TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi di Balik Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi di Balik Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

By Johan Arif
28 April 2026
1
0
Baca juga : Pihak Andrie Yunus Ungkap Tak Akan Hadiri Sidang Perdana Pengadilan Militer

TIKTAK.ID – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengaku meragukan motif dendam pribadi dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinatornya, Andrie Yunus. Menurut Staf Divisi Hukum KontraS, Muhammad Yahya Ihyaroza, aksi itu kuat dugaan dilakukan secara terorganisasi dan sistematis.

“Berdasarkan hasil investigasi yang kami lakukan, pelakunya lebih dari empat orang dan sangat terorganisir. Ini memunculkan pertanyaan, apakah benar bila dilatarbelakangi dendam pribadi, harus dilakukan dengan cara sesistematis itu,” ungkap Yahya di Mahkamah Konstitusi, pada Kamis (16/4/26), seperti dilansir Kompas.com.

Yahya menilai pola serangan yang terstruktur menimbulkan keraguan bahwa aksi tersebut semata-mata didorong motif pribadi. Dia mengungkapkan, KontraS justru menduga terdapat rantai komando dalam peristiwa tersebut.

Baca juga : BGN Klaim Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG Sudah Sesuai Aturan

Yahya turut menyoroti ketidakterbukaan dalam penanganan kasus oleh aparat, terutama oleh Polisi Militer (Puspom). Ia menyatakan kalau informasi tentang para pelaku tak pernah disampaikan secara utuh kepada publik, termasuk identitas maupun jumlah pasti pelaku.

“Sejak awal kami sudah menyampaikan ada empat pelaku, tetapi itu tidak pernah dibuka ke publik. Bahkan inisial yang disampaikan pun bertolak belakang dengan temuan investigasi kami,” tegas Yahya.

Oleh sebab itu, KontraS mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas proses penegakan hukum yang berjalan. Terutama, kata Yahya, jika kasus ini ditangani melalui mekanisme peradilan militer yang dinilai cenderung tertutup. Ia menerangkan, jika perkara ini diproses di peradilan militer, maka akan sulit mengungkap sejauh mana keterlibatan pihak lain di luar pelaku lapangan.

Baca juga : Pihak Andrie Yunus Ungkap Tak Akan Hadiri Sidang Perdana Pengadilan Militer

“Dari pengalaman kami, banyak kasus di peradilan militer hanya berhenti pada aktor lapangan, tanpa mengusut aktor utama atau pihak yang memberi perintah,” tutur Yahya.

Atas dasar itu, lanjut Yahya, KontraS mendesak aparat penegak hukum, baik Puspom maupun kepolisian, agar dapat membuka penanganan kasus secara transparan dan menyeluruh guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat.

Sebelumnya, Oditurat Militer II-07 Jakarta mengeklaim aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dipicu oleh motif dendam pribadi empat prajurit TNI. Kepala Oditurat Militer (Kaotmil) II-07 Jakarta, Kolonel Chk Andri Wijaya, mengaku sentimen pribadi menjadi alasan utama para terdakwa melakukan penganiayaan terhadap Andrie.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

TagsAndrie YunusKontraSPolisi MiliterPuspomTNI

Related articles More from author

  • Permintaan Penjelasan Soal Jenderal Kehormatan Prabowo Tak Digubris Istana, KontraS Berniat Tempuh Jalur Hukum
    Nasional

    Permintaan Penjelasan Soal Jenderal Kehormatan Prabowo Tak Digubris Istana, KontraS Berniat Tempuh Jalur Hukum

    12 Maret 2024
    By Joni Sitohang
  • Indonesia Bersama 72 Negara Inisiasi Pernyataan Keselamatan Pasukan Perdamaian PBB
    Nasional

    Indonesia Bersama 72 Negara Inisiasi Pernyataan Keselamatan Pasukan Perdamaian PBB

    14 April 2026
    By Johan Arif
  • TNI Bantah Adanya Upaya Kembalikan Tentara Seperti di Rezim Orde Baru
    Nasional

    TNI Bantah Adanya Upaya Kembalikan Tentara Seperti di Rezim Orde Baru

    17 Juni 2025
    By Johan Arif
  • Alasan Haris Azhar Tak Hadiri Mediasi dengan Luhut
    Nasional

    Alasan Haris Azhar Tak Hadiri Mediasi dengan Luhut

    16 November 2021
    By Joni Sitohang
  • Soal SBY Klaim Demokrat, Pakar: Aneh, Partai itu Badan Publik
    Nasional

    Soal Isu Endorsement Jokowi di Pilpres, SBY: Tak Masalah Asal Tak Pakai Fasilitas Negara

    1 Juli 2023
    By Joni Sitohang
  • Sebut Penggunaan Pasal Penghinaan Presiden Sudah Tak Relevan dan Salahi Putusan MK, KontraS Persoalkan Rencana Polri Ciduk Warga
    Nasional

    Sebut Penggunaan Pasal Penghinaan Presiden Sudah Tak Relevan dan Salahi Putusan MK, KontraS Persoalkan Rencana Polri Ciduk Warga

    11 April 2020
    By Johan Arif

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • MUI Haramkan Netflix
    Nasional

    Wacana Fatwa MUI Haramkan Netflix Jadi Bahan Olok-Olok Netizen

  • Baru Saja Resmi Jadi Mensos, Risma Bikin Gebrakan Baru Soal Bansos
    Nasional

    Baru Saja Resmi Jadi Mensos, Risma Bikin Gebrakan Baru Soal Bansos

  • Sebut Pemerintah Tak Konsisten Terapkan Kebijakan, PA 212: Jokowi Gagal Tangani Virus Corona
    Nasional

    Sebut Pemerintah Tak Konsisten Terapkan Kebijakan, PA 212: Jokowi Gagal Tangani Virus Corona

  • Pengamat: Surya Paloh Bisa Jadi Penentu Poros Pilpres 2024 Jika Tak Gabung KIB
    Nasional

    Pengamat: Surya Paloh Bisa Jadi Penentu Poros Pilpres 2024 Jika Tak Gabung KIB

  • Juergen Klopp Tak Ingin Terjebak Nostalgia Kesuksesan Masa Lalu
    Olahraga

    Juergen Klopp Tak Ingin Terjebak Nostalgia Kesuksesan Masa Lalu

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.