
TIKTAK.ID – Usai menjadi pembicara dalam kegiatan yang digelar oleh Keluarga Alumni Mahasiswa Jogja, di Best Brew Four Points Makassar, Minggu (26/1/20), pengamat politik nasional Rocky Gerung diberi gelar kehormatan “Daeng Tojeng”.
Pemberian gelar itu ditandai dengan pemakaian Songkok Recca, yakni songkok khas Bugis-Makassar di kepala Rocky Gerung oleh Ketua Perhimpunan Nelayan Tradisional Sulsel, Andi Budi Pawaoi.
Baca juga: Jokowi Bersiap Tinggalkan Megawati dan Bentuk Partai Sendiri? Begini Analisa Vulgar Rocky Gerung
Dalam bahasa Makassar, Tojeng berarti benar atau kebenaran. Hal ini pula yang melatarbelakangi disematkannya gelar Daeng Tojeng kepada Rocky Gerung sebab dianggap sejalan dengan buah pikiran yang selama ini dilontarkannya.
Rocky sendiri merasa terhormat dengan gelar yang disematkan kepadanya. Bahkan ia sempat melontarkan candaan ingin turut berkontestasi dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar.
Baca juga: Rocky Gerung Ramal Jokowi ‘Jatuh’ Sebelum 2024
“Saya tau ini penghargaan karena persahabatan pikiran. Dengan saya memakai songkok ini maka saya berfikir untuk ganti KTP Makassar dan kalau ada kesempatan saya akan mencalonkan diri jadi calon Wali Kota Makassar,” tukas Rocky yang disambut riuh tawa penonton.
Sekadar diiketahui, gelar Tojeng juga digunakan oleh putra sulung Sultan Hasanuddin, I Maninnori Karaeng Tojeng Karaeng Galesong saat ia diangkat menjadi pemimpin wilayah kekuasaan Galesong pada masa pemerintahan Kerajaan Gowa.
Adam Humain adalah seorang pegiat dan pemerhati teknologi yang memiliki ketertarikan mendalam pada perkembangan ekosistem digital global dan lokal. Lewat tulisan-tulisannya, Adam mengulas berbagai topik hangat seputar inovasi teknologi, dinamika bisnis startup dan raksasa hulu (big tech), hingga profil serta pemikiran para tokoh pemrakarsa di balik revolusi industri 4.0.
Dengan pendekatan analitis namun tetap komunikatif, Adam berusaha menjembatani kompleksitas dunia teknologi agar mudah dipahami oleh publik awam, pelaku bisnis, maupun sesama antusias teknologi. Selain aktif mengamati tren AI, keamanan siber, dan ekonomi digital, ia kerap membagikan perspektifnya mengenai bagaimana teknologi membentuk lanskap sosial dan cara manusia berinteraksi di masa depan










