Usai Disindir Prabowo, Pemprov Kaltim Klaim Mobil Dinas Rp8,5 M Dibatalkan

TIKTAK.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengatakan bahwa persoalan pengadaan mobil dinas untuk gubernur senilai Rp8,5 miliar sudah tuntas dikembalikan. Pernyataan tersebut disampaikan usai Presiden Prabowo Subianto sempat mengkritik pengadaan mobil dinas ini yang dianggap tidak efisien.
“Secara hitungan dan administratif proses pengadaan dianggap sudah tuntas. Sebab, mobil tersebut belum pernah dipakai ke lapangan,” ujar Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, di Samarinda, pada Jumat (20/3/26), seperti dikutip CNN Indonesia dari Antara.
Faisal menyebut nilai pembelian itu sebesar Rp8,5 miliar, tapi pihak penyedia hanya menerima pembayaran bersih Rp7,5 miliar. Dia memaparkan, selisih Rp1 miliar berupa potongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh).
Baca juga : Anies Baswedan Sebut Insiden Aktivis Kontras Disiram Air Keras sebagai ‘Aksi Terorganisir’
Menurut Faisal, pajak-pajak sudah disetor Pemprov Kaltim ke kas Pemerintah Pusat dan saat ini sedang diproses dengan koordinasi Direktorat Jenderal Pajak untuk dikembalikan. Dia mengaku pengembalian dana ini membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan.
Faisal menjelaskan, dana Rp8,5 miliar telah diperhitungkan mencakup pajak, bea balik nama, ongkos kirim antarpulau, asuransi, serta margin keuntungan penyedia mobil dinas. Adapun sistem pengadaan fasilitas kepala daerah ini sebelumnya dilakukan lewat mekanisme penunjukan langsung yang sah, lantaran memang hanya ada satu distributor di wilayah Jakarta.
“Melalui penyelesaian administrasi dan upaya penarikan kembali dana pajak secara transparan ini, Pemprov Kaltim membuktikan komitmen dalam mendukung efisiensi anggaran sesuai dengan arahan tegas dari Pemerintah Pusat,” ucap Faisal.
Baca juga : Bukan karena Sakit, Ini Alasan KPK Ubah Status Yaqut Jadi Tahanan Rumah
Untuk diketahui, Prabowo menyinggung pembelian mobil dinas Rp8,5 miliar ketika menjamu jurnalis di Bogor pada Kamis, (19/3/26). Saat itu, Prabowo menyoroti pola belanja daerah yang tidak efisien.
“Banyak pejabat yang menurut saya tidak efisien. Anda lihat sendiri, kita buka-bukaan ya, ada pemerintah daerah, dia membeli mobil dinas gubernur berapa? Rp8 M,” terang Prabowo.
“Saya Presiden Republik Indonesia, saya menggunakan mobil Maung buatan Indonesia, harganya Rp700 juta. Mungkin karena ini presiden, ada antipeluru, mungkin harganya Rp1 M. Namun tidak Rp8 M,” imbuhnya.
Baca juga : KPK Kembali Tetapkan Yaqut sebagai Tahanan Rutan
Sebelumnya, pengadaan mobil dinas Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud senilai Rp8,5 miliar menuai polemik dan kritik. Mobil dinas Rp8,5 miliar yang disiapkan yakni model hybrid Range Rover 3.0 LWB PHEV P460e warna putih.










