Tag: Sayuran

  • Kenali Sayuran yang Lebih Sehat Dimakan Mentah dan Dimasak

    Kenali Sayuran yang Lebih Sehat Dimakan Mentah dan Dimasak

    TIKTAK.ID – Sayuran dapat dikonsumsi dengan berbagai cara, termasuk memasaknya atau memakannya dalam kondisi mentah. Namun ada sayuran yang boleh dan tidak boleh dimakan mentah.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini sayuran yang lebih sehat dimakan mentah:

    Brokoli

    Berdasarkan hasil penelitian American Health Foundation yang tercantum dalam Jurnal Nutrition and Cancer pada 2000, bioavailabilitas dari isothiocyanate atau senyawa yang memperlambat pertumbuhan kanker yang terkandung di brokoli mentah tiga kali lebih besar dari brokoli kukus.

    Kemudian penelitian serupa juga dilakukan oleh ahli dari AJ Zeist, Belanda, yang dimuat dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry pada 2008. Hasilnya, brokoli mentah mampu memberikan efek lebih besar untuk menangkal kanker karena mengandung sulforaphane yang lebih banyak bila dibandingkan dengan brokoli yang dimasak.

    Bawang bombai

    Bawang bombai termasuk jenis sayuran yang dapat dimakan mentah karena mengandung antiplatelet yang bermanfaat menangkal penyakit jantung. Hal itu telah dibuktikan dengan penelitian dari Amerika yang dimuat Nutrition Journal pada 2012. Penelitian tersebut menyatakan bahwa bawang bombai yang dimasak justru membuat antiplatelet yang terkandung hilang atau rusak, walaupun tidak berefek pada konsentrasi polifenol.

    Selain itu, menurut peneliti dari Argentina yang terbit dalam Jurnal Food Science and Technology International pada 2008, bawang bombai yang dimasak bisa membuat manfaatnya hilang.

    Bawang putih

    Penelitian dari The Pennsylvania State University yang terbit dalam Journal of Nutrition pada 2001 mengklaim bawang putih mengandung dialil disulfida, yaitu senyawa antikanker. Namun bawang putih sangat rentan terhadap panas sehingga kandungan dialil disulfida tersebut bisa rusak saat dimasak.

    Kol

    Hasil penelitian The Robert Gordon University yang dimuat dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry pada 2006 menjelaskan bahwa kol mengandung isothiocyanate yang berfungsi menangkal kanker. Meski begitu, kandungan isothiocyanate akan hilang jika kol dimasak, sehingga lebih disarankan mengonsumsi kol dalam keadaan mentah.

    Lebih lanjut, ada sayuran yang lebih sehat jika dimasak. Mengutip Healthline, beberapa sayuran akan memberikan nutrisi yang berbeda pada tubuh dan dapat memberikan nutrisi yang lebih banyak ketika dimasak. Di antaranya asparagus, bayam, jamur, tomat, wortel, polong-polongan, dan kentang.

  • Bayam Tinggi Zat Besi Ternyata Hoax

    Bayam Tinggi Zat Besi Ternyata Hoax

    TIKTAK.ID – Selama ini banyak orang meyakini bayam merupakan sumber makanan yang baik karena kandungan zat besinya yang tinggi. Namun bila menilik berapa banyak zat besi yang dimiliki oleh sebuah makanan supaya bisa dikatakan tinggi zat besi, bayam kurang tepat untuk masuk dalam kategori tersebut.

    Nutritics menjelaskan, untuk mengklaim makanan adalah “sumber” zat besi, maka setiap porsi 100g harus mengandung setidaknya 15 persen dari asupan harian yang direkomendasikan, yakni 14 mg.

    European Commission menyebut makanan yang bisa digolongkan sebagai “tinggi” zat besi perlu memiliki dua kali lipat jumlah tersebut.

    Bila dibandingkan dengan sayuran berdaun kale, kandungan zat besi bayam memang lebih tinggi, jatuh di antara 2,1 dan 2,7 mg/100 g. Akan tetapi, kandungan tersebut masih jauh dari 4.2 mg/100 g yang dibutuhkan untuk menyatakan makanan “tinggi zat besi”. Artinya, lebih tepat mengatakan bayam “sumber” zat besi dan bukan “tinggi” zat besi.

