Tag: Relawan Jokowi

  • Penuhi Undangan Projo, Jokowi Sebut Miliki 2.300 Organ Relawan

    Penuhi Undangan Projo, Jokowi Sebut Miliki 2.300 Organ Relawan

    TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku punya kurang lebih 2.300 organ relawan yang mendukungnya. Dia mengatakan relawan tersebut mulai dari skala kecil hingga besar, sehingga ia tidak mungkin hadir di tiap undangan yang dilayangkan kepadanya.

    Jokowi menyampaikan hal itu dalam acara deklarasi dukungan calon presiden (Capres) 2024 dari Projo di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu (14/10/23).

    Awalnya, Jokowi sempat menyatakan repot jika diundang oleh relawannya. Sebab, ia khawatir kalau tidak datang malah dianggap sudah lupa karena sudah jadi presiden.

    Baca juga : Respons Isu Luhut Mundur dari Kabinet, Erick Thohir: Jangan Dong

    “Namun kalau saya datang, kita ini memiliki kurang lebih 2.300 organ relawan yang gede, yang sedang, dan yang kecil. Jika minta didatangi semuanya tidak mungkin,” ujar Jokowi, seperti dilansir CNN Indonesia.

    Jokowi melanjutkan bahwa khusus untuk Projo, dirinya mengaku kerap menyediakan waktu dan sering bisa datang untuk hadir.

    “Tapi khusus untuk Projo, seingat saya, mungkin sudah lebih dari 10 kali saya bisa datang,” ucap Jokowi.

    Baca juga : Pengamat Ungkap Kenapa Prabowo Unggul di Jatim: Dukungan Kiai dan Ulama NU

    Sekadar informasi, Projo sudah resmi mendeklarasikan dukungan kepada Ketum Gerindra, Prabowo Subianto sebagai Bacapres 2024. Deklarasi tersebut dilakukan di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta.

    Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, pemilihan lokasi deklarasi di Kertanegara lantaran di GBK, tempat Rakernas Projo ada Jokowi dan Wali Kota Solo yang juga putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming. Dia menilai hal itu dilakukan supaya tidak ada kesan deklarasi terhadap Prabowo bagian dari arahan Jokowi, demi menjaga hubungan baik dengan PDIP.

    “Sepertinya karena ada Jokowi dan Gibran takut diklaim semua atas setting dan arahan dari Presiden. Jokowi sendiri juga mesti merawat hubungan baiknya dengan PDIP dan Ganjar,” jelas Adi, pada Sabtu (14/10/23), mengutip detikcom.

    Baca juga : NasDem Terang-terangan Ngaku Terima Uang Bantuan Bencana Alam dari Syahrul Yasin Limpo

    Adi menilai Projo tak ingin terlalu vulgar karena suasana politik berpotensi memanas. Apalagi, lanjut Adi, Projo identik dengan Jokowi.

    “Walaupun publik tahu kalau Projo itu sangat identik dengan Jokowi. Tapi sepertinya tak mau juga Projo terlampau vulgar memberikan dukungan ke 08 saat masih ada Presiden karena akan memanaskan situasi,” terang Adi.

  • Sebut Atraksi Politik Belum Selesai, Jokowi Kembali Minta Relawan ‘Ojo Kesusu’ Tentukan Dukungan Capres

    Sebut Atraksi Politik Belum Selesai, Jokowi Kembali Minta Relawan ‘Ojo Kesusu’ Tentukan Dukungan Capres

    TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo atau Jokowi diketahui kembali mengimbau kelompok relawannya supaya “ojo kesusu” atau tidak buru-buru dalam menentukan dukungan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Jokowi menjelaskan bahwa dunia saat ini tengah dalam kondisi krisis, sehingga para relawan lebih baik fokus bekerja dahulu.

    “Jadi kita giat bekerja saja supaya produktif, itu, sudah ke situ aja. Setuju enggak?” ujar Jokowi saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) tahun 2023 di Hotel Garage, Cirebon pada Selasa (29/8/23), seperti dilansir Tempo.co. Sekadar informasi, Jaman adalah salah satu kelompok relawan pendukung Jokowi di Pilpres 2019.

