TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Bualan Terbaru dan Janji Manis Solusi Dua Negara ala Trump, Jebak Palestina Demi Untungkan Israel

Bualan Terbaru dan Janji Manis Solusi Dua Negara ala Trump, Jebak Palestina Demi Untungkan Israel

By Bagas F Sinaga
29 Januari 2020
1032
0
Bualan Terbaru dan Janji Manis Solusi Dua Negara ala Trump, Jebak Palestina Demi Untungkan Israel

TIKTAK.ID – Presiden Amerika Serikat sekaligus sekutu terdekat Israel, Donald Trump kembali mengusulkan solusi dua negara untuk Israel-Palestina yang akan membuat Ibu Kota Palestina terletak di Yerusalem Timur, dalam sebuah langkah yang disebutnya sebagai “langkah besar menuju perdamaian.”

Trump mengatakan bahwa Israel telah sepakat untuk bernegosiasi berdasarkan peta yang diusulkan secara konseptual dan terperinci untuk pertama kalinya. Jika Israel menyetujui peta yang diusulkan, maka AS pun akan mengakuinya.

Trump beretorika bahwa rencana usulannya tersebut akan memberikan “lebih dari dua kali lipat wilayah Palestina (saat ini)” dan “tidak ada warga Israel atau Palestina yang akan kecewa.”

“AS juga akan dengan ‘bangga’ membuka kedutaannya di Ibu Kota baru Palestina di Jerusalem Timur,” kata Trump.

Trump membual bahwa dia telah melakukan “banyak hal” untuk Israel sejak menjabat.

“Ini hal yang masuk akal bahwa saya harus melakukan ‘banyak hal juga untuk Palestina’. Jika tidak, itu berarti saya ‘tidak adil’,” tambahnya.

Baca juga: Pemimpin Hashd al-Sha’bi: Tidak Ada Tempat bagi Pasukan Asing di Irak. Pergi dengan Sukarela atau Kalian Akan Dipaksa Keluar

Sebagai imbalan bagi pengakuan AS atas permukiman Israel di Tepi Barat wilayah pendudukan, Israel akan menerima pembekuan empat tahun pembangunan permukiman baru saat negara Palestina sedang dalam tahap negosiasi.

Rencananya tersebut juga akan menyiapkan program peningkatan ekonomi $ 50 miliar untuk Palestina, Yordania dan Mesir.

Berdiri di samping Trump, Netanyahu mengatakan kehadiran Duta Besar Oman, Bahrain, dan Uni Emirat Arab di Washington sebagai pertanda baik untuk keberhasilan rencana Trump.

Netanyahu mengatakan upaya sebelumnya untuk menyelesaikan krisis “tidak mencapai keseimbangan yang tepat” antara berurusan dengan ketakutan Israel akan keamanannya dan keinginan rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

Dia juga mengatakan bahwa Trump telah menjadi “sahabat baik” yang pernah dimiliki Israel dan meskipun ada teman baik Israel di Gedung Putih sebelumnya, mereka bahkan tidak pernah “mendekati” Trump.

Netanyahu juga memberikan pujian untuk menantu Trump, Jared Kushner, yang merupakan penggagas rencana tersebut, dengan mengatakan bahwa “sungguh menyenangkan memiliki para pengusaha real estate ini” ikut terlibat dalam perselisihan wilayah dan mereka dapat “menemukan hal-hal yang cemerlang di saat orang lain tidak memikirkanya.”

Netanyahu menambahkan bahwa Israel berutang budi kepada Kushner dan Trump dan menyebutnya sebagai “hutang rasa terima kasih selamanya.”

Terlepas dari janji manis Washington, pihak Palestina menegaskan akan menolak rencana tersebut. Pemerintahan Trump, yang telah membuat banyak konsesi besar bagi Israel sejak 2017, tidak dilihat oleh Palestina sebagai wasit netral dalam konflik ini.