    Seperti dilansir Kompas.com, artikel McGill Office for Science and Society menyatakan mitos ini beredar akibat salah penulisan pada titik desimal, ketika seorang ilmuwan Jerman pada tahun 1800-an membuat penelitian kadar besi dari bayam. Namun tanpa kesalahan titik desimal pun, mudah untuk mempercayai mitos bayam tinggi zat besi.

    Mengutip Compound Interest, kandungan zat besi bayam diketahui melebihi jumlah zat besi yang ditemukan di sejumlah jenis daging. Jumlah zat besi steak sirloin sekitar 2,5 mg per 100 g.

    Akan tetapi, menentukan sumber zat besi tidak bisa sesederhana itu. Zat besi sendiri dapat ditemukan dalam berbagai bentuk pada makanan.

    Umumnya pada daging, zat besi ditemukan dalam bentuk zat besi heme, yang mudah diserap dalam tubuh. Kemudian kandungan zat besi pada sayuran yakni zat besi non-heme, yang tidak mudah diserap oleh tubuh, dan faktor lain dapat memengaruhi penyerapannya.

    National Library of Medicine memaparkan, hanya sekitar 1,7 persen dari zat besi non-heme dalam bayam yang diserap tubuh. Jika dibandingkan dengan steak sirloin, zat besi dalam bayam yang bisa diserap tubuh “hanya” sebanyak 20 persen dari zat besi yang dikandungnya.

  • Waspadai Penyakit Akibat Kurang Makan Sayur

    Waspadai Penyakit Akibat Kurang Makan Sayur

    TIKTAK.ID – Banyak orang tidak menyukai rasa sayuran, sehingga sering melewatkannya. Padahal sayuran mengandung fitokimia, yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan.

    Buah dan sayur mengandung vitamin A, C, E, dan K serta mineral seperti kalium, magnesium, dan kalsium. Selain itu, sayuran merupakan sumber serat yang baik dan memiliki sifat antioksidan.

    Oleh sebab itu, jika tidak mengonsumsi buah dan sayuran, maka akan membuat tubuh lebih rentan terhadap kekurangan nutrisi dan berbagai penyakit.

    Berikut sejumlah penyakit yang sering terjadi karena kekurangan vitamin dan mineral:
    Penyakit kudis akibat kekurangan vitamin C.
    Rabun senja akibat kekurangan vitamin A.
    Penyakit hemoragik atau gangguan perdarahan akibat kekurangan vitamin K.
    Anemia, osteoporosis, serta gondok, karena kekurangan mineral (zat besi, kalsium, dan yodium).

    Seperti dilansir Kompas.com, kurang makan sayur berpotensi memicu penyakit berikut:
    Gangguan kardiovaskular
    Mengonsumsi banyak buah dan sayuran dapat mengurangi risiko masalah kardiovaskular dan komplikasi. Risiko penyakit jantung pada individu yang mengonsumsi lebih dari lima porsi buah dan sayuran per hari diperkirakan berkurang sebanyak 20 persen.

    Sayuran mengandung antioksidan dan antiinflamasi yang bisa melindungi jantung. Sayuran juga membantu mengatur tekanan darah dan glukosa darah, mencegah kerusakan miokard, memodulasi aktivitas enzim, mengatur ekspresi gen, serta jalur pensinyalan yang terkait dengan penyakit kardiovaskular.
    Masalah Pencernaan
    Seperti diketahui, sayuran merupakan sumber serat yang dapat merangsang pergerakan usus dan mempermudah pencernaan makanan.

    Berdasarkan riset pada 2016 dalam Jurnal Nature, membuktikan sayuran berdaun hijau mengandung sulfoquinovose, yakni gula yang berperan sebagai sumber energi E. coli.

    E.coli sendiri merupakan bakteri baik yang membantu mencegah pertumbuhan dan kolonisasi bakteri jahat.
    Gangguan metabolisme
    Sindrom metabolik ditandai dengan adanya gangguan pada glukosa darah, peningkatan tekanan darah, dislipidemia, dan obesitas abdominal. Jika seseorang rajin makan makanan kaya buah dan sayuran, dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes melitus, hiperlipidemia, dan hipertensi.

    Tidak hanya itu, sayuran kaya akan serat yang membantu mengurangi lipoprotein densitas rendah dan menyeimbangkan kadar glukosa darah. Dengan mengonsumsi sayuran, maka tekanan darah bisa lebih terkontrol dan risiko sindrom metabolik pun berkurang.

