TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Anggota MPR Fraksi Demokrat Sebut Krisis 2020 Beda Jauh dengan 1998, Maksudnya?

Anggota MPR Fraksi Demokrat Sebut Krisis 2020 Beda Jauh dengan 1998, Maksudnya?

By Joni Sitohang
2 September 2020
627
0
Anggota MPR Fraksi Demokrat Sebut Krisis 2020 Beda Jauh dengan 1998, Maksudnya?

TIKTAK.ID – Anggota MPR dari Fraksi Demokrat, Herman Khaeron menyatakan UMKM dan koperasi sebagai pilar perekonomian bangsa. Walaupun terdapat ketimpangan pada pertumbuhan di pihak usaha kecil dengan perusahaan besar.

Bagi Herman, UMKM adalah jangkar perekonomian. Walaupun begitu perlu dimengerti sektor ini bukanlah sektor utama untuk pertumbuhan ekonomi. Diakui terdapat ketimpangan selama proses tumbuhnya UMKM dan perusahaan besar.

“Jumlah UMKM kita mencapai puluhan juta. Dan UMKM itu jangkar perekonomian,” sebut Herman saat Diskusi Empat Pilar MPR bertema “Optimalisasi Pemberdayaan UMKM di Tengah Pandemi” di gedung parlemen, Jakarta, Senin (31/8/20).

Baca juga : Akhirnya, Pemerintah Turunkan Tarif Listrik Non-Subsidi Rp 22,5 per kWh

Catatan dari data jumlah sektor tersebut sekitar 27 juta sampai 60 juta, perlu selalu diperbarui. Lantaran, krisis yang berlangsung di tahun 2020 ujar Herman, berbeda dibanding krisis yang dihadapi di tahun 1998.

“Pada tahun 1998, yang terpukul cuma pada sektor perekonomian. Beda dengan krisis saat ini,” katanya.

Di masa pandemi ini yang mengalami efek tak hanya sektor ekonomi tetapi juga sektor kesehatan. Dampak itu diketahui terjadi pada semua negara di dunia.

Baca juga : PA 212 Bakal Gelar Nobar G30S/PKI Serentak di Musala dan Masjid

Dijelaskan Herman, jika di tahun 1998, selama krisis ekonomi masyarakat masih bisa jalan-jalan, berbincang bersama tetangganya, juga bebas melakukan aktivitas yang beragam. Tetapi aktivitas semacam itu tak dapat dialami oleh masyarakat pada masa sekarang.

“Antar tetangga pun sudah saling curiga, jangan-jangan menularkan Covid-19,” ungkapnya.

Semua jenis usaha bisa dikatakan mengalami goncangan. Meski demikian disebut ada sektor yang masih bisa berjalan pada masa pendemi Covid-19. Sektor itu di antaranya bidang pangan, farmasi, dan kesehatan.

Baca juga : Ahok Tak Dicopot karena Pemerintah Ada Kepentingan dengan China, Apa Benar?

Lebih lanjut, Herman menyarankan, untuk menumbuhkan sektor ekonomi dan usaha, Pemerintah dan masyarakat perlu menuntaskan persoalan yang terjadi tanpa segmentasi.

“Harus ada kerja yang komprehensif baik untuk mengatasi pandemi juga memulihkan UMKM maupun usaha yang besar,” imbuhnya.

Di samping itu, Rektor Universitas Paramadina Prof. Firmanzah menyatakan, UMKM memiliki andil yang sangat besar pada pertumbuhan ekonomi. Kontribusi bagi PDB hingga lebih dari 60 persen. Sektor ini juga bisa memberdayakan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Baca juga : Jokowi Warning Anies Cs: Hati-hati..!

Firmanzah mengungkapkan, model perekonomian Indonesia lain dengan di Singapura, Malaysia, dan Thailand. Di negara-negara tersebut, orientasinya ekspor. Sedangkan model perekonomian di Indonesia merupakan perekonomian kerumunan. Model perekonomian semacam ini, yakni 99 persen berupa UMKM, menjadi penopang perekonomian. Tumbuh atau tidaknya perekonomian, mengikuti sektor ini.

TagsCoronaCOVID-19Fraksi DemokratMPRUMKMVirus Corona

Related articles More from author

  • Beredar, Surat Terbuka Bos Besar Djarum dan BCA Minta Jokowi Tolak PSBB Total Versi Anies
    Nasional

    Beredar, Surat Terbuka Bos Besar Djarum dan BCA Minta Jokowi Tolak PSBB Total Versi Anies

    13 September 2020
    By Joni Sitohang
  • (Cek Hoaks atau Fakta) BEM SI Bakal Gelar Demo Pemakzulan Jokowi
    Nasional

    (Cek Hoaks atau Fakta) BEM SI Bakal Gelar Demo Pemakzulan Jokowi

    12 Februari 2021
    By Joni Sitohang
  • Ahok Heran Reklamasi Ancol Dihubung-hubungkan dengan Pembuangan Material Proyek JEDI
    Nasional

    Kampung Akuarium Dibangun Lagi Oleh Anies, Ahok: Cagar Budaya Dirusak Demi Konstituen

    22 Agustus 2020
    By Joni Sitohang
  • Sandiaga Minta Warga Ikuti Arahan Pemprov DKI Soal PSBB Transisi
    Nasional

    Sandiaga Minta Warga Ikuti Arahan Pemprov DKI Soal PSBB Transisi

    21 Juli 2020
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Kasus Corona Melonjak Tajam, Status Tokyo Berubah 'Merah'
    Internasional

    Kasus Corona Melonjak Tajam, Status Tokyo Berubah ‘Merah’

    17 Juli 2020
    By William Putra Wijaya
  • Nasional

    Infeksi Virus Corona Bisa Disembuhkan, Begini Kondisi Pasien yang Disebut Sembuh

    12 Februari 2020
    By Johan Arif

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Kapolda Jateng: Masyarakat Berkerumun Rayakan Tahun Baru, Kita Bubarkan
    Nasional

    Kapolda Jateng: Masyarakat Berkerumun Rayakan Tahun Baru, Kita Bubarkan

  • Usai Gus Yahya Temui Kiai Jatim, Giliran Cak Imin Kumpulkan Ribuan Ulama-Habaib
    Nasional

    Usai Gus Yahya Temui Kiai Jatim, Giliran Cak Imin Kumpulkan Ribuan Ulama-Habaib

  • Kursi Menteri NasDem Jadi Rebutan Usai Isu Reshuffle Kabinet Kembali Mencuat
    Nasional

    Kursi Menteri NasDem Jadi Rebutan Usai Isu Reshuffle Kabinet Kembali Mencuat

  • Ma'ruf Amin Dukung Penuh Polri Tindak Tegas Anggota MUI Terlibat Terorisme: Jangan Kendor!
    Nasional

    Ma’ruf Amin Dukung Penuh Polri Tindak Tegas Anggota MUI Terlibat Terorisme: Jangan Kendor!

  • BNPT Sebut Ahmad Zain yang Ditangkap Densus 88 Alumni Ponpes Abu Bakar Baasyir, MUI Kecolongan?
    Nasional

    BNPT Dorong Penerbitan Larangan Paham Radikal Usai Konvoi Dukung Khilafah Bermunculan

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.