TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›AS Hadapi Dua Pandemi Sekaligus, Covid-19 dan Gerakan Anti-Vaksin

AS Hadapi Dua Pandemi Sekaligus, Covid-19 dan Gerakan Anti-Vaksin

By William Putra Wijaya
2 Juli 2020
595
0
AS Hadapi Dua Pandemi Sekaligus, Covid-19 dan Gerakan Anti-Vaksin

TIKTAK.ID – Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika, Anthony Fauci mengatakan bahwa dia akan merasa “puas” jika vaksin Covid-19 efektif 70% hingga 75% digunakan penduduk Amerika. Namun, faktanya, dia bilang banyak orang Amerika mengatakan tidak akan menerima suntikan vaksin virus Corona. Hal ini menurutnya akan membuat Amerika mustahil mencapai tingkat kekebalan yang cukup untuk melawan wabah.

“Yang terbaik yang pernah kami lakukan adalah vaksin campak, yang efektif 97 hingga 98 persen,” kata Fauci. “Akan menjadi luar biasa jika kita bisa sama seperti vaksin campak. Saya kira kita tidak dapat melakukannya. Saya memperkirakan hanya 70%, 75% warga Amerika yang akan menerima vaksin.”

Padahal, dengan dukungan Pemerintah saat ini, sudah ada tiga vaksin virus Corona yang diharapkan akan diteliti dalam uji klinis skala besar dalam tiga bulan ke depan.

Dia mengatakan dengan kekuatan gerakan anti-vaksin, pihaknya “memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan” untuk mendidik orang tentang kebenaran soal vaksin.

“Ini tidak akan mudah,” katanya. “Siapa pun [yang] menganggapnya mudah tidak akan menghadapi kenyataan seperti ini. Dan ini akan sangat sulit.”

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan CNN pada bulan lalu, menemukan sepertiga orang Amerika mengatakan mereka tidak melakukan vaksinasi Covid, bahkan jika vaksin tersebut tersedia secara luas dan berbiaya rendah.

Dalam sebuah wawancara pada hari Jumat (26/6/20), CNN bertanya kepada Fauci apakah dengan 70% hingga 75% orang yang bersedia untuk vaksin atau sekitar dua pertiga populasi akan dapat memberikan kekebalan kolektif dari virus Corona.

“Tidak, tidak mungkin,” jawabnya.

Kekebalan kolektif adalah ketika proporsi yang cukup dari suatu populasi kebal terhadap penyakit menular, baik melalui penyakit sebelumnya maupun vaksinasi, sehingga penyebaran dari orang ke orang menjadi tidak memungkinkan.

Fauci mencatat bahwa “ada perasaan umum anti-sains, anti-otoritas, anti-vaksin di antara beberapa orang di negara ini”.

Padahal, dia bilang Pemerintah sudah memiliki program pendidikan vaksin untuk menangkal pesan anti-vaksin.

“Kami memiliki program yang luas saat ini untuk menjangkau masyarakat,” katanya. “Mereka mungkin tidak menyukai orang dalam pemerintahan yang mengenakan setelan seperti saya memberi tahu mereka, meskipun saya akan tetap memberi tahu mereka. Mereka benar-benar perlu melihat orang-orang yang dapat mereka hubungkan di komunitasnya, seperti tokoh olahraga, pahlawan komunitas, orang yang terpandang bagi mereka.”

Namun, belum tampak indikasi program yang melibatkan tokoh berpengaruh di kalangan komunitas seperti itu sudah ada.

TagsAmerika SerikatASCoronaCOVID-19Gerakan Anti-Vaksinpandemi

Related articles More from author

  • Presiden Ukraina Minta Pesawat atau Penerapan Zona Larangan Terbang kepada AS
    Internasional

    Presiden Ukraina Minta Pesawat atau Penerapan Zona Larangan Terbang kepada AS

    8 Maret 2022
    By William Putra Wijaya
  • Riza Bela Anies yang Diminta Mundur oleh Ketua DPC Gerindra
    Nasional

    Riza Bela Anies yang Diminta Mundur oleh Ketua DPC Gerindra

    28 Januari 2021
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Jokowi Rombak Tim Gugus Tugas Covid-19, Sri Mulyani Digeser
    Nasional

    Jokowi Rombak Tim Gugus Tugas Covid-19, Sri Mulyani Digeser

    23 Maret 2020
    By Rusli Qomar
  • Pasukan Terakhir AS Tinggalkan Afghanistan, Taliban Berpesta
    Internasional

    Pasukan Terakhir AS Tinggalkan Afghanistan, Taliban Berpesta

    7 September 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Kapolri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap II 36.292 Personel Polda Jabar
    Nasional

    Kapolri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap II 36.292 Personel Polda Jabar

    17 Maret 2021
    By Joni Sitohang
  • Pertemuan Putin dan Biden Tak Banyak Capai Kemajuan
    Internasional

    Pertemuan Putin dan Biden Tak Banyak Capai Kemajuan

    18 Juni 2021
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Polrestabes Semarang Larang Tim Advokasi Dampingi Korban Salah Tangkap
    Nasional

    Polrestabes Semarang Larang Tim Advokasi Dampingi Korban Salah Tangkap

  • Polri Siap Tindak Tegas Penyebar Hoaks Tewasnya Laskar FPI di Tol Cikampek
    Nasional

    Polri Siap Tindak Tegas Penyebar Hoaks Tewasnya Laskar FPI di Tol Cikampek

  • Momen Hari Musik Nasional, Ikang Fawzi Ingin Kesejahteraan Musisi Indonesia Lebih Baik
    Selebriti

    Momen Hari Musik Nasional, Ikang Fawzi Ingin Kesejahteraan Musisi Indonesia Lebih Baik

  • Airlangga Temui Prabowo, Bahas Pilpres 2024?
    Nasional

    Airlangga Temui Prabowo, Bahas Pilpres 2024?

  • Prabowo Bakal Maju Lagi Pilpres 2029, Jokowi Beri Dukungan Penuh
    Nasional

    Prabowo Bakal Maju Lagi Pilpres 2029, Jokowi Beri Dukungan Penuh

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.