TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Aktivis Media Don Adam Sebut Ferdinand Hutahaean ‘Pengurus Partai Demokrat Terbodoh yang Pernah Ada’

Aktivis Media Don Adam Sebut Ferdinand Hutahaean ‘Pengurus Partai Demokrat Terbodoh yang Pernah Ada’

By Joni Sitohang
15 September 2020
2189
0
Aktivis Media Don Adam Sebut Ferdinand Hutahaean 'Pengurus Partai Demokrat Terbodoh yang Pernah Ada'

TIKTAK.ID – Sambil menyertakan link berita dari salah satu media yang memuat pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mencuitkan olok-olok tajam, “Tata kata oh tata kata..!!” diiringi tagar #PenangananCovidDKITerburuk lewat akun Twitter-nya pada Minggu (13/9/20) sore.

Serentak netizen menduga nyinyiran “tata kata” itu muncul akibat otak Ferdinand gagal memahami kalimat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang menyatakan “Tingkat kematian turun tapi jumlah orang yang meninggal meningkat”.

Tak ayal, Ferdinand pun mendadak jadi bulan-bulanan dan sasaran bully netizen, yang rata-rata menyangsikan tingkat pendidikan dan kemampuan otaknya. Pasalnya, dalam berita yang linknya disertakan Ferdinand, sudah ada penjelasan gamblang yang disampaikan Anies terkait pernyataannya tersebut.

Baca juga : Tiru Airlangga Sudutkan Anies, Rocky Gerung Sebut Ridwan Kamil dan Bima Arya Ikut ‘Orkestrasi ala Preman’

Itulah sebabnya mayoritas netizen merasa geregetan dan kesal dengan nyinyiran Ferdinand, lalu mengajarinya cara “paling sederhana” agar bisa mencerna pernyataan Anies tersebut.

“Jgn nyalahin org pinter kalo bodoh. Tingkat kematian itu persentase dimana ada pembagi yaitu jumlah total yg kena. Sedangkan jmlh kematian adalah angka yang mati tnpa peduli hal lain. Kl jumlah kematian naik sdgkan tingkt kematian turun, ARTINYA YG KENA LEBIH BYK LAGI! Gmn sih”, protes salah satu netizen menanggapi cuitan Ferdinand.

“Nggak ada yg salah dgn kalimat Anies Baswedan. Contoh. Th 2019, pasien DBD di kampungmu, 1000 dgn tingkat kematian 10%, berarti jumlah yg meninggal 100 orang. Sedangkan th 2020, pasiennya 5000 dgn tingkat kematian 5%, berarti yg meninggal 250 orang. Banyakan mana yg meninggal?” sambung netizen yang lain.

Baca juga : Benarkan MUI Hanya LSM, Ngabalin: Pengurus yang Main Politik dan Hujat Pemerintah Keluar Saja dari Sana

Tak cukup sampai di situ, ada juga yang tak kalah “sabar” mengajari Ferdinand dengan menyatakan, “Maksudnya begini: Tingkat kematian => fatality rate. Cth. Meninggal 1000 dari yg positif 10.000, maka fatality rate 10%. Kalau yg meninggal 1.500, dr kasus positif 30.000, maka fatality rate 5% (turun), tapi jumlah yg mati naik 500. Mudah2an paham”.

Bahkan ada pula yang sampai rela bersusah-susah memberikan ilustrasi semacam contoh soal demi membuat Ferdinand “tak susah memahami” istilah statistik yang disampaikan Anies.

“Gw bantu jelasin ya, biar gak bego2 amat. Contoh soal ya: Mati ÷ Total terpapar = Tingkat Kematian. 100 ÷ 1.000 = 10%. 150 ÷ 3.000 = 5%. Yg mati bertambah dari 100 ke 150, tapi Tingkat Kematian turun dr 10% ke 5%. Clear? Kalau blm ngerti jg, besok ikut remedial. Oh ya, SMA anda dimana?” tanya netizen tersebut menyindir balik Ferdinand.

Baca juga : Refly Harun Apresiasi Cara Anies Ambil Keputusan Cepat Hanya dengan Mencermati Gestur Jokowi

Sementara itu, senada dengan pendapat netizen yang ramai-ramai “menguliahi” Ferdinand, aktivis media sekaligus penggagas Don Adam Channel, lewat akun @DonAdam68 bahkan tanpa basa-basi langsung menyebut Ferdinand sebagai “pengurus partai Demokrat terbodoh yang pernah ada”.

TagsAniesAnies BaswedanCoronaCOVID-19Ferdinand HutahaeanGubernur DKI JakartaPartai DemokratVirus Corona

Related articles More from author

  • Demo di Balai Kota Ricuh
    Nasional

    Aksi Unjuk Rasa di Balai Kota DKI Ricuh, Massa Lempari Kantor Anies Baswedan dengan Tomat

    20 Februari 2020
    By Johan Arif
  • Ma'ruf Amin Tegaskan Tak Masalah Meski Vaksin Corona dari China Tidak Halal
    Nasional

    Ma’ruf Amin Tegaskan Tak Masalah Meski Vaksin Corona dari China Tidak Halal

    3 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Cawagub DKI dari PKS, Calon Wakil Anies tapi Rasa Ahok
    Nasional

    Cawagub DKI dari PKS, Calon Wakil Anies tapi Rasa Ahok

    8 Maret 2020
    By Rusli Qomar
  • Dibilang Tak Mungkin Jadi Presiden, Ahok: Pasti Mungkin Dong!
    Nasional

    Ahok Tak Dicopot karena Pemerintah Ada Kepentingan dengan China, Apa Benar?

    2 September 2020
    By Adam Humain
  • Blunder Anies Baswedan, dari Rencana Wisata Halal hingga Izin DWP 2019
    Nasional

    Blunder Anies Baswedan, dari Rencana Wisata Halal hingga Izin DWP 2019

    19 Desember 2019
    By Johan Arif
  • Berikut Cara Dapatkan Token Listrik Gratis dari Jokowi
    Nasional

    Berikut Cara Dapatkan Token Listrik Gratis dari Jokowi

    3 April 2020
    By Johan Arif

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Histori Bongkar Pasang Kabinet di 8 Tahun Jokowi Presiden
    Nasional

    Histori Bongkar Pasang Kabinet di 8 Tahun Jokowi Presiden

  • Tak Hanya Jadi Kandungan Skincare, Ini Manfaat Centella Asiatica Bagi Kesehatan
    Tips & Tutorial

    Tak Hanya Jadi Kandungan Skincare, Ini Manfaat Centella Asiatica Bagi Kesehatan

  • Tanggapi Isu Duet Ridwan Kamil-Kaesang dj Pilgub Jakarta, PKB Minta Kecurangan Pilpres Tak Terulang
    Nasional

    Tanggapi Isu Duet Ridwan Kamil-Kaesang di Pilgub Jakarta, PKB Minta Kecurangan Pilpres Tak Terulang

  • Respons Isu Luhut Mundur dari Kabinet, Erick Thohir: Jangan Dong
    Nasional

    Respons Isu Luhut Mundur dari Kabinet, Erick Thohir: Jangan Dong

  • Jelang Debat Cawapres, KPU Kurangi Pengawal Paslon dan Karantina Panelis
    Nasional

    Jelang Debat Cawapres, KPU Kurangi Pengawal Paslon dan Karantina Panelis

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.