    Kemudian Jokowi mengatakan seluruh negara saat ini sedang berada pada posisi yang tidak mudah. Ia mencontohkan bahwa negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa bahkan tengah dalam posisi yang sangat sulit pada sektor pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Dia menilai hal itu membuat harga-harga di negara tersebut membubung tinggi.

    Baca juga : Sebut Ingin Cari Keadilan, Wanita Nekat Siram dan Lempar Sandal ke Arah Jokowi

    Jokowi menyatakan ada satu negara di Eropa yang harga listrik, gas, dan bensin sampai naiknya 700 persen serta pangan naik 50 persen. Dia lantas membayangkan bila Indonesia mengalami kenaikan BBM hingga 10-15 persen, maka demonstrasinya bakal berlangsung hingga tiga bulan.

    “Kita ini patut bersyukur betul karena inflasi masih kita kendalikan di angka 3,1 persen. Pertumbuhan ekonomi kita di kuartal kedua kemarin juga masih tumbuh 5,17 persen, termasuk tiga terbaik dunia,” tutur Jokowi.

    Walaupun kondisi ekonomi stabil, Jokowi berpendapat hal itu bisa saja rusak jika Pemilu 2024 tidak berlangsung damai. Dia memprediksi Indonesia akan kesulitan bangkit dari keterpurukan kalau sudah terlanjur jatuh di 2024.

    Baca juga : Usai Dipecat PDIP, Sejumlah Parpol Buka Pintu Lebar untuk Budiman Sudjatmiko

    “Untuk itu, saya pesan supaya urusan 2024 tidak usah tergesa-gesa. Ojo, ojo kesusu, kita kerja dulu saja untuk ekonomi negara kita, karena saya melihat atraksi politiknya belum selesai,” jelas Jokowi.

    Lebih lanjut, Jokowi meminta para relawan agar mengamati lebih dahulu kondisi politik saat ini. Pasalnya, dia menganggap semua partai masih mencari format koalisi dan calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung masih belum jelas.

  • Cucu-Cicit Bung Karno Kompak Dirikan Kelompok Relawan untuk Dukung Ganjar Pranowo

    Cucu-Cicit Bung Karno Kompak Dirikan Kelompok Relawan untuk Dukung Ganjar Pranowo

    TIKTAK.ID – Putra almarhumah Rachmawati Soekarnoputri, Mohammad Marhaendra Putra atau yang akrab disapa Dade Marhaendra, menyatakan ikut mendukung calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo. Dia beralasan, Ganjar adalah sosok yang dekat dengan masyarakat, termasuk anak muda.

    Dade yang selama ini bergelut di dunia pendidikan sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno itu mengeklaim dirinya bersama Sonny Tulung dan sejumlah cicit serta cucu Bung Karno lainnya, sudah membentuk Relawan Ganjar Pranowo Dengan Nama Tim GP. Dia menilai Ganjar layak menjadi presiden selanjutnya karena selalu menunjukkan kinerja positif.

    “Ganjar merupakan pemimpin yang hebat dan telah membawa banyak perubahan di Jawa Tengah. Dia juga menjadi populer di kalangan anak muda yang seringkali kritis terhadap calon pemimpin mereka. Untuk itu, bila anak muda saja memilih Ganjar, berarti kinerjanya sudah pasti terbukti, bukan?” ujar Dade, pada Senin (7/8/23), seperti dilansir Sindonews.com.

    Baca juga : Giring CS Dinilai Main Mata dengan Prabowo, Sekjen Ganjarian Spartan Pilih Hengkang dari PSI

    Menurut Dade, berbagai isu sosial dan wilayah di Jawa Tengah sudah bergerak progresif di bawah kepemimpinan Ganjar. Dia menyebut kemampuan Ganjar sebagai pemimpin telah secara efektif membawa perubahan. Tidak hanya itu, dia menganggap Ganjar punya visi dan misi yang inklusif serta pro terhadap anak muda.

    “Selama ini Ganjar kerap mengutamakan isu-isu yang sangat relevan dengan anak muda. Mulai dari pendidikan, lapangan kerja, hingga caranya untuk mendorong anak muda melek politik lewat media sosial juga kerap menarik perhatian,” tutur Dade.

