TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Declassified: Pasukan Inggris ‘Diam-diam Beroperasi Bantu Saudi di Yaman’

Declassified: Pasukan Inggris ‘Diam-diam Beroperasi Bantu Saudi di Yaman’

By William Putra Wijaya
7 Juli 2021
447
0
Declassified: Pasukan Inggris 'Diam-diam Beroperasi Bantu Saudi di Yaman'

TIKTAK.ID – Sebuah laporan media Declassified menyebut berada di Bandara Al-Ghaydah, Mahra, Yaman Timur. Di lokasi itu kelompok Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa pasukan Arab Saudi menjalankan kamp penjara dan menyiksa para tananan dengan kejam.

Dilansir dailymaverick.co.za, Selasa (6/7/21), pasukan Inggris diyakini telah berpangkalan di bandara selama berbulan-bulan. Seorang jurnalis lokal yang tergabung dengan pasukan Saudi di bandara, Naser Hakem Abdullah Awidh mengatakan kepada Declassified bahwa dia telah melihat pasukan Inggris di sana tahun ini.

“Mereka memiliki kekuatan yang lengkap. Kami tidak bisa mengatakan mereka masih kecil,” kata Naser.

Ia mengatakan bahwa pasukan Inggris diduga menghabiskan hari libur mereka dengan melakukan perjalanan wisata menggunakan pakaian sipil ke situs arkeologi di wialayah lokal.

Seorang syekh dari suku yang memimpin protes untuk menentang kehadiran pasukan Saudi di provinsi Mahra, Hameed Zaabnoot mengatakan bahwa staf di bandara Al-Ghaydah telah melihat kehadiran pasukan Inggris.

Zaabnoot memahami bahwa pasukan Inggris ditempatkan di bagian-bagian tertentu dari bandara. Dia mengatakan, “Tugas yang diberikan kepada mereka sejauh ini adalah pelatihan militer dan dukungan logistik, baik untuk pasukan Saudi maupun milisi yang didukung Saudi yang merupakan elemen dari Dewan Transisi Selatan,” yaitu sebuah kelompok separatis di Yaman.

“Jumlah pasukan Inggris… adalah antara 20 dan 30 instruktur, 10 di antaranya permanen,” kata Zaabnoot.

Ia mengatakan mereka diterbangkan ke bandara dengan pesawat militer Saudi dan melewati pemeriksaan visa secara normal.

“Pasukan Saudi menerapkan tindakan keamanan yang ketat terhadap personel sipil atau militer di dalam bandara,” jelasnya, seraya menambahkan bahwa ponsel dilarang, sehingga sulit bagi siapa pun untuk memotret pasukan Inggris.

Duta Besar Inggris tak membantah pasukannya ada di Yaman. Dalam sebuah wawancara dalam bahasa Arab yang disiarkan akhir bulan lalu oleh saluran TV Al-Mahriah Yaman, Duta Besar Inggris Michael Aron berulang kali ditanyai atas tuduhan bahwa pasukan Inggris telah terlihat di timur negara itu.

Aron tidak menyangkal tuduhan itu, dengan mengatakan, “Kami mendukung upaya memerangi terorisme dan penyelundupan. Ini adalah posisi kami untuk waktu yang lama.”

Ia mengklaim memiliki hubungan yang baik dan mendalam dengan Pemerintah yang sah.

Sementara itu, kelompok pembela Hak Asasi Manusia yang berbasis di Jenewa, SAM for Rights and Liberties, mengatakan kepada Declassified bahwa orang-orang Yaman disiksa oleh pasukan Saudi yang didukung Inggris di bandara.

Presiden SAM for Rights dan Liberties, Tawfiq Alhamidi, mengatakan, “Pasukan Saudi mengoperasikan penjara bandara yang menerima dukungan logistik dan pelatihan militer dari pasukan Inggris yang ditempatkan di bandara sejak awal tahun ini.”

Dia menambahkan, “Ada banyak pelanggaran, beberapa di antaranya merupakan kejahatan perang seperti penyiksaan, penghilangan paksa, [dan] deportasi paksa di luar perbatasan Republik Yaman.”

Berdasarkan kesaksian yang diterima kelompoknya, Alhamidi mengatakan bandara tersebut memiliki “ruang bawah tanah yang besar” dan digunakan oleh pasukan asing.

