
TIKTAK.ID – Proyek revitalisasi Monumen Nasional (Monas) yang dicanangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menuai polemik lantaran dinilai bukan langkah yang tepat. Politikus partai Demokrat Ferdinand Hutahaean juga ikut mengomentari hal tersebut.
Ferdinand mempertanyakan sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang enggan menanggapi lebih jauh soal proyek tersebut. Melalui jejaring Twitter pribadinya @FerdinandHaean2, ia mengatakan Anies mestinya menunjukkan sikap.
Apalagi, lanjut Ferdinand, Anies memiliki tim pembantu kinerja gubernur yang berjumlah banyak serta para pendukung yang vokal di media sosial. Ia lantas menyindir Anies karena dinilai tak paham soal proyek revitalisasi Monas.
“Punya tim kerja hampir 70 orang lebih, ditambah buzzer medsos yang banyak meski kurang cerdas. Tapi soal aturan terkait Monas, Anies bisa tidak tau? Payah!” tulis Ferdinand seperti dikutip Suara.com, Jumat (24/1/20).
Baca juga: Sejarawan: Soal Revitalisasi Monas Anies Salah Paham
Seperti diberitakan, proyek revitalisasi di bagian selatan Monas disoroti karena mengorbankan 190 pohon yang harus ditebang. Terdapat 205 pohon yang ditebang di kawasan revitalisasi pelataran sisi selatan Monas, meliputi 150 pohon ukuran besar dan 55 ukuran pohon kecil. Pohon-pohon yang ditebang disebut akan dipindahkan di sisi barat, timur, dan tempat parkir kendaraan di eks Lapangan IRTI.
Halaman selanjutnya…
Adam Humain adalah seorang pegiat dan pemerhati teknologi yang memiliki ketertarikan mendalam pada perkembangan ekosistem digital global dan lokal. Lewat tulisan-tulisannya, Adam mengulas berbagai topik hangat seputar inovasi teknologi, dinamika bisnis startup dan raksasa hulu (big tech), hingga profil serta pemikiran para tokoh pemrakarsa di balik revolusi industri 4.0.
Dengan pendekatan analitis namun tetap komunikatif, Adam berusaha menjembatani kompleksitas dunia teknologi agar mudah dipahami oleh publik awam, pelaku bisnis, maupun sesama antusias teknologi. Selain aktif mengamati tren AI, keamanan siber, dan ekonomi digital, ia kerap membagikan perspektifnya mengenai bagaimana teknologi membentuk lanskap sosial dan cara manusia berinteraksi di masa depan










