TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Megawati Kritik Habis Korupsi Benur tapi Tak Bahas Korupsi Bansos, Begini Kata Pengamat

Megawati Kritik Habis Korupsi Benur tapi Tak Bahas Korupsi Bansos, Begini Kata Pengamat

By Joni Sitohang
11 Januari 2021
595
0
Megawati Kritik Habis Korupsi Benur tapi Tak Bahas Korupsi Bansos, Begini Kata Pengamat

TIKTAK.ID – Pidato Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dalam webinar penghargaan Kalpataru pada Kamis (7/1/21) lalu, menjadi perhatian publik. Ketika itu, Mega mengkritik keras korupsi ekspor benur yang dilakukan mantan menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) dari Partai Gerindra, Edhy Prabowo.

Akan tetapi, Mega tidak menyinggung korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang dilakukan Menteri Sosial kader PDIP, Juliari P Batubara. Terkait kasus benur, Mega mengaku menyayangkan sumber daya alam Indonesia yang demikian berharga, namun justru diberikan ke pihak lain.

“Lautnya diobrak-abrik, yang namanya hanya karena masalah benur. Aduh, aku tuh kan lihat. Sudah halus, anak lobster kecil, paling besar segini, bening dia, nggak kelihatan. Saya sampai mikir, hanya karena uang kita berikan milik kita sendiri loh, sedih saya, sedih,” ucap Mega, seperti dilansir Sindonews.com.

Baca juga : Iwan Fals Ajak Netizen yang Komentari Blusukan Risma untuk Tobat

Merespons pidato Mega tersebut, pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Jakarta, Hendri Satrio, menilai hal itu wajar. Ia menyatakan jika Megawati menyinggung korupsi bansos, berarti sama saja menabur garam di atas luka sendiri, karena itu berkaitan dengan kader partainya.

“Ya ngapain dia menaburkan garam di luka sendiri. Kan pasti enggak mungkin juga,” terang pria yang akrab disapa Hensat itu, mengutip MNC Portal, Minggu (10/1/21).

Di sisi lain, Direktur Eksekutif KedaiKOPI ini menilai komunikasi politik Mega yang seperti itu justru malah mengingatkan publik mengenai korupsi bansos. Apalagi dua peristiwa korupsi tersebut berdekatan waktunya.

Baca juga : Fakta Seputar Tuduhan Blusukan Risma Rekayasa hingga Pemulung Gadungan

“Komunikasi politik Mega yang tidak menyinggung bansos sama sekali, malah bisa mengingatkan orang tentang bansos,” kata Hensat.

Hensat mengatakan, seharusnya Mega mengingatkan kader-kadernya soal korupsi bansos itu. Hal itu dapat menjadi pengingat agar kader-kader PDIP jangan bermain dengan korupsi.

“Mestinya dia bisa mengingatkan kader-kadernya enggak boleh korupsi, ditegaskan terus, diulang-ulang. Jangan malah menutup mata,” tutur Hensat.

Baca juga : Alasan Ketua APMI Laporkan Fadli Zon yang Nge-Like Konten Porno ke Polisi

Meski begitu, Hensat meyakini Mega pasti memiliki maksud yang sama agar kadernya tidak mengulang tindakan korupsi, baik menteri maupun para Kepala Daerah dari PDIP.

“Saya yakin Mega punya maksud lain untuk itu. Mudah-mudahan saja kasus Juliari ini tidak terulang lagi, baik di level menteri maupun di Kepala-kepala daerah asal PDIP lainnya yang juga banyak tertangkap tangan korupsi,” tegas Hensat.

TagsCoronaCOVID-19Edhy PrabowoGerindraJuliari P. BatubaraKorupsiKorupsi BansosMantan Menteri Kelautan dan PerikananMegawatiPDIP

Related articles More from author

  • Basmi Kuman Pakai Tisu Basah Antiseptik, Gunakan Cara Efektif Berikut ini
    Tips & Tutorial

    Basmi Kuman Pakai Tisu Basah Antiseptik, Gunakan Cara Efektif Berikut ini

    11 Agustus 2020
    By Hendra Setiawan
  • Jokowi Jawab Kritik Susi soal Ekspor Benih Lobster
    Nasional

    Jokowi Jawab Kritik Susi soal Ekspor Benih Lobster

    18 Desember 2019
    By Johan Arif
  • Panas dengan Cuitan Said Didu Soal Cukong Pimpinan Parpol, Dahnil Jubir Prabowo Dicap Baper
    Nasional

    Ditanya Sikap Prabowo Atas Pengesahan UU Cipta Kerja, Begini Jawaban Dahnil Anzar

    10 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Zulhas: Ahmad Luthfi Sudah Ajukan Pengunduran Diri
    Nasional

    Zulhas: Ahmad Luthfi Sudah Ajukan Pengunduran Diri

    11 September 2024
    By Joni Sitohang
  • Yakin Wabah Corona di Indonesia Tuntas Akhir Tahun ini, Jokowi Pastikan Sektor Pariwisata 2021 Booming Lagi
    Nasional

    Yakin Wabah Corona di Indonesia Tuntas Akhir Tahun ini, Jokowi Pastikan Sektor Pariwisata 2021 Booming Lagi

    17 April 2020
    By Johan Arif
  • Pengusaha Jamu Keberatan Satgas Covid-19 DPR Malah Impor Jamu dari China
    Nasional

    Pengusaha Jamu Keberatan Satgas Covid-19 DPR Malah Impor Jamu dari China

    28 April 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Golkar Buka Pintu Lebar dan Siapkan Karpet Merah untuk Jokowi, Gibran, dan Maruarar Sirait
    Nasional

    Golkar Buka Pintu Lebar dan Siapkan Karpet Merah untuk Jokowi, Gibran, dan Maruarar Sirait

  • Respons Panglima TNI Andika Soal Eks Tim Mawar Jadi Pangdam Jaya
    Nasional

    Respons Panglima TNI Andika Soal Eks Tim Mawar Jadi Pangdam Jaya

  • Pengamat Minta PSSI Rapatkan Barisan dan Satu Suara di Publik
    Olahraga

    Pengamat Minta PSSI Rapatkan Barisan dan Satu Suara di Publik

  • TIKTAK.ID - Masya Allah! Anggota Fatwa MUI Ini Cabuli Remaja Sesama Jenis di Kalsel
    Nasional

    Na’udzu billah! Anggota Fatwa MUI Ini Cabuli Remaja Sesama Jenis di Kalsel

  • D.O EXO Jadi Incaran untuk Peran Jaksa di Drama Korea 'True Swordsmanship'
    Selebriti

    D.O EXO Jadi Incaran untuk Peran Jaksa di Drama Korea ‘True Swordsmanship’

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.