TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Usai ‘Bela’ Putin, Kepala Angkatan Laut Jerman Pilih Mundur

Usai ‘Bela’ Putin, Kepala Angkatan Laut Jerman Pilih Mundur

By Bagas F Sinaga
25 Januari 2022
418
0
Usai 'Bela' Putin, Kepala Angkatan Laut Jerman Pilih Mundur

TIKTAK.ID – Kepala Angkatan Laut Jerman mengundurkan diri setelah mengatakan bahwa tuduhan Rusia akan menyerang Ukraina tak lebih dari omong kosong belaka.

Kay-Achim Schönbach mengatakan tuduhan bahwa Rusia ingin menyerang Ukraina adalah omong kosong. Dia menambahkan bahwa semua yang diinginkan Presiden Vladimir Putin adalah rasa hormat, seperti yang dilansir BBC.

Sejumlah negara Barat telah memasok senjata ke Ukraina, termasuk AS dan Inggris. Tetapi Jerman menolak permintaan amunisi dari Ukraina.

Rusia telah membantah klaim bahwa mereka berencana untuk menyerang Ukraina.

Namun Presiden Putin telah mengeluarkan tuntutan kepada Barat yang menurutnya menyangkut keamanan Rusia, termasuk agar Ukraina dihentikan dari aliansi pertahanan militer NATO.

Dia juga ingin NATO membatalkan latihan militernya dan berhenti mengirim senjata ke Eropa timur, sebab Putin melihat hal ini sebagai ancaman langsung terhadap keamanan Rusia.

Sementara itu, Inggris menuduh Putin merencanakan untuk memasang tokoh pro-Moskow untuk memimpin Pemerintah Ukraina.

Schönbach mengatakan pada Sabtu (22/1/22) kemarin bahwa dia telah mengundurkan diri dari perannya “dengan segera” untuk “mencegah kerusakan lebih lanjut”.

Dia membuat komentar kontroversialnya itu saat berbicara di sebuah diskusi think-tank di India pada Jumat sebelumnya dan video itu kemudian dipublikasikan ke media sosial.

Dalam video tersebut, Schönbach mengatakan bahwa Putin perlu diperlakukan sama oleh Barat.

“Sangat mudah untuk memberinya rasa hormat yang benar-benar dia tuntut -dan mungkin juga pantas mendapatkannya,” katanya.

Dia menambahkan bahwa semenanjung Krimea, yang dicaplok Rusia pada 2014, “hilang dan tidak akan pernah kembali”.

Kementerian Luar Negeri Ukraina menggambarkan komentar Schönbach sebagai “sangat tidak dapat diterima”.

Kepala NATO telah memperingatkan ada risiko nyata konflik baru di Eropa setelah sekitar 100.000 tentara Rusia berkumpul di perbatasan.

Sekitar 90 ton “bantuan mematikan” AS tiba di Ukraina pada Sabtu (22/1/22), dan Inggris mengumumkan awal pekan ini bahwa mereka akan mengirim senjata pertahanan dan pasukan tambahan untuk pelatihan. Beberapa anggota NATO lainnya mengirim peralatan militer atau mengerahkan pasukan.

Jerman telah menolak untuk mengirim senjata, sebaliknya menawarkan untuk mengirim Ukraina sebuah rumah sakit lapangan. Penolakan ini dilaporkan telah memblokir upaya Estonia untuk mengirim senjata asal Jerman ke Ukraina, menurut Wall Street Journal.

Menteri Pertahanan, Christine Lambrecht mengatakan kepada surat kabar Welt am Sonntag bahwa Berlin telah mengirimkan respirator ke Ukraina dan tentara Ukraina yang terluka parah dirawat di rumah sakit militer Jerman.

Ukraina mengecam tanggapan Jerman, menuduh Berlin merusak persatuan Barat dengan menolak mentransfer senjata ke Ukraina atau mengizinkan beberapa sekutunya melakukannya.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba mengatakan dalam serangkaian posting di Twitter bahwa sikap Jerman mendorong Putin untuk melancarkan serangan.

Dalam sebuah wawancara dengan Sky News pada Minggu (23/1/22), Duta Besar Ukraina untuk Inggris, Vadym Prystaiko meminta Jerman untuk memainkan “peran penting”.

