
TIKTAK.ID – Sejak memimpin Jakarta dua tahun terakhir, Anies Baswedan tak sedikit menerima penghargaan dari banyak instansi dan lembaga, baik pemerintah maupun swasta, dari dalam dan luar negeri.
Hal itu setidaknya membuktikan bahwa kinerja dan keberhasilan Gubernur DKI Jakarta tersebut diakui dan diapresiasi secara transparan oleh banyak pihak tanpa memandang posisi politik mereka.
Namun sayangnya, sederet prestasi tersebut tak mendapatkan porsi cukup dalam pemberitaan media arus utama di Tanah Air. Sebaliknya, yang lebih banyak muncul ke permukaan justru pemberitaan negatif tentang sosok dan gaya kepemimpinannya.
Meski demikian, ternyata Anies tetap dianggap menjadi sosok paling potensial mengisi kursi RI satu, berdasarkan hasil survei beberapa lembaga survei belakangan ini. Salah satunya, hasil survei yang dirilis Indo Barometer.
Menanggapi hasil survei tersebut, Direktur Arus Survei Indonesia, Ali Rifan menyatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tinggal memberi bukti melalui kinerja menyelesaikan beragam masalah Ibu Kota. Artinya, Anies tinggal membenahi kota Jakarta sampai sisa periodenya pada 2022 mendatang.
“Kalau berhasil, akan mudah merebut kursi presiden RI. Mengapa? Karena Anies akan punya rekam jejak kepemimpinan yang baik,” kata Ali Rifan kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (23/2/20).
Baca juga: Prabowo Tetap Capres 2024 Terkuat Versi Banyak Survei, Disusul Anies Baswedan di Posisi Kedua
Halaman selanjutnya…
Adam Humain adalah seorang pegiat dan pemerhati teknologi yang memiliki ketertarikan mendalam pada perkembangan ekosistem digital global dan lokal. Lewat tulisan-tulisannya, Adam mengulas berbagai topik hangat seputar inovasi teknologi, dinamika bisnis startup dan raksasa hulu (big tech), hingga profil serta pemikiran para tokoh pemrakarsa di balik revolusi industri 4.0.
Dengan pendekatan analitis namun tetap komunikatif, Adam berusaha menjembatani kompleksitas dunia teknologi agar mudah dipahami oleh publik awam, pelaku bisnis, maupun sesama antusias teknologi. Selain aktif mengamati tren AI, keamanan siber, dan ekonomi digital, ia kerap membagikan perspektifnya mengenai bagaimana teknologi membentuk lanskap sosial dan cara manusia berinteraksi di masa depan










