TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Gerakan Dengarkan ‘Indonesia Raya’ di Yogyakarta Tuai Pro Kontra

Gerakan Dengarkan ‘Indonesia Raya’ di Yogyakarta Tuai Pro Kontra

By Johan Arif
23 Mei 2021
445
0
Gerakan Dengarkan 'Indonesia Raya' di Yogyakarta Tuai Pro Kontra

TIKTAK.ID – Gerakan rutin melantunkan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) nenuai pro dan kontra. Gerakan tersebut perdana dimulai pada Kamis (20/5/21) pagi hari.

Bertajuk “Indonesia Raya Bergema”, gerakan tersebut memperoleh dukungan dari Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana. Ia memandang gerakan tersebut bakal menyuburkan nasionalisme bagi warga Yogyakarta.

“Saya mendukung gerakan ini, apalagi kini memang Indonesia Raya tak terlalu massif digaungkan di masyarakat, kecuali momen-momen tertentu. Untuk PNS, anak sekolah, tentu masih kerap melantunkan saat upacara. Namun adik-adik mahasiswa, pekerja sektor informal, di dusun-dusun cukup jarang dinyanyikan,” jelas Huda Kamis (20/5/21) seperti dilansir CNN Indonesia.

Huda mengkhawatirkan “Indonesia Raya” bisa kalah populer dibandingkan lagu-lagu yang kekinian yang kian populer di tengah anak milenial.

Menurut Huda, gerakan ini ibarat mengingatkannya di tengah kesulitan memperjuangkan kemerdekaan. Saat itu Yogyakarta rela berkorban mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sri Sultan HB IX selaku Raja Keraton Yogyakarta pada masa awal kemerdekaan di garis depan memimpin perjuangan rakyat. Bahkan, ia memfasilitasi dan memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan bagi tokoh-tokoh pemimpin Indonesia, termasuk agar berkantor di Yogyakarta.

“Sehingga sebagaimana kita ketahui bersama masa sulit itu berlalu serta andil besar Yogyakarta tercatat dalam tinta emas negara ini. Andil besar perjuangan kemerdekaan serta membangun semangat patriotisme serta nasionalisme,” sebut Huda.

Huda mengharapkan gerakan “Indonesia Raya Bergema” tersebut dapat memupuk semangat gotong-royong serta kebersamaan di masa pandemi virus Corona (Covid-19).

“Semoga kita dapat lalui masa sulit ini dengan izin Allah SWT serta semangat solidaritas bersama,” harapnya.

Sementara Kepala Pusat Studi Pancasila (PSP) UPN Veteran Yogyakarta, Lestanta Budiman mengharapkan Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X beserta jajarannya mempertimbangkan lagi ide tersebut.

Lestanta mengingatkan “Lagu Indonesia Raya” sebagai salah satu lambang negara. Pemerintah sudah mengatur tara cara pemakaiannya dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Pada Pasal 62 UU 24/2009 tentang saat “Indonesia Raya” diperdengarkan maka setiap orang wajib berdiri tegak dan memberi hormat.

“Lantaran pada pelaksanaannya bakal terjadi kontra produktif. Terutama tentang tata cara yang sudah diatur dalam perundangan,” jelas Lestanta.

TagsIndonesia RayaLagu KebangsaanYogyakarta

Related articles More from author

  • Warga Yogyakarta Tulis Surat ke Jokowi, Minta Menteri ATR Dipecat
    Nasional

    Warga Yogyakarta Tulis Surat ke Jokowi, Minta Menteri ATR Dipecat

    27 Januari 2021
    By Joni Sitohang
  • Hadiri Pelantikan Joe Biden, Lady Gaga Bawakan Lagu Kebangsaan Amerika Serikat
    Selebriti

    Hadiri Pelantikan Joe Biden, Lady Gaga Bawakan Lagu Kebangsaan Amerika Serikat

    21 Januari 2021
    By
  • Ade Armando Sebut ‘Politik Dinasti di Yogyakarta’, PSI: Tak Wakili Sikap Partai
    Nasional

    Ade Armando Sebut ‘Politik Dinasti di Yogyakarta’, PSI: Tak Wakili Sikap Partai

    6 Desember 2023
    By Joni Sitohang
  • Akademisi Sejarah Sebut Parodi 'Indonesia Raya' oleh Akun Diduga Milik Warga Malaysia sebagai 'Penghinaan Berat'
    Nasional

    Akademisi Sejarah Sebut Parodi ‘Indonesia Raya’ oleh Akun Diduga Milik Warga Malaysia sebagai ‘Penghinaan Berat’

    28 Desember 2020
    By Joni Sitohang
  • Lakukan Hal Ini untuk Atasi Kualitas Udara Buruk
    Tips & Tutorial

    Lakukan Hal Ini untuk Atasi Kualitas Udara Buruk

    15 Agustus 2023
    By Hendra Setiawan
  • Ngaku Terinspirasi Jokowi, Wanita ini Tebar Uang di Jalan Naik Mobil Hummer
    Nasional

    Ngaku Terinspirasi Jokowi, Wanita ini Tebar Uang di Jalan Naik Mobil Hummer

    11 Mei 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Dirjen WHO: Kerja Sama Internasional, Kunci Perang Lawan Covid-19
    Internasional

    Dirjen WHO: Kerja Sama Internasional, Kunci Perang Lawan Covid-19

  • Lama Tak Terdengar Kabarnya, SBY Mendadak Unggah 'Inna Lillahi...'
    Nasional

    Lama Tak Terdengar Kabarnya, SBY Mendadak Unggah ‘Inna Lillahi…’

  • Optimis Corona Teratasi, Anies: Warga Jakarta adalah Orang-Orang Tangguh
    Nasional

    DKI Pecah Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Anies Baswedan Malah Sangat Bersyukur. Lho?

  • Ganjar Silaturahmi ke Ulama Besar Saudi Sayyid Ahmad bin Muhammad Al Maliki
    Nasional

    Ganjar Silaturahmi ke Ulama Besar Saudi Sayyid Ahmad bin Muhammad Al Maliki

  • Fahri Hamzah Sebut Pemimpin ‘Main Belakang dan Pengecut’, Siapa yang Dimaksud?
    Nasional

    Fahri Hamzah Sebut Pemimpin ‘Main Belakang dan Pengecut’, Siapa yang Dimaksud?

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.