“Jika mereka tidak siap memberi kami senjata, senjata pertahanan, oke, mereka mungkin melakukan sesuatu yang lain yang akan membantu kami,” katanya.

Prystaiko mengatakan dia “benar-benar” ingin melihat Jerman memblokir pipa gas Nord Stream 2 Rusia.

Pipa tersebut mengalir dari Rusia ke Jerman di bawah Laut Baltik, dan, jika diberikan izin peraturan, akan meningkatkan ekspor gas Moskow ke Eropa. Kepresidenan Ukraina menggambarkannya sebagai “senjata geopolitik berbahaya”.

Persetujuan untuk proyek tersebut saat ini sedang diputuskan oleh regulator energi Jerman.

TagsBerita Dunia Hari IniJermanKay-Achim Schönbachkepala Angkatan Laut JermanRusiaUkrainaVladimir Putin

Related articles More from author

  • Aksi Trump Sambangi Pendukungnya di Masa Karantina, Menuai Kritik Pakar Medis RS yang Merawatnya
    Internasional

    Aksi Trump Sambangi Pendukungnya di Masa Karantina, Menuai Kritik Pakar Medis RS yang Merawatnya

    5 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Seorang Wali Kota di Brasil Serang Presiden Bolsonaro
    Internasional

    Seorang Wali Kota di Brasil Serang Presiden Bolsonaro

    26 Mei 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Uni Eropa Minta Pakistan Kecam Rusia, Khan: Apakah Kami Budakmu?
    Internasional

    Uni Eropa Minta Pakistan Kecam Rusia, Khan: Apakah Kami Budakmu?

    8 Maret 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Taliban Deklarasikan Terbentuknya Negara ‘Imarah Islam Afghanistan’
    Internasional

    Taliban Deklarasikan Terbentuknya Negara ‘Imarah Islam Afghanistan’

    21 Agustus 2021
    By William Putra Wijaya
  • Jubir Kementerian Pertahanan China, Tan Kefei
    Internasional

    China Tak Akan Tolerir Campur Tangan Asing Soal Taiwan

    9 April 2022
    By Bagas F Sinaga
  • TIKTAK.ID - Beijing Bersumpah Balas Setimpal Jika Amerika Usir Wartawan China
    Internasional

    China Jatuhkan Sanksi Balasan terhadap AS

    26 Juli 2021
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Ketua Dewan Syuro IJABI Jalaluddin Rakhmat
    Nasional

    Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Ketua Dewan Syuro IJABI Jalaluddin Rakhmat

  • Agar Tak Terus Timbulkan Polemik dan Langgar Konstitusi, MPR Sarankan DPR Tolak Perppu Corona dan Menggantinya dengan APBN-P
    Nasional

    Agar Tak Terus Timbulkan Polemik dan Langgar Konstitusi, MPR Sarankan DPR Tolak Perppu Corona dan Menggantinya dengan APBN-P

  • Diisukan Lompat ke PKS, Romahurmuziy Klaim Sandiaga Uno Sudah 96 Persen Gabung PPP
    Nasional

    Diisukan Lompat ke PKS, Romahurmuziy Klaim Sandiaga Uno Sudah 96 Persen Gabung PPP

  • Pasca 2020, Layanan Cloud Print Bakal 'Dibunuh' Google
    Teknologi

    Pasca 2020, Layanan Cloud Print Bakal ‘Dibunuh’ Google

  • Dahlan Iskan: Ade Armando Tenggelamkan Isu Utama yang Diperjuangkan Mahasiswa
    Nasional

    Dahlan Iskan: Ade Armando Tenggelamkan Isu Utama yang Diperjuangkan Mahasiswa

Artikel Terbaru

  • Kejagung Segel Perusahaan Milik Don Ritto di SCBD Terkait Kasus Febrie 29 September 2026
  • Android vs iPhone: Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu? 29 September 2026
  • Cara Mengatasi Varises secara Alami dan Kapan ke Dokter 29 September 2026
  • The Classroom Ajak Ditjen Hortikultura Kementan Jajal Podcast di detikPagi 29 September 2026
  • Cara Mengatasi WiFi HP Lemot dan Tidak Stabil dengan Mudah 29 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (59)
  • Keuangan (10)
  • Kuliner (1,058)
  • Nasional (7,945)
  • Olahraga (1,135)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,223)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.