TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Rapor Kinerja Sektor Manufaktur Era Jokowi dan SBY Versi INDEF

Rapor Kinerja Sektor Manufaktur Era Jokowi dan SBY Versi INDEF

By Joni Sitohang
10 Agustus 2023
260
0
Rapor Kinerja Sektor Manufaktur Era Jokowi dan SBY Versi INDEF

TIKTAK.ID – Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Berly Martawardaya menyatakan bahwa kinerja sektor manufaktur Indonesia menurun signifikan sejak pandemi Covid-19.

Berly memaparkan, bila mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi sektor manufaktur terhadap PDB turun menjadi 18,25 persen pada kuartal II/2023. Dia pun menilai jika dibandingkan dengan negara lain seperti China, Thailand, bahkan Afrika Selatan, penurunan sektor manufaktur Indonesia terjadi sangat cepat.

“Menurut data BPS terakhir, bahkan turun lagi menjadi 18,25 persen, jadi semakin turun,” ujar Berly dalam diskusi Kajian Tengah Tahun INDEF, di Jakarta, Selasa (8/8/23), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Baca juga : Cucu-Cicit Bung Karno Kompak Dirikan Kelompok Relawan untuk Dukung Ganjar Pranowo

Berly menyebut sektor industri dalam perekonomian sangat signifikan, lantaran bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja yang tingkat pendidikannya lebih rendah (SD hingga SMA). Dia menganggap serapan tenaga kerja tersebut mampu menekan tingkat kemiskinan dan kesenjangan di masyarakat.

Lebih lanjut, Berly membandingkan kinerja manufaktur era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menyebut di era SBY, untuk periode 2004 hingga 2009, pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas tercatat tumbuh sebesar 5,10 persen.

Berly menyatakan kinerja itu meningkat pada periode kedua masa kepemimpinannya (2009-2014) sebesar 6,10 persen. Adapun proporsi ekspor industri pengolahan pada era SBY tercatat sebesar 43,70 persen pada periode pertama dan 36,80 persen pada periode kedua.

Baca juga : Giring CS Dinilai Main Mata dengan Prabowo, Sekjen Ganjarian Spartan Pilih Hengkang dari PSI

Sedangkan pada era Jokowi, pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas hanya tumbuh 4,7 persen pada periode pertama (2014-2019), lalu melambat menjadi hanya 2,10 persen pada periode kedua (data 2019 hingga 2022).

Berly menjelaskan bahwa proporsi ekspor industri pengolahan di era mantan wali kota Solo itu justru tercatat lebih tinggi, yakni mencapai 44,40 persen pada periode pertama dan 45,80 persen pada periode kedua. Dia mengeklaim perlambatan yang tajam pada periode kedua Jokowi tersebut memang turut dipengaruhi oleh pandemi Covid-19.

“Jadi pertumbuhannya (di era Jokowi) turun. Namun proporsi ekspornya cenderung meningkat,” tutur Berly.

Baca juga : Heboh Harun Masiku di Indonesia, Novel Baswedan: KPK Tak Akan Tangkap

Selain itu, kata Berly, berdasarkan data investasi, rata-rata investasi langsung industri pengolahan di era Jokowi tercatat lebih tinggi, yakni pada periode pertama mencapai US$8,42 miliar dan periode kedua sudah mencapai US$7,42 miliar. Sementara di era SBY, rata-rata investasi langsung industri pengolahan hanya sebesar US$2,65 miliar pada periode pertamanya dan US$7,62 untuk periode kedua.

TagsCOVID-19JokowiSBYSusilo Bambang Yudhoyono

Related articles More from author

  • Bikin Aturan Stiker Khusus di Rumah OTG Covid-19, Anies Baswedan Panen Kritikan
    Nasional

    Genap 14 Hari Berlalu, Bagaimana Kondisi Terkini Anies Baswedan yang Terpapar Virus Corona?

    16 Desember 2020
    By Joni Sitohang
  • Serangan Corona Meningkat, Krisdayanti Sekeluarga Nekat Plesir ke Eropa
    Selebriti

    Serangan Corona Meningkat, Krisdayanti Sekeluarga Nekat Plesir ke Eropa

    18 Maret 2020
    By
  • Kontak Tani Nelayan Andalan
    Nasional

    Sebut Instruksi Cetak Sawah Baru Jokowi Sesat Pikir, Politisi Demokrat ini Beberkan Alternatif Solusi

    30 April 2020
    By Joni Sitohang
  • Aliansi BEM Indonesia Gelar Demo ‘Menghitung Hari Menuju Pengadilan Jokowi’ di DPR
    Nasional

    Aliansi BEM Indonesia Gelar Demo ‘Menghitung Hari Menuju Pengadilan Jokowi’ di DPR

    18 Oktober 2024
    By Joni Sitohang
  • Ancaman Reshuffle Tak Terbukti, Pengamat: Lama-lama Kemarahan Jokowi Hilang Kredibilitasnya
    Nasional

    Pemilih Jokowi dan Prabowo Tolak Presiden 3 Periode

    16 Oktober 2021
    By Joni Sitohang
  • Lempar Sindiran Halus di Hadapan Jokowi, Anies Sebut DKI Tak Lagi Jadi 10 Kota Termacet Dunia
    Nasional

    Lempar Sindiran Halus di Hadapan Jokowi, Anies Sebut DKI Tak Lagi Jadi 10 Kota Termacet Dunia

    9 Februari 2021
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Serikat Buruh Umumkan Dukung Polri Usut Tuntas Korupsi, Dorong Penegakan Hukum Tak Pandang Bulu
    Nasional

    Serikat Buruh Umumkan Dukung Polri Usut Tuntas Korupsi, Dorong Penegakan Hukum Tak Pandang Bulu

  • Sempat Bangkrut, Deddy Corbuzier Bangkit Usai Berbakti pada Almarhum Ayah
    Selebriti

    Sempat Bangkrut, Deddy Corbuzier Bangkit Usai Berbakti pada Almarhum Ayah

  • Protes ‘Project Restart’ Premier League, 50 Pemain Siap Mogok
    Olahraga

    Protes ‘Project Restart’ Premier League, 50 Pemain Siap Mogok

  • Australia Penghasil Gas Alam Terbesar
    Internasional

    Salip Qatar, Australia Menjadi Produsen Gas Alam Nomor Wahid

  • Ekonom: BLT untuk 'Rakyat Miskin Baru' Terdampak Corona Mestinya 2-2,5 Juta Bukan 600 Ribu per Keluarga
    Nasional

    Ekonom: BLT untuk ‘Rakyat Miskin Baru’ Terdampak Corona Mestinya 2-2,5 Juta Bukan 600 Ribu per Keluarga

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.