
TIKTAK.ID – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah mengukir sejumlah prestasi di kancah nasional maupun internasional saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Penghargaan teranyar datang dari hasil pilihan majalah Foreign Policy.
Dalam daftarnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu pernah masuk dalam Global reThinkers 2017. Dalam daftar tersebut, berisi nama para pemimpin terkemuka dan intelektual dunia.
Prestasi Ahok yang menyebabkannya disorot dunia internasional adalah usaha Ahok dalam membangun ketahanan kota. Jakarta pernah menjadi salah satu finalis dari kota-kota dunia yang diajak bergabung dalam jaringan 100 Resilent Cities atau 100 RC. Kota-kota tersebut akan bergabung dengan komunitas global.
100 RC adalah sebuah program yang dipelopori The Rockefeller Foundation. Program itu bercita-cita membantu kota di seluruh dunia dalam meningkatkan ketahanan untuk menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan fisik.
Baca juga: Tak Ingin Salah Sasaran, Ahok Akan Salurkan Gas Melon 3 Kg Secara Tertutup
Berkat program itu, Jakarta diberikan kemudahan dalam mengakses beragam fasilitas. Antara lain berupa perangkat, pendanaan, sumbangan keahlian teknis, serta berbagai sumber daya lainnya.
Semua fasilitas itu dimaksudkan untuk membangun ketahanan kota dalam menghadapi tantangan di era abad ke-21. Apalagi, separuh dari populasi manusia mendiami daerah perkotaan. Bahkan diperkirakan akan meningkat menjadi 70 persen pada 2050.
Imbasnya, permasalahan kota akan menjadi semakin kompleks, terutama menghadapi pertumbuhan populasi yang semakin pesat. Tidak hanya itu, bahaya adanya bencana alam pun mengintai akibat ulah manusia sendiri.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










