
TIKTAK.ID – Pasca dilantik sebagai Menkopolhukam, sikap yang ditunjukkan Mahfud MD dan beberapa statemen yang disampaikannya ke publik dinilai banyak pihak, terutama netizen, berlebihan alias “kecentilan”.
Terbukti, tak hanya netizen biasa yang merasa gerah atas polah Mahfud. Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pun meminta pengganti Wiranto itu agar lebih fokus bekerja ketimbang sekadar membangun narasi pencitraan.
“Ayo fokus Pak Mahfud MD, kita kasih waktu, kami diam bukan karena dapat apa-apa atau takut. Enggak ada istilah takut, pemerintah itu pegawainya rakyat, pajak rakyat dirampas untuk pejabat,” kicau Fahri lewat akun Twitternya, Kamis (31/10/1).
“Kerja yang bener, jangan ngarang cerita kosong, jangan pencitraan, capek tauk! Capek!” tegasnya.
Ayo fokus..
Pak @mohmahfudmd kita kasi waktu…kami diam bukan karena dapat apa2 atau takut..gak ada istilah takut..pemerintah itu pegawainya rakyat..pajak rakyat dirampas untuk pejabat..kerja yang bener..jangan ngarang cerita kosong, jangan pencitraan, capek tauk! Capek!— #ArahBaru2019 (@Fahrihamzah) October 31, 2019
Tak hanya kepada Mahfud, Fahri mengaku heran atas tingkah beberapa menteri di Kabinet Indonesia Maju. Dia kembali menuding bahwa pejabat setiap hari hanya membicarakan tentang pencitraan.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










