Pemerintah Kembali Kirim TNI ke Lebanon

TIKTAK.ID – Pemerintah dikabarkan tengah menyiapkan rencana kontingensi mengenai pengiriman kembali prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Satgas Konga), guna menjalankan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Kontingensi tersebut menjadi salah satu dari empat alasan Pemerintah Indonesia kembali mengirim pasukan perdamaian ke Lebanon, walaupun eskalasi di Timur Tengah saat ini sedang meningkat.
“(Empat) kesiapan rencana kontingensi. Jika mandat UNIFIL tidak lagi mampu memberikan perlindungan bagi personel pemelihara perdamaian, maka penarikan pasukan lebih awal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan,” ujar Karo Humas Datin Kemenko Polkam Brigjen TNI, Honi Havana, pada Selasa (12/5/26), seperti dilansir Kompas.com.
Baca juga : Oditur Militer Gagal Jenguk Andrie Yunus di RSCM
Honi menjelaskan, Pemerintah menganggap keselamatan prajurit merupakan prioritas tertinggi dan tidak dinegosiasikan. Tiga alasan lain yakni Pemerintah secara berkala menerima laporan dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Beirut dan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI soal tingkat kerawanan wilayah serta kemampuan mitigasi risiko di lapangan.
Kedua, lanjut Honi, dilakukan reorganisasi dan reposisi kekuatan pasukan dengan mempertimbangkan efektivitas perlindungan personel. Langkah tersebut bisa berupa pengosongan maupun pemindahan pos satgas, menyesuaikan situasi keamanan yang berkembang.
“Ketiga, komitmen akuntabilitas dan investigasi PBB,” terang Honi.
Baca juga : KontraS: Selama Tindak Pidana Umum TNI Diadili Peradilan Militer, Impunitas Abadi
Adapun hal itu mencakup transparansi atas insiden yang sempat terjadi sebelumnya, jaminan pertanggungjawaban pihak terkait, serta mekanisme perlindungan dan penegakan hukum internasional untuk pasukan penjaga perdamaian.
Sebelumnya, ratusan prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (Satgas Konga) untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) bakal diberangkatkan ke Lebanon pada Mei 2026.
Kemudian menjelang keberangkatan, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) mengadakan Rapat Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (11/5/26).
Baca juga : Muncul Isu Merger Gerindra-NasDem, Ini Respons Dasco
Menteri Luar Negeri, Sugiono berpesan supaya para prajurit dapat menyiapkan diri dan menjalankan tugas dengan baik, penuh semangat, dan Ikhlas, lantaran membawa nama Indonesia di mata dunia.
“Tempat kalian ditugaskan yakni tempat yang tidak damai sama sekali dan penuh risiko. Artinya, kemampuan dan keterampilan sebagai prajurit harus disiapkan dan dipakai dengan sebaik-baiknya,” tutur Sugiono dalam siaran pers yang dibagikan Kemenko Polkam, pada Selasa (12/5/26).










