TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Putin: Taliban adalah Kenyataan yang Harus Diterima

Putin: Taliban adalah Kenyataan yang Harus Diterima

By William Putra Wijaya
23 Agustus 2021
895
0
Putin: Taliban adalah Kenyataan yang Harus Diterima

TIKTAK.ID – Ketika AS dan Eropa berlomba mengevakuasi warga dan rekan Afghanistannya dari Kabul minggu ini, Rusia malah kebalikannya, menjadi salah satu dari sedikit negara yang tidak terlalu khawatir dengan pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban.

Para diplomat Rusia menggambarkan orang-orang baru di kota itu sebagai “orang-orang normal” dan berpendapat bahwa Ibu Kota sekarang lebih aman daripada sebelumnya. Presiden Vladimir Putin mengatakan pada Jumat (20/8/21) bahwa pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban adalah kenyataan yang harus mereka terima, seperti yang dilaporkan BBC.

Tidak seperti kebanyakan kedutaan asing di Ibu Kota Kabul, Rusia mengatakan misi diplomatiknya tetap terbuka dan disambut hangat oleh penguasa baru. Duta Besar Dmitry Zhirnov bertemu dengan perwakilan Taliban dalam waktu 48 jam setelah pengambilalihan dan mengatakan dia tidak melihat bukti pembalasan atau kekerasan yang akan dilakukan Taliban.

Perwakilan Moskow untuk PBB, Vassily Nebenzia berbicara tentang masa depan rekonsiliasi nasional yang cerah, dengan hukum dan ketertiban kembali ke jalan-jalan dan “berakhirnya pertumpahan darah selama bertahun-tahun”.

Utusan khusus Presiden Putin untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, bahkan mengatakan bahwa Taliban lebih mudah untuk diajak bernegosiasi daripada “pemerintah boneka” lama Presiden Ashraf Ghani yang melarikan diri.

Rusia tidak berlomba untuk mengakui Taliban sebagai penguasa Afghanistan, tetapi ada retorika yang melunak. Kantor berita negara Tass minggu ini mengganti istilah “teroris” dengan “radikal” dalam laporannya tentang Taliban.

Moskow telah membangun kontak dengan Taliban selama beberapa waktu. Meskipun Taliban telah masuk dalam daftar teroris dan organisasi terlarang Rusia sejak 2003, perwakilan kelompok itu telah datang ke Moskow untuk melakukan pembicaraan sejak 2018.

Mantan Pemerintah Afghanistan yang didukung Barat menuduh utusan Presiden Rusia menjadi pendukung terbuka Taliban dan mengecualikan Pemerintah resmi Afghan dari tiga tahun pembicaraan Moskow.

Kabulov membantahnya dan mengatakan mereka tidak berterima kasih. Namun sejauh 2015 dia mengatakan Rusia memiliki kepentingan yang sama dengan Taliban untuk memerangi kelompok Negara Islam (IS).

Itu tidak luput dari perhatian di Washington. Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson menuduh Rusia pada Agustus 2017 memasok senjata ke Taliban, sebuah pernyataan yang ditolak Moskow dan digambarkan sebagai “membingungkan”.

Kementerian Luar Negeri di Moskow mengatakan telah “meminta rekan-rekan Amerikanya untuk memberikan bukti, tetapi tidak ada bukti… kami tidak memberikan dukungan apa pun kepada Taliban”.

Pada Februari tahun ini, Kabulov membuat marah Pemerintah Afghanistan dengan memuji Taliban karena memenuhi sisi perjanjian Doha “dengan rapi” sambil menuduh Kabul menyabotasenya.

TagsAfghanistanBerita Dunia Hari IniBerita timur tengahPresiden RusiaRusiaTalibanVladimir Putin

Related articles More from author

  • Usai Perayaan Idulfitri, Militer Afghanistan dan Milisi Taliban Kembali Saling Serang
    Internasional

    Usai Perayaan Idulfitri, Militer Afghanistan dan Milisi Taliban Kembali Saling Serang

    30 Mei 2020
    By Bagas F Sinaga
  • AS dan NATO Mulai Berkemas, Siap Hengkang dari Afghanistan?
    Internasional

    AS dan NATO Mulai Berkemas, Siap Hengkang dari Afghanistan?

    2 Mei 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Posisi Presiden Brasil Diujung Tanduk
    Internasional

    Posisi Presiden Brasil Diujung Tanduk

    26 April 2020
    By William Putra Wijaya
  • Presiden Sementara Peru Resmi Mengundurkan Diri
    Internasional

    Presiden Sementara Peru Resmi Mengundurkan Diri

    22 November 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Di Jepang, Ada ‘Menteri Kesepian’
    Internasional

    Di Jepang, Ada ‘Menteri Kesepian’

    13 Februari 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Resolusi Indonesia di PBB yang Sudah Disetuji 14 Negara Langsung Diveto Amerika, Balas Dendam Gagal Tekan Iran?
    Internasional

    Resolusi Indonesia di PBB yang Sudah Disetuji 14 Negara Langsung Diveto Amerika, Balas Dendam Gagal Tekan Iran?

    3 September 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Gibran Ngaku Ikut Pasang Baliho Puan di Solo karena Instruksi Partai
    Nasional

    Gibran Ngaku Ikut Pasang Baliho Puan di Solo karena Instruksi Partai

  • Ahok Bentuk Tim Khusus di Pertamina, Andre Rosiade Ingatkan Soal ini
    Nasional

    Ahok Bentuk Tim Khusus di Pertamina, Andre Rosiade Ingatkan Soal ini

  • Akademisi Hingga Komika Desak DPR Taati Putusan MK
    Nasional

    Akademisi Hingga Komika Desak DPR Taati Putusan MK

  • Presiden FIFA Bakal Bertemu Jokowi Sebelum Pembukaan Piala Dunia U-17
    NasionalOlahraga

    Presiden FIFA Bakal Bertemu Jokowi Sebelum Pembukaan Piala Dunia U-17

  • Seberapa Seram Dampak Persoalan 'Kirim Data dan Jeroan Pengguna TikTok' ke China?
    Teknologi

    TikTok Cegah ‘Challenge’ Berbahaya

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.