  • Dampak pada Tubuh jika Berhenti Makan Sayur dan Buah

    Dampak pada Tubuh jika Berhenti Makan Sayur dan Buah

    TIKTAK.ID – Sayur dan buah adalah salah satu asupan makanan yang sangat penting bagi tubuh. Pasalnya, kandungan gizi yang ada pada sayur dan buah dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh.

    Meski begitu, tak sedikit orang yang tak menyadari hal tersebut dan tak pernah memilih sayur serta buah ke dalam menu makanan mereka setiap hari. Padahal, terdapat banyak kandungan dalam sayuran dan buah-buahan yang tidak bisa ditemukan di makanan lain. Jika Anda mengabaikan hal ini, maka Anda mungkin akan mengalami berbagai masalah kesehatan.

    Terdapat beberapa hal yang dapat Anda alami jika memilih untuk tidak mengonsumsi sayur dan buah-buahan sama sekali.

    Seperti dikutip Liputan6.com dari Brightside, berikut ini dampak pada tubuh jika berhenti makan sayur dan buah.

    Mengalami Gangguan Penglihatan di Malam Hari
    Untuk melihat obyek dalam kegelapan, mata membutuhkan vitamin A, yang biasanya dapat ditemukan dalam retinol dan beta-karoten. Retinol sendiri dapat ditemukan dalam hati ikan kod, minyak ikan, dan telur, tetapi sangat beracun jika Anda memilikinya terlalu banyak. Dengan makan sayuran dan buah-buahan, sangat aman untuk mendapatkan asupan beta-karoten tinggi sekalipun.

    Bau Tubuh Tidak Sedap
    Selain faktor genetika, makanan yang Anda konsumsi juga dapat memengaruhi bau badan. Berdasarkan sebuah penelitian, orang yang makan sayur dan buah memiliki bau badan yang lebih sedap, meski mereka sudah lama tidak menggunakan sabun atau deodoran.

    Menimbulkan Depresi
    Ilmuwan mengklaim bahwa usus dan otak kita terhubung sangat erat. Untuk itu, pola makan yang seimbang tidak hanya memengaruhi bentuk tubuh, namun juga penting untuk kesehatan mental kita. Banyak penelitian menyebut saat kita menolak makan sayuran dan buah-buahan, maka berpotensi memiliki risiko depresi yang lebih tinggi.

    Tekanan Darah Naik
    Berdasarkan penelitian, orang yang sedikit atau tidak mengonsumsi buah dan sayuran, maka memiliki risiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi, jika dibandingkan dengan mereka yang memakannya secara rutin setiap hari. Oleh sebab itu, dokter menganjurkan, bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, untuk tetap berpegang pada pola makan yang mengandung banyak sayur dan buah.

  • Resep ‘Tumisan Gurih-Pahit’ Rumpu Rampe, Sayuran Pendamping Sei Sapi Khas NTT

    Resep ‘Tumisan Gurih-Pahit’ Rumpu Rampe, Sayuran Pendamping Sei Sapi Khas NTT

    TIKTAK.ID – Bisa dibilang menu satu ini merupakan jodohnya Sei Sapi. Rumpu Rampe, biasanya menjadi sayuran pendamping makanan Sei Sapi khas Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Executive Chef Santika Mataram Lombok, Nyoman Putra Yasa, menjelaskan apa itu menu Rumpu Rampe.

    Rumpu Rampe sendiri merupakan sebuah istilah yang memiliki arti ramai, banyak, dan beragam. Rumpu Rampe memiliki cita rasa gurih yang bercampur dengan rasa pahit.

    “Jika di NTT, sebenarnya Rumpu Rampe itu selalu dipasangkan dengan Sei Sapi. Selain itu, Rumpu Rampe dipasangkan dengan Sambal La’ut,” ujar Yasa, seperti dilansir Kompas.com, Senin (6/7/20).

    Rumpu Rampe juga bisa dimakan bersama dengan Jagung Bose, salah satu makanan tradisional NTT.

    Yasa mengatakan sayuran ini dimasak dengan cara ditumis. Ia melanjutkan, Rumpu Rampe biasanya terdiri dari bahan bunga pepaya, daun kelor, buah pepaya muda, daun pepaya, daun singkong, serta jantung pisang. Namun sekarang ini Rumpu Rampe juga sering dipadukan dengan kangkung, udang, dan ikan teri.

