TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Pemerintah Cari Solusi Utang Bengkak Kereta Cepat

Pemerintah Cari Solusi Utang Bengkak Kereta Cepat

By Joni Sitohang
5 November 2025
113
0
Pemerintah Cari Solusi Utang Bengkak Kereta Cepat

TIKTAK.ID – Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh saat ini sedang menjadi sorotan publik akibat utangnya yang membengkak. Teranyar, Pemerintah tengah berupaya mencari solusi terkait utang Whoosh.

Danantara, superholding Badan Usaha Milik Negara (BUMN), juga sedang mencari cara meringankan pembiayaan proyek itu. Salah satu cara yang kemungkinan bakal dilakukan yakni meminta dukungan dari APBN.

Akan tetapi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menegaskan tak akan menggunakan uang negara atau APBN untuk melunasi utang megaproyek Whoosh. Sebab, Purbaya menilai tanggung jawab pembayaran mestinya berada di tangan BPI Danantara Indonesia. Apalagi, kata Purbaya, Danantara kini menerima seluruh dividen dari BUMN.

Baca juga : Pakar Ekonomi Energi UGM Buka Suara Soal Isu Pencampuran Etanol

“Dulu kan semuanya Pemerintah yang (menanggung), tapi saat sudah dipisahkan dan seluruh dividen masuk ke Danantara, Danantara cukup mampu untuk membayar itu,” ungkap Purbaya, di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, pada Rabu (15/10/25), seperti dilansir Kompas.com.

Purbaya mengeklaim Kementerian Keuangan juga tidak lagi menerima dividen BUMN sebagai penerimaan negara sejak tahun ini, lantaran sudah dialihkan ke Danantara.

Untuk diketahui, total utang kereta cepat Jakarta–Bandung mencapai sekitar 7,27 miliar Dolar AS atau sekitar Rp120,38 triliun (kurs Rp16.500 per Dolar AS). Dari total itu, 75 persen proyek kereta cepat dibiayai lewat pinjaman China Development Bank (CDB) dengan bunga dua persen per tahun dan tenor 40 tahun.

Baca juga : Kemenag: Ditjen Pesantren Ditargetkan Rampung Terbentuk Akhir Tahun

Akan tetapi, proyek tersebut mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar 1,2 miliar Dolar AS, yang akhirnya menambah utang baru dengan bunga di atas tiga persen per tahun.

“Untuk loan denominasi Dolar AS bunganya 3,2 persen. Sementara untuk renminbi atau RMB 3,1 persen,” tutur Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo, kepada Kompas.com pada 9 Januari 2024.

Adapun pinjaman tambahan sebesar 542,7 juta Dolar AS dipakai untuk menutup pembengkakan biaya yang menjadi tanggungan konsorsium Indonesia sebesar 75 persen. Sedangkan sisanya dipenuhi melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) dari APBN.

Baca juga : Kemenag: Ditjen Pesantren Ditargetkan Rampung Terbentuk Akhir Tahun

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sempat menyatakan Whoosh merupakan investasi sosial bagi masyarakat. Dia mengakui, Whoosh tidak dibangun untuk mencari keuntungan finansial.

TagsAPBNBUMNDanantaraKCICKereta CepatKereta Cepat Indonesia ChinaMegaproyekMenteri KeuanganPurbaya Yudhi SadewaWhoosh

Related articles More from author

  • Sah! 7 Golongan Masyarakat Ini Dapat SIM Gratis dari Jokowi, Anda Salah Satunya?
    Nasional

    Sah! 7 Golongan Masyarakat Ini Dapat SIM Gratis dari Jokowi, Anda Salah Satunya?

    27 Januari 2021
    By Joni Sitohang
  • Dosen UNJ Dilaporkan Polisi Usai Sebut Prabowo Gibran ‘Beban Bangsa’
    Nasional

    Dosen UNJ Dilaporkan Polisi Usai Sebut Prabowo Gibran ‘Beban Bangsa’

    28 April 2026
    By Joni Sitohang
  • Top! IMF Bilang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terbaik Kedua setelah China
    Nasional

    Top! IMF Bilang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terbaik Kedua setelah China

    25 November 2020
    By Joni Sitohang
  • Belum Reda Heboh Ahok, Muncul Kabar Sandiaga Uno Bakal Jadi Bos BUMN
    NasionalViral

    Belum Reda Heboh Ahok, Muncul Kabar Sandiaga Uno Bakal Jadi Bos BUMN

    20 November 2019
    By Johan Arif
  • Jawab Penolakan Serikat Pekerja Pertamina, Ahok: Saya Lulusan S3 Mako Brimob
    Nasional

    Direksi Pertamina Bakal Dirombak Erick Thohir, Ahok Diplot Masuk Bursa Dirut?

    7 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Tanggapi Pernyataan JK Soal BBM Subsidi, Misbakhun Tekankan Pentingnya Data Terbaru
    Nasional

    Tanggapi Pernyataan JK Soal BBM Subsidi, Misbakhun Tekankan Pentingnya Data Terbaru

    14 April 2026
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Baru Terungkap, Ternyata ini Alasan Jokowi Tunjuk Prabowo Urus Proyek Lumbung Pangan Nasional
    Nasional

    Demi Ketahanan Pangan, Prabowo Garap Food Estate, Anehnya Kenapa Singkong yang Ditanam?

  • Media Swiss Sebut Mossad Menarget Perusahaan Jerman dan Swiss
    Internasional

    Media Swiss Sebut Mossad Menarget Perusahaan Jerman dan Swiss

  • Fitur Split Screen di Windows 10, Bisa Latih Kemampuan 'Multitasking'
    Teknologi

    Fitur Split Screen di Windows 10, Bisa Latih Kemampuan ‘Multitasking’

  • PUBG Mobile Resmi Gandeng Lionel Messi
    OlahragaTeknologi

    PUBG Mobile Resmi Gandeng Lionel Messi

  • Wamenag Tegaskan Khilafatul Muslimin Tak Terdaftar di Kemenag dan Minta Polisi Usut Tuntas
    Nasional

    Wamenag Tegaskan Khilafatul Muslimin Tak Terdaftar di Kemenag dan Minta Polisi Usut Tuntas

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.