Dia menuntut agar bandara itu dikembalikan ke tangan sipil, dengan mengatakan “[bandara] itu bisa memainkan peran positif dalam mengurangi blokade yang mencekik” yang telah menyebabkan jutaan anak Yaman di ambang kelaparan.

“[Bandara] Itu akan membantu kebebasan bergerak ke luar Yaman, terutama bagi orang sakit, orang tua, dan anak-anak,” keluhnya. “Mengubah fasilitas ini menjadi penjara di mana penahanan sewenang-wenang dan penyiksaan dipraktikkan adalah kejahatan di bawah Konvensi Jenewa dan Konvensi Roma yang membentuk Pengadilan Kriminal [Internasional].”

Pernyataan yang sama juga disampaikan Human Rights Watch yang menuduh pasukan Saudi merespons protes terhadap kehadiran mereka di Mahra dengan “menangkap para demonstran secara sewenang-wenang” dan menyiksa mereka di fasilitas penahanan bandara.

Setidaknya lima tahanan dihilangkan secara paksa selama berbulan-bulan dan dipindahkan secara ilegal ke Arab Saudi, klaim kelompok itu.

Michael Page dari Human Rights Watch mengatakan Maret lalu, penyiksaan dan pengusiran warga Mahra “adalah kengerian lain yang dapat ditambahkan ke daftar perilaku melanggar hukum koalisi pimpinan Saudi di Yaman”.

TagsArab SaudiJenewaSaudiYaman

Related articles More from author

  • Malaysia Dianggap Lebih Berpeluang Ketimbang Timnas Indonesia di Piala Asia
    Olahraga

    Malaysia Dianggap Lebih Berpeluang Ketimbang Timnas Indonesia di Piala Asia

    12 Desember 2023
    By Mahdi Yahya
  • Rizieq Shihab: Pemerintah Indonesia yang Gelar Sinetron Pencekalan ini
    Nasional

    Rizieq Shihab: Pemerintah Indonesia yang Gelar Sinetron Pencekalan ini

    3 Desember 2019
    By Johan Arif
  • Pasukan Amerika Bayaran Datang ke Arab Saudi
    Internasional

    Riyadh membayar $500 juta untuk kehadiran pasukan AS di Arab Saudi

    18 Januari 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Pengadilan AS Kirim Surat Panggilan ke Putra Mahkota Saudi terkait Kasus Penyiksaan dan Upaya Pembunuhan
    Internasional

    Pengadilan AS Kirim Surat Panggilan ke Putra Mahkota Saudi terkait Kasus Penyiksaan dan Upaya Pembunuhan

    3 November 2020
    By William Putra Wijaya
  • Laporan 9/11 AS Bakal Ungkap Peran Kerajaan Saudi
    Internasional

    Laporan 9/11 AS Bakal Ungkap Peran Kerajaan Saudi

    11 September 2021
    By William Putra Wijaya
  • TIKTAK.ID - Saudi Hukum Mati Lima Tersangka Pembunuh Khashoggi
    Internasional

    Saudi Hukum Mati Lima Tersangka Pembunuh Khashoggi

    24 Desember 2019
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • TIKTAK.ID - Masya Allah! Anggota Fatwa MUI Ini Cabuli Remaja Sesama Jenis di Kalsel
    Nasional

    Na’udzu billah! Anggota Fatwa MUI Ini Cabuli Remaja Sesama Jenis di Kalsel

  • TIKTAK.ID - Viral, Ternyata Ada Kamar Rahasia Khusus Pilot dan Pramugari
    Viral

    Viral, Ternyata Ada Kamar Rahasia Khusus Pilot dan Pramugari

  • Daftar 22 Pemain Timnas Indonesia U-16 untuk Laga Uji Coba UEA
    Olahraga

    Daftar 22 Pemain Timnas Indonesia U-16 untuk Laga Uji Coba UEA

  • Ini Alasan Kak Seto Pertahankan Gaya Rambut The Beatles Selama 50 Tahun
    Selebriti

    Ini Alasan Kak Seto Pertahankan Gaya Rambut The Beatles Selama 50 Tahun

  • PPATK Siap Telusuri Aliran Dana Pagar Laut Tangerang
    Nasional

    PPATK Siap Telusuri Aliran Dana Pagar Laut Tangerang

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.