    Menurut Yasa, pada dasarnya tumisan ini terbuat dari sayuran rebus lalu ditumis dengan bumbu sederhana. Jika ingin mencoba menu ini, kamu dapat membuatnya sendiri di rumah. Proses pembuatannya pun terbilang mudah.

    Berikut ini resep Rumpu Rampe.
    Bahan-bahan Utama:
    Bunga pepaya 250 gram
    Daun pepaya 250 gram
    Daun singkong 250 gram
    Jantung pisang 250

    Bahan untuk Bumbu:
    Bawang merah 50 gram
    Bawang putih 30 gram
    Kemiri 30 gram
    Garam secukupnya
    Merica secukupnya
    Penyedap rasa secukupnya

    Cara membuatnya:
    1. Langkah pertama dalam membuat Rumpu Rampe adalah merebus daun pepaya dan bunga pepaya dalam air mendidih. Proses itu bertujuan menghilangkan getah dan mengurangi rasa pahit pada sayur. Setelah itu angkat dan tiriskan.
    2. Kemudian rebus daun singkong dan jantung pisang dengan metode yang sama, lalu sisihkan.
    3. Selanjutnya haluskan bumbu yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, dan kemiri. Kemudian tumis bumbu halus hingga harum. Setelah itu, masukkan sayuran, beri garam dan merica. Masak sampai matang, dan Rumpu Rampe siap disajikan.

  • Catat! Buah, Sayur dan Kacang-Kacangan ini Bisa Kurangi Stres dan Depresi

    Catat! Buah, Sayur dan Kacang-Kacangan ini Bisa Kurangi Stres dan Depresi

    TIKTAK.ID – Mental seseorang kadang terganggu akibat beragam dan beratnya tekanan hidup. Gangguan mental serius bahkan dapat membuat seseorang mengalami depresi. Tahukah Anda, bahwa gangguan mental atau depresi sendiri ternyata berhubungan dengan nutrisi?

    Berdasarkan informasi dari Boldsky, mengonsumsi nutrisi yang tepat bisa mengurangi keparahan dan durasi depresi.

    Lantas, nutrisi apa saja yang dapat mengurangi atau mencegah depresi?

    Informasi tersebut menyatakan, depresi dapat dicegah dengan karbohidrat, protein, asam lemak, omega 3, vitamin B, folat, kalsium, kromium, yodium, selenium, nutrisi seng, dan besi.

    Sebagian besar dari nutrisi ini terdapat dalam buah-buahan, sayuran, dan jenis kacang-kacangan berikut ini:

    1. Buah-Buahan
    Buah-buahan dinilai mempunyai banyak vitamin dan mineral, seperti folat, asam lemak, omega 3, vitamin B, dan vitamin D. Kandungan tersebut dapat membantu otak bekerja secara optimal. Mulai dari merespons stres secara positif dan bisa meningkatkan mood Anda. Buah-buahan seperti apel, pisang, jeruk bali, jeruk, beri, dan buah alpukat dapat mengurangi stres jika dikonsumsi secara teratur.

    2. Sayuran
    Namun tidak hanya buah-buahan saja yang mempunyai manfaat dalam mengurangi risiko depresi, melainkan sayuran juga mempunyai manfaat yang sama. Sayuran seperti kubis, bayam, dan brussel mempunyai kandungan nutrisi yang positif mulai dari asam folat, zat besi, dan vitamin B. Sehingga tidak heran apabila sayuran dapat mengurangi risiko depresi atau stess seseorang.

    3. Kacang-Kacangan
    Kemudian ada juga jenis kacang-kacangan yang dapat mengurangi stres. Jenis kacang seperti kacang mete, hazelnut, kenari, kacang Brasil, dan walnut mempunyai kandungan yang kaya manfaat. Seperti asam lemak, omega 3, dan antioksidan polifenol, yang dikenal dapat mendukung kesehatan otak secara keseluruhan.

    Sementara itu, di antara semua kacang ternyata ada satu kacang terbaik dalam mengurangi risiko depresi, yakni kacang kenari. Kacang jenis ini memiliki beberapa senyawa neuroprotektif seperti folat, vitamin E, dan antioksidan yang dipercaya dapat meningkatkan suasana hati seseorang.

    Selain itu, saat Anda stres juga dilarang mengonsumsi beberapa jenis makanan, seperti roti tawar panggang, kopi, minuman beralkohol, dan soda.