TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Densus 88 Dukung Pembatasan Gawai di Pesantren, Singgung Kasus SMA 72

Densus 88 Dukung Pembatasan Gawai di Pesantren, Singgung Kasus SMA 72

By Johan Arif
21 September 2026
0
0
Densus 88 Dukung Pembatasan Gawai di Pesantren, Singgung Kasus SMA 72

Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri menyatakan dukungan penuh atas kebijakan Kementerian Agama (Kemenag) soal pembatasan gawai di lingkungan satuan pendidikan. Dukungan itu disampaikan menyusul diterbitkannya Surat Edaran (SE) Sekretaris Jenderal Kemenag Nomor 19 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan pada Kemenag.

Densus 88 Sejalan dengan Kemenag

Juru Bicara Densus 88 Anti Teror, Kombes Mayndra Eka Wardhana, menyampaikan keterangan tertulis pada Minggu (20/9). Ia menegaskan lembaganya berdiri bersama Kemenag RI dan mendukung sepenuhnya diterbitkannya SE Nomor 19 Tahun 2026 tersebut.

Menurut Mayndra, kebijakan ini merupakan strategi krusial untuk membentengi generasi muda dari infiltrasi terorisme dan ekstremisme yang kini marak terjadi di media sosial. Proteksi dini terhadap anak-anak, kata dia, wajib dijalankan secara ketat dan dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga dan sekolah.

Ia juga menilai langkah tegas ini penting untuk memutus mata rantai propaganda sekaligus rekrutmen radikalisme dan ekstremisme yang belakangan masif menyasar anak-anak lewat platform digital.

Kasus SMA 72 Jadi Alarm Keras

Mayndra menyebut surat edaran itu sebagai bukti nyata keseriusan pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko terorisme sejak dini. Pasalnya, arus penyebaran paham radikal akhir-akhir ini kerap memanfaatkan ruang digital untuk mendekati calon targetnya.

Berkaca dari sejumlah kasus sebelumnya, kelompok radikal umumnya menjalankan indoktrinasi secara intensif di media sosial sebelum akhirnya berujung pada aksi nyata. Pola serupa sempat terjadi pada kasus di SMAN 72, Jakarta Utara.

Bagi Mayndra, SE ini memperkuat kolaborasi lintas sektor antara Polri dan pemerintah dalam mempersempit ruang gerak radikalisme di institusi pendidikan. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi kecolongan, mengingat kasus SMAN 72 menjadi alarm keras bahwa infiltrasi digital itu nyata dan berbahaya.

Peran Orang Tua Kembali ke Depan

Di luar urusan keamanan, Mayndra menilai regulasi ini turut mengembalikan peran vital orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak-anaknya. Pembatasan gawai di rumah dan sekolah dipercaya mendorong anak kembali bersosialisasi secara sehat di dunia nyata.

Dengan begitu, anak-anak akan memiliki lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga dan teman sebaya, misalnya berolahraga atau berekreasi. Menurutnya, interaksi seperti ini jauh lebih sehat bagi tumbuh kembang mereka.

Bukan Berarti Menjauhkan Anak dari Teknologi

Sebelumnya, Kemenag resmi menerbitkan SE Sekretaris Jenderal Kemenag Nomor 19 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan pada Kemenag. Kebijakan itu berlaku bagi satuan pendidikan keagamaan binaan Kemenag, mencakup madrasah, pesantren, pendidikan diniyah, sekolah teologi, pasraman, pesantian, widyalaya, dhammasekha, dan sejenisnya. Rincian aturannya bisa dibaca pada artikel aturan pembatasan HP di pesantren.

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menegaskan pengaturan penggunaan gawai ini tidak dimaksudkan untuk menjauhkan murid dari teknologi. Pemanfaatan teknologi digital tetap dibutuhkan dalam pembelajaran, hanya saja penggunaannya harus terarah dan sesuai kebutuhan.

Yang ingin dibangun Kemenag, kata Kamaruddin, adalah kemampuan anak-anak menggunakan teknologi secara sehat, aman, bijaksana, dan bertanggung jawab. Gawai tetap dapat menjadi sarana pembelajaran, dengan syarat pemanfaatannya terarah dan proporsional.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

Related articles More from author

  • Puan Janji Buka Aspirasi Rakyat Lebih Lebar Usai Kembali Terpilih Jadi Ketua DPR
    Nasional

    Puan Janji Buka Aspirasi Rakyat Lebih Lebar Usai Kembali Terpilih Jadi Ketua DPR

    6 Oktober 2024
    By Joni Sitohang
  • Respons Hasil Quick Count, Hasto ke Kader PDIP: Tak Ada Perjuangan yang Sia-sia
    Nasional

    Respons Hasil Quick Count, Hasto ke Kader PDIP: Tak Ada Perjuangan yang Sia-sia

    19 Februari 2024
    By Joni Sitohang
  • PETA Desak Prabowo Hentikan Latihan Nyeleneh TNI Minum Darah Ular Kobra dan Makan Tokek Hidup
    Nasional

    PETA Desak Prabowo Hentikan Latihan Nyeleneh TNI Minum Darah Ular Kobra dan Makan Tokek Hidup

    19 Februari 2021
    By Joni Sitohang
  • Kubu Ganjar Sebut Harusnya Gibran Mundur dari Cawapres Usai Putusan DKPP
    Nasional

    Kubu Ganjar Sebut Harusnya Gibran Mundur dari Cawapres Usai Putusan DKPP

    9 Februari 2024
    By Joni Sitohang
  • Soal Peluang Kerja Sama PDIP-Gerindra, Bakal Usung Ganjar-Prabowo atau Prabowo-Ganjar?
    Nasional

    Soal Peluang Kerja Sama PDIP-Gerindra, Bakal Usung Ganjar-Prabowo atau Prabowo-Ganjar?

    26 April 2023
    By Joni Sitohang
  • Bank Dunia Dukung Omnibus Law Jokowi, Tapi..
    Nasional

    Bank Dunia Dukung Omnibus Law Jokowi

    17 Oktober 2020
    By Joni Sitohang

Berita Menarik Lainnya

  • Jokowi Jadi Muslim Peringkat ke-12 Paling Berpengaruh 2021
    Nasional

    Survey Kepuasan terhadap Jokowi dan Kasus Covid-19 yang Sama-sama Meningkat Tinggi

  • Prabowo-Anies Calon Terkuat Pilpres 2024 Versi Survei, Sandiaga: Tahan Diri, Banyak Masalah Lebih Mendesak Diselesaikan
    Nasional

    Jadi Kandidat Capres 2024, Ini Daftar Kekayaan Sandiaga, Prabowo hingga Anies Baswedan

  • Kiky Saputri: Pejabat Lebih Legawa Di-Roasting Daripada Artis
    Selebriti

    Kiky Saputri: Pejabat Lebih Legawa Di-Roasting Daripada Artis

  • Aisha Al-Muhajiri
    Internasional

    Aneh! Dinas Intelijen Saudi Tangkap Ulama Perempuan karena Ngajar Ngaji di Rumah

  • Malware Aplikasi Android
    TeknologiTips & Tutorial

    Bunuh Segera 24 Aplikasi Jahat Pencuri Data Pribadi dan Penebar Iklan Asal China ini di Ponsel Anda

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.