Baca juga: 34 tentara AS menderita Cedera Otak Dalam Serangan Balasan Iran Atas Pembunuhan Soleimani – Pentagon

Berbicara kepada Reuters sebelum rilis rencana itu, Utusan Tinggi Palestina untuk Inggris Husam Zomlot mengatakan pengumuman itu akan menjadi “bagian dari teater politik” dan akan mendorong situasi “yang membahayakan dan memunculkan politik apartheid.”

Sementara itu, Hamas juga menolak dan menyebut rencana itu sebagai “omong kosong” dan menyebut pernyataan Trump “agresif.”

Seorang Penasihat Utama untuk Presiden Iran Hassan Rouhani menge-tweet bahwa rencana Trump adalah “semata-mata” kesepakatan yang dibuat “antara rezim Zionis (Israel) dan Amerika” dan bahwa negosiasi dengan Palestina “tidak ada dalam agenda.”

Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan, bagaimanapun, pembentukan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota adalah “satu-satunya jalan menuju perdamaian yang komprehensif dan abadi” tetapi juga memperingatkan terhadap konsekuensi potensial dari tindakan sepihak yang diambil oleh Israel.

Usai pidatonya, Trump kemudian mengirim tweet dalam bahasa Arab dengan lampiran peta yang menunjukkan “seperti apa bentuk negara Palestina di masa depan.”

هذا ما قد تبدو عليه دولة فلسطين المستقبلية بعاصمة في أجزاء من القدس الشرقية. pic.twitter.com/CFuYwwjSso

— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) January 28, 2020

TagsAmerika SerikatDonald TrumpIsraelPalestinapendudukan PalestinaYerusalem Timur

Related articles More from author

  • Fahri Hamzah Sentil Prabowo, Minta RI Kirim Pasukan Bela Palestina
    Nasional

    Fahri Hamzah Sentil Prabowo, Minta RI Kirim Pasukan Bela Palestina

    20 April 2022
    By Joni Sitohang
  • Biden Salahkan Trump Remehkan Serangan Siber ke AS
    Internasional

    Biden Salahkan Trump Remehkan Serangan Siber ke AS

    25 Desember 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Taliban Ingatkan Dampak Serius Perpanjangan Penempatan Pasukan AS di Afghanistan
    Internasional

    Taliban Ingatkan Dampak Serius Perpanjangan Penempatan Pasukan AS di Afghanistan

    24 Agustus 2021
    By William Putra Wijaya
  • Trump Kembali Kalah di Pengadilan Banding Pennsylvania
    Internasional

    Trump Kembali Kalah di Pengadilan Banding Pennsylvania

    29 November 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Beijing Minta AS Berhenti Gunakan Hongkong untuk Campuri Urusan Dalam Negeri China
    Internasional

    Beijing Minta AS Berhenti Gunakan Hongkong untuk Campuri Urusan Dalam Negeri China

    1 Januari 2021
    By William Putra Wijaya
  • AS Panik, Departemen Perdagangan dan Keuangannya Kena Retas
    Internasional

    AS Panik, Departemen Perdagangan dan Keuangannya Kena Retas

    15 Desember 2020
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Rakyat Myanmar Lawan Kudeta Militer dengan Turun ke Jalan
    Internasional

    Rakyat Myanmar Lawan Kudeta Militer dengan Turun ke Jalan

  • Media Asing Bahas Nasib RI Usai Jokowi Lengser di 2024
    Nasional

    Media Asing Bahas Nasib RI Usai Jokowi Lengser di 2024

  • Sinopsis 1917
    Selebriti

    Ini Dia Deretan Film Siap Tayang Perdana Saat Libur Natal 2019

  • Demi Ikut Nyapres, Sandiaga Hengkang dari Gerindra ke PPP?
    Nasional

    Demi Ikut Nyapres, Sandiaga Hengkang dari Gerindra ke PPP?

  • PBNU Desak BNPT Beberkan Data 198 Pesantren Terafiliasi Teroris
    Nasional

    PBNU Desak BNPT Beberkan Data 198 Pesantren Terafiliasi Teroris

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.