membuat akses menuju Bandara Lanud Raden Sadjad tertutup. Bahkan, warga Natuna masih berada di halaman depan Koramil Ranai guna memastikan Pemerintah Pusat membatalkan rencana dijadikannya Kabupaten Natuna sebagai lokasi karantina.

Wan Sofyan, tokoh masyarakat Ranai menyatakan, apapun alasannya, mereka tetap tidak mau menerima WNI dari Wuhan yang akan dikarantina di Natuna.

“Saya yakin tidak ada daerah yang mau jika daerahnya dijadikan lokasi karantina warga dari lokasi penyebaran virus mematikan,” ucap Wan, Sabtu (1/2/20).

Sementara warga Natuna lainnya, Ropihudin, menyebut warga mulai khawatir dengan keberadaan sekitar 238 WNI yang sudah ditempatkan di wilayah Pangkalan Udara (Lanud) TNI Raden Sadjad Ranai, Natuna.

“Warga sudah mulai panik dan sebagian warga tidak berani keluar rumah. Berdiam diri saja di rumah, karena mau keluar takut,” jelas Ropihudin, mengutip CNNIndonesia.com.

Ropihudin mengatakan bukan tanpa alasan warga Natuna takut dengan keberadaan ratusan WNI itu. Sebab, ia mengungkapkan lokasi penempatan ratusan WNI itu hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari perumahan warga. Hal itu berbeda dengan jarak yang diklaim Pemerintah, yaitu enam kilometer.

Selain itu, Ropihudin menjelaskan tidak ada fasilitas yang memadai di lokasi karantina dan observasi itu. Menurutnya, Pemerintah baru melengkapi fasilitas ketika ingin mengevakuasi WNI dari Negeri Tirai Bambu itu.

“Mengapa harus di Natuna? Padahal di Jakarta terdapat rumah sakit yang lebih memadahi alat-alatnya, sementara di Natuna ini rumah sakitnya sangat sederhana,” sergahnya.

TagsBerita JokowiJoko WidodoJokowiVirus CoronaWarga Natuna Protes

Related articles More from author

  • Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak Mendesak, PKS: Ibu Kota Saat ini Masih Layak
    Nasional

    PKS Desak Jokowi Tegur Menteri yang Salah Gunakan Jabatan, Siapa yang Dimaksud?

    14 Juli 2022
    By Joni Sitohang
  • Dianggap Sukses Tangani Gejolak Ekonomi, Anggota DPR Apresiasi Pemerintahan Jokowi
    Nasional

    Dianggap Sukses Tangani Gejolak Ekonomi, Anggota DPR Apresiasi Pemerintahan Jokowi

    15 Agustus 2022
    By Joni Sitohang
  • Jubir Istana Unggah 'Enggak Bisa Kerja Maunya Ribut Aja', Sentil Airlangga?
    Nasional

    Jubir Istana Unggah ‘Enggak Bisa Kerja Maunya Ribut Aja’, Sentil Airlangga?

    14 September 2020
    By Joni Sitohang
  • Dokter Sebut Tingkat Bahaya Malas Sikat Gigi Jadi Lebih Tinggi Saat Pandemi
    Tips & Tutorial

    Dokter Sebut Tingkat Bahaya Malas Sikat Gigi Jadi Lebih Tinggi Saat Pandemi

    21 Maret 2021
    By Joni Sitohang
  • Presiden Chechnya Sekutu Dekat Putin Dilaporkan Sudah Pulih dari Infeksi Corona
    Internasional

    Presiden Chechnya Sekutu Dekat Putin Dilaporkan Sudah Pulih dari Infeksi Corona

    29 Mei 2020
    By William Putra Wijaya
  • Ketat, Korea Selatan Wajibkan Tentara AS Lakukan Tes Corona Sebelum Masuki Negara itu
    Internasional

    Ketat, Korea Selatan Wajibkan Tentara AS Lakukan Tes Corona Sebelum Masuki Negara itu

    17 Juli 2020
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Ashley Young Dikabarkan Akan Pindah Ke Inter Milan
    Olahraga

    Santer Kabar Ashley Young Bakal Merapat ke Inter Milan

  • MK Resmi Tolak Gugatan PSI, Batas Usia Capres-Cawapres Tetap 40 tahun, Tapi..
    Nasional

    MK Resmi Tolak Gugatan PSI, Batas Usia Capres-Cawapres Tetap 40 tahun, Tapi..

  • Kebersamaan Olivier Giroud dan Chelsea Ditentukan Januari Nanti
    Olahraga

    Kebersamaan Olivier Giroud dan Chelsea Ditentukan Januari Nanti

  • Anggap Jabatan Presiden 'Tujuan Politik Rendahan', Din Syamsuddin Balas Lebih Pedas Sindiran Megawati Soal KAMI
    Nasional

    Anggap Jabatan Presiden ‘Tujuan Politik Rendahan’, Din Syamsuddin Balas Lebih Pedas Sindiran Megawati Soal KAMI

  • Mantan Intelijen Saudi Ancam Ungkap Rahasia Sensitif AS
    Internasional

    Mantan Intelijen Saudi Ancam Ungkap Rahasia Sensitif AS

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.