TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Bahas Turunnya Indeks Demokrasi RI, Habibie Center Sebut Nama Hitler

Bahas Turunnya Indeks Demokrasi RI, Habibie Center Sebut Nama Hitler

By Joni Sitohang
13 November 2021
754
0
Bahas Turunnya Indeks Demokrasi RI, Habibie Center Sebut Nama Hitler

TIKTAK.ID – Direktur Riset Habibie Center, Dewi Fortuna Anwar menyoroti indeks demokrasi di Indonesia yang terus merosot sejak 2015 silam. Dewi mengutip data Economical Intelligence Unit (EUI) yang menyatakan bahwa indeks penilaian demokrasi Indonesia pada 2015 memegang skor 7,03, sedangkan pada 2020 hanya memperoleh angka 6,30 poin.

Kemudian Dewi mengkritik kondisi di Indonesia yang mereduksi nilai demokrasi hanya sebatas telah menyelenggarakan Pemilu. Dia lantas mengingatkan dengan nada menyindir, bahwa Adolf Hitler pun memimpin Jerman usai terpilih dalam Pemilu.

“Jadi jangan kita mereduksi hal-hal demokrasi dengan hanya sekadar Pemilu. Hitler juga terpilih secara elektoral dulu, menang Pemilu dia. Namun dia menjalankan politik yang tidak demokratis,” terang Dewi dalam webinar Habibie Center, Kamis (11/10/21), seperti dilansir CNN Indonesia.

Baca juga : Di-roasting Kiky, Anies Baswedan: Untung Pakai Baju Pemadam, Jadi Tahan Panas

Dewi pun mengatakan demokrasi yang substantif adalah bentuk perlindungan kepada masyarakat, baik perlindungan terhadap hak sipil, hak politik, dan lainnya.

Tidak hanya itu, berdasarkan data Freedom House Democracy Index, skor penilaian hak politik dan hak sipil Indonesia diketahui juga semakin turun, terhitung sejak 2017 sampai 2021. Hak politik Indonesia pada 2017 disebut mendapat poin 31/40, sedangkan hak sipil sebesar 34/40.

Sementara pada 2021, hak politik Indonesia menurun menjadi 30/40, terlebih hak sipil merosot tajam menjadi 29/40.

Menanggapi hal itu, Dewi berpendapat tanpa perlindungan terhadap hak sipil dan hak politik, maka suatu negara atau pemerintahan tidak bisa disebut demokratis.

Baca juga : Relawan Kawan Sandi Banjarmasin Deklarasi Dukung Sandiaga Uno Capres 2024

“Demokrasi itu memang [ada] pemilihan, ada yang berkontestasi, serta yang menang diberi hak berkuasa. Namun prinsip demokrasi bukan winner takes all, [lalu] yang kalah dimarjinalkan,” jelas Dewi.

Lebih lanjut, Dewi menyinggung mengenai indikasi kemunculan oligarki saat ini. Dia menilai penting untuk memegang prinsip majority rules, minority rights. Dia menerangkan, hal itu berarti kelompok mayoritas mempunyai kesempatan untuk menentukan kebijakan yang dibutuhkan, tapi pada saat bersamaan kelompok minoritas juga tetap diberi haknya.

“Jadi bukan untuk oligarki, dan bukan untuk hegemoni winner takes all. Sebab, winner takes all itu tidak demokratis,” tegas Dewi.

Tagsadolf hitlerHabibie CenterHitler

Related articles More from author

  • Dianggap Hina Presiden, Pria Prancis Didenda 167 Juta
    Internasional

    Dianggap Hina Presiden, Pria Prancis Didenda 167 Juta

    18 September 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Putin: Polandia Berkolusi dengan Hitler Pada Perang Dunia II
    Internasional

    Putin: Polandia Berkolusi dengan Hitler Pada Perang Dunia II

    25 Desember 2019
    By Bagas F Sinaga
  • Wow, Anies Baswedan Beri Diskotik dan Klub Penghargaan Anugerah Adikarya Wisata
    Nasional

    Wow, Anies Baswedan Beri Diskotik dan Klub Penghargaan Anugerah Adikarya Wisata

    14 Desember 2019
    By Johan Arif
  • Tak Ingin Polarisasi Seperti Pilpres 2019, PKS Ingin Ada Lebih dari 2 Poros
    Nasional

    Tak Ingin Polarisasi Seperti Pilpres 2019, PKS Ingin Ada Lebih dari 2 Poros

    26 September 2023
    By Joni Sitohang
  • Kubu AMIN Sebut Sistem Sirekap Sengaja Disetting Otomatis Menangkan Paslon Tertentu di Atas 50%
    Nasional

    Kubu AMIN Sebut Sistem Sirekap Sengaja Disetting Otomatis Menangkan Paslon Tertentu di Atas 50%

    22 Februari 2024
    By Joni Sitohang
  • Aksi Jokowi Perbaiki Jalan Rusak di Lampung Tuai Kritikan Guru Besar Unpad, Kenapa?
    Nasional

    Aksi Jokowi Perbaiki Jalan Rusak di Lampung Tuai Kritikan Guru Besar Unpad, Kenapa?

    10 Mei 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • maskapai Susi Air
    Nasional

    Ini Jawaban Susi Pudjiastuti Saat Ditanya Kesiapannya Nyapres 2024

  • Geram Penyaluran BLT dan BST Sangat Lambat, Jokowi Tegur 3 Menterinya
    Nasional

    Geram Penyaluran BLT dan BST Sangat Lambat, Jokowi Tegur 3 Menterinya

  • Bukan Putih, Ini Warna Gigi yang Sehat
    Tips & Tutorial

    Bukan Putih, Ini Warna Gigi yang Sehat

  • Prabowo Mendadak Panggil Dirut Pertamina, Ada Apa?
    Nasional

    Prabowo Mendadak Panggil Dirut Pertamina, Ada Apa?

  • Diduga Bocorkan Informasi Sangat Rahasia, Kepala Intelijen Denmark Ditangkap
    Internasional

    Diduga Bocorkan Informasi Sangat Rahasia, Kepala Intelijen Denmark Ditangkap

Artikel Terbaru

  • Cara Mengubah Ukuran Teks di HP Android dan iPhone dengan Mudah 21 Oktober 2026
  • KSP Listyo Kawal Program Industrialisasi: Buka Lapangan Kerja Baru 21 Oktober 2026
  • Cara Merawat Paru-Paru agar Napas Tetap Bebas dan Sehat 21 Oktober 2026
  • Cara Mudah Membuat Sambal Terasi Enak Sederhana untuk Pemula 20 Oktober 2026
  • Biodata Bambang Pamungkas: Profil Legenda Sepak Bola Indonesia 20 Oktober 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (81)
  • Keuangan (19)
  • Kuliner (1,065)
  • Nasional (8,000)
  • Olahraga (1,143)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,268)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.