Internasional
Home›Internasional›Washington Marah, Pengadilan Rusia Vonis 16 Tahun Penjara Mantan Marinir AS Diduga Mata-Mata

Washington Marah, Pengadilan Rusia Vonis 16 Tahun Penjara Mantan Marinir AS Diduga Mata-Mata

By William Putra Wijaya
17 Juni 2020
609
0
Washington Marah, Pengadilan Rusia Vonis 16 Tahun Penjara Mantan Marinir AS Diduga Mata-Mata

TIKTAK.ID – Pengadilan Rusia menjatuhkan vonis 16 tahun penjara kepada mantan marinir Amerika Serikat Paul Whelan, pada Senin (15/6/20). Pria 50 tahun itu didakwa sebagai mata-mata Amerika yang mencuri informasi rahasia di Rusia. Keputusan itu membuat marah Washington.

Whelan, ditahan agen Layanan Keamanan Federal Rusia di kamar hotel Moskow pada 28 Desember 2018 saat ia bersiap untuk menghadiri pernikahan. Pria yang memegang paspor Amerika, Inggris, Kanada, dan Irlandia itu ditangkap bersama flash drive komputer yang berisi informasi rahasia.

Whelan, mengaku tidak bersalah. Dia mengatakan dijebak dalam penangkapannya dan mengira drive yang diberikan kepadanya oleh seorang kenalannya di Rusia, berisi foto liburan.

“Ini semua teater politik,” kata Whelan, yang menyaksikan proses pengadilan dari kotak kaca di dalam ruang sidang kota Moskow, seperti yang dikutip Reuters.

Dia mengatakan kepada hakim bahwa dia tidak mengerti putusan tersebut karena persidangan dilakukan dalam bahasa Rusia tanpa terjemahan.

Whelan telah mengangkat selembar kertas yang berisi kata-kata celaannya kepada persidangan yang menurutnya sebagai “persidangan palsu”. Dia juga meminta Presiden Amerika, Donald Trump dan para pemimpin Inggris, Kanada dan Irlandia untuk mengambil “tindakan tegas”.

Pengacara Whelan, Vladimir Zherebenkov, mengatakan akan mengajukan banding atas putusan itu. Dia mempertanyakan independensi pengadilan, begitu pun keluarga Whelan yang mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “Hakim Rusia adalah badan politik bukan badan hukum”.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo mengatakan Washington sangat marah dengan keputusan itu, dan meminta Moskow segera membebaskan Whelan.

“Amerika Serikat marah dengan keputusan pengadilan Rusia hari ini yang menghukum warga negara Amerika Paul Whelan setelah pengadilan rahasia, dengan bukti-bukti rahasia, dan tanpa uang saku yang layak untuk saksi-saksi pertahanan,” kata Pompeo.

“Perlakuan Paul Whelan di tangan otoritas Rusia sangat mengerikan. Rusia gagal memberikan pemeriksaan yang adil kepada Whelan di hadapan pengadilan yang independen dan tidak memihak; dan selama penahanannya telah mempertaruhkan nyawanya dengan mengabaikan kondisi medis yang sudah lama dideritanya; dan tanpa basa-basi membuatnya terisolasi dari keluarga dan teman-teman.”

Duta Besar Amerika untuk Rusia, John Sullivan mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada bukti yang membuktikan kesalahan Whelan selama di pengadilan. Putusan itu tidak akan memiliki “dampak yang baik” pada hubungan antara Moskow dan Washington -yang sudah tegang oleh berbagai masalah- tetapi dialog itu akan terus berlanjut, katanya.

Paul Whelan merupakan mantan marinir Amerika yang pernah bergabung dengan Cagar Laut Amerika pada 1994. Sekitar enam tahun kemudian, dia dilaporkan mulai bekerja sebagai seorang perwira polisi di Michigan.

Dia pernah dikirim dua kali ke Irak, pada 2004 dan kemudian 2006, sebelum menjadi eksekutif keamanan. Saat bertugas di marinir, ia melakukan perjalanan pertamanya ke Rusia, dan terus mengunjungi negara itu berkali-kali.

TagsAmerika SerikatBerita Dunia Hari IniMarinir ASMata-mataPaul WhelanRusia

Related articles More from author

  • Takut Tertular Covid-19, Pria India ini Sembunyi Tiga Bulan di Bandara
    Berita UnikInternasional

    Takut Tertular Covid-19, Pria India ini Sembunyi Tiga Bulan di Bandara

    20 Januari 2021
    By Burhan Adiatma
  • Sekian Lama Kenyang Dicaci, Presiden Prancis Heran Dapat Pujian dari Petani
    Internasional

    Sekian Lama Kenyang Dicaci, Presiden Prancis Heran Dapat Pujian dari Petani

    24 Februari 2020
    By William Putra Wijaya
  • Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak
    Internasional

    Rusia Klaim Sejumlah Negara Setuju Bayar Gas dengan Rubel

    17 April 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Di Tengah Pembicaraan Damai dengan Kabul, Taliban Tewaskan 28 Polisi Afghanistan
    Internasional

    Di Tengah Pembicaraan Damai dengan Kabul, Taliban Tewaskan 28 Polisi Afghanistan

    25 September 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Sedikitnya 60 Anggota Taliban Tewas di Kandahar
    Internasional

    Sedikitnya 60 Anggota Taliban Tewas di Kandahar

    15 Desember 2020
    By William Putra Wijaya
  • Konsep Strategis Baru NATO akan Sebut Rusia sebagai ‘Ancama Utama'
    Internasional

    Konsep Strategis Baru NATO akan Sebut Rusia sebagai ‘Ancama Utama’

    7 Juni 2022
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Demi Kondisi Kandungan Optimal, Ibu Hamil Dianjurkan Konsumsi 4 Minuman ini
    Tips & Tutorial

    Demi Kondisi Kandungan Optimal, Ibu Hamil Dianjurkan Konsumsi 4 Minuman ini

  • Xiaomi Segera Luncurkan Redmi Note 12, Fitur Kamera Lebih Canggih
    Teknologi

    Xiaomi Segera Luncurkan Redmi Note 12, Fitur Kamera Lebih Canggih

  • Begini Alasan Guru Pembuat Soal Ujian 'Anies Selalu Diejek Mega'
    Nasional

    Begini Alasan Guru Pembuat Soal Ujian ‘Anies Selalu Diejek Mega’

  • Beda dengan PKB, PAN Ogah Gabung Koalisi Parpol Islam
    Nasional

    Beda dengan PKB, PAN Ogah Gabung Koalisi Parpol Islam

  • Egy Maulana Hapus FK Senica dari Bio Instagram
    Olahraga

    Egy Maulana Hapus FK Senica dari Bio Instagram

© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.