TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Pertemuan Putin dan Biden Tak Banyak Capai Kemajuan

Pertemuan Putin dan Biden Tak Banyak Capai Kemajuan

By Bagas F Sinaga
18 Juni 2021
426
0
Pertemuan Putin dan Biden Tak Banyak Capai Kemajuan

TIKTAK.ID – Pertemuan antara Presiden AS dan Rusia di Jenewa, Rabu (16/6/21) tak banyak membuat kemajuan yang nyata, apalagi jika dibandingkan dengan pertemuan pertama, yakni pertemuan dengan presiden AS sebelumnya, pada 2018.

Presiden AS, Joe Biden mengatakan ada ketidaksepakatan, namun ia mengatakan Rusia tidak menginginkan Perang Dingin yang baru.

Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan Biden adalah seorang negarawan berpengalaman dan keduanya “berbicara dalam bahasa yang sama”.

Pembicaraan keduanya berlangsung sekitar tiga jam, lebih cepat dari yang dijadwalkan, seperti yang dilaporkan BBC.

Biden memberi hadiah Putin kacamata hitam penerbang yang dibuat khusus, gaya yang disukai oleh Presiden AS. Tidak jelas apakah Putin memberi Biden hadiah.

Pada 2018, pemimpin Rusia itu memberi mantan Presiden Donald Trump bola sepak setelah pertemuan di Helsinki, Finlandia.

Kedua belah pihak sepakat untuk memulai dialog tentang pengendalian senjata nuklir. Mereka juga mengatakan akan mengembalikan Duta Besarnya ke Ibu Kota masing-masing -utusan itu ditarik untuk konsultasi pada Maret, setelah AS menuduh Rusia ikut campur dalam pemilihan presiden 2020.

Namun, tak banyak kesepakatan tentang isu-isu lain, termasuk keamanan siber, Ukraina dan nasib pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny, yang saat ini menjalani hukuman dua setengah tahun.

Biden mengatakan akan ada “konsekuensi yang menghancurkan” bagi Rusia jika Navalny meninggal di penjara.

Putin menepis kekhawatiran AS tentang Navalny, yang baru-baru ini melakukan mogok makan 24 hari.

Dia mengatakan Navalny telah mengabaikan hukum dan tahu dia akan menghadapi hukuman penjara ketika dia kembali ke Rusia setelah mencari perawatan medis di Jerman. Navalny mengatakan dia diracun dengan racun saraf atas perintah Putin -tuduhan yang dibantah Putin.

Dia mengatakan Rusia tidak ingin gangguan di wilayahnya sebanding dengan kerusuhan Capitol atau gerakan Black Lives Matter.

Biden menolak komentar Putin tentang Black Lives Matter sebagai “konyol”, dan mengatakan hak asasi manusia akan “selalu ada di atas meja”.

Mengenai serangan dunia maya, Putin menepis tuduhan tanggung jawab Rusia, dengan mengatakan bahwa sebagian besar serangan dunia maya di Rusia berasal dari AS.

Biden mengatakan dia memberi tahu Putin bahwa infrastruktur penting, seperti air atau energi, maka hal itu harus “dilarang” sebagai target peretasan atau serangan lainnya.

“Saya menatapnya dan berkata bagaimana perasaan Anda jika ransomware mengambil jalur pipa dari ladang minyak Anda? Dia mengatakan itu penting,” kata Biden, menambahkan bahwa jika Rusia melanggar “norma dasar” ini, AS akan membalas.

Kedua belah pihak berbeda tajam dalam hak asasi manusia, termasuk hak untuk melakukan demonstrasi sebagai bentuk protes.

TagsAmerika SerikatBerita Dunia Hari IniJoe BidenPresiden ASPresiden RusiaRusiaVladimir Putin

Related articles More from author

  • Johan Carlson
    Internasional

    Politisi dan Pejabat Swedia Ramai-ramai Tertangkap Basah Langgar Protokol Kesehatan

    30 Januari 2021
    By William Putra Wijaya
  • Pyongyang: Korea Selatan dan AS Akan 'Bayar Mahal' Latihan Perang Mereka
    Internasional

    Pyongyang: Korea Selatan dan AS Akan ‘Bayar Mahal’ Latihan Perang Mereka

    13 Agustus 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Intelijen Jerman Bantah Tuduhan Trump Soal Asal-usul Virus Corona dari Laboratorium di Wuhan
    Internasional

    Intelijen Jerman Bantah Tuduhan Trump Soal Asal-usul Virus Corona dari Laboratorium di Wuhan

    9 Mei 2020
    By William Putra Wijaya
  • Tulsi Gabbard: Isu Perang Ukraina Dibutuhkan Industri Militer AS
    Internasional

    Tulsi Gabbard: Isu Perang Ukraina Dibutuhkan Industri Militer AS

    20 Februari 2022
    By William Putra Wijaya
  • China Peringatkan Serius Amerika Soal Campur Tangannya atas Taiwan
    Internasional

    China Peringatkan Serius Amerika Soal Campur Tangannya atas Taiwan

    26 Mei 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Dewan Keamanan PBB Serukan Diakhirinya Kudeta Militer di Myanmar
    Internasional

    Dewan Keamanan PBB Serukan Diakhirinya Kudeta Militer di Myanmar

    11 Maret 2021
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Prof Helen Rees
    Internasional

    Ilmuwan Sebut Kondisi Pandemi Masih akan Ada Hingga 2022

  • Internasional

    Biden Tinjau Kebijakan untuk Atasi Maraknya Serangan Domestik

  • Benarkah Santan Lebih Tokcer Atasi Refluks Asam Lambung Ketimbang Susu Sapi?
    Tips & Tutorial

    Benarkah Santan Lebih Tokcer Atasi Refluks Asam Lambung Ketimbang Susu Sapi?

  • Permudah Layanan Kesehatan, Erick Thohir Luncurkan Aplikasi FitAja!
    Teknologi

    Permudah Layanan Kesehatan, Erick Thohir Luncurkan Aplikasi FitAja!

  • Konsumsi Buah dan Asupan Bergizi Tinggi Kalori ini Saat Tipes
    Tips & Tutorial

    Konsumsi Buah dan Asupan Bergizi Tinggi Kalori ini Saat Tipes

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.