    Dade pun berpendapat Ganjar adalah pemimpin yang menyadari pentingnya inovasi dan teknologi. Dia menyatakan bahwa hal itu menjadi salah satu kebutuhan anak muda zaman sekarang untuk berkontribusi lebih. Dade menjelaskan, hal itu alasan Ganjar memiliki kedekatan yang sangat intens terhadap sejumlah kelompok anak muda di Tanah Air.

    Baca juga : Heboh Harun Masiku di Indonesia, Novel Baswedan: KPK Tak Akan Tangkap

    Lebih lanjut, Dade mengatakan Ganjar merupakan sosok pemimpin yang bersih dan transparan. Dia memaparkan, indikator tersebut menjadi hal yang penting di kalangan anak muda, terlebih anak muda yang kritis seringkali merasa kecewa dengan dunia politik lantaran banyak pejabat yang korupsi.

  • Klaim Tangkap Sinyal Presiden, Relawan Jokowi se-Jatim Deklarasi Dukung Prabowo di Pilpres 2024

    Klaim Tangkap Sinyal Presiden, Relawan Jokowi se-Jatim Deklarasi Dukung Prabowo di Pilpres 2024

    TIKTAK.ID – Bakal calon presiden, Prabowo Subianto, diketahui memperoleh dukungan para Relawan Jokowi se-Jawa Timur untuk ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

    “Kami menangkap pesan restu dari Pak Jokowi atas dukungan untuk Pak Prabowo,” ujar Koordinator Relawan Jokowi se-Jawa Timur, Afifuddin, dalam keterangannya di Surabaya, Senin (7/8/23), seperti dilansir Tempo.co.

    Afifuddin mengeklaim masyarakat dari berbagai elemen semakin bergelombang memberikan dukungan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, agar maju melanjutkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2024.

    Baca juga : Demokrat Desak Setop Kriminalisasi Pengkritik Pemerintah Terkait Kasus Rocky Gerung

    Menurut Afifuddin, dukungan tersebut menjadi bukti konkret restu Jokowi terhadap Prabowo untuk melanjutkan prestasi dan pembangunan berkelanjutan untuk Indonesia.

    Afifuddin menyampaikan dukungan tersebut ketika deklarasi para relawan Jokowi mendukung bakal Capres Prabowo di Ponorogo, Jatim, Minggu kemarin. Deklarasi itu turut dihadiri berbagai simpul wilayah Jawa Timur, seperti Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Tulungagung, Blitar, Trenggalek, Kediri, dan se-Mataraman.

    “Kami sebagai pengikut setia, menyatukan tekad, meluruskan niat, dan mensolidkan suara memberikan (dukungan) kepada Pak Prabowo agar meneruskan estafet kepemimpinan sebagai Presiden 2024-2029,” tutur Afifuddin.

    Baca juga : Khofifah Ungkap Beberapa Parpol Komunikasi Soal Pinangan Cawapres

    Afifuddin menilai dukungan ini dilakukan atas inisiasi para relawan, sebagai sikap nyata mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan kepada sosok tepat dan memahami visi kerja Jokowi selama memimpin pembangunan nasional.

    “Kami menyatukan dukungan atas dorongan sendiri dengan dorongan sinyal dari Pak Jokowi. Pak Prabowo merupakan sosok yang tepat karena mengerti, melihat setiap langkah keputusan Pak Jokowi dalam melakukan kerja besar di nasional,” jelas Afif.

    Afifuddin menyebut Prabowo telah membuktikan loyalitasnya terhadap Jokowi dan mampu melaksanakan tugas yang diberikan untuk masyarakat. Dia menganggap kompetensi Prabowo sebagai pemimpin terbukti dari kinerja gemilang Kementerian Pertahanan, sehingga kinerja Kabinet Indonesia Maju bisa meraih rapor approval rating yang tinggi.

    Baca juga : Novel Baswedan Beberkan KPK Dihajar Habis Usai Ungkap Kasus ini

    Afifuddin melanjutkan bahwa dukungan relawan juga melihat aspek tantangan Indonesia di masa mendatang. Dia menganggap Indonesia perlu pemimpin yang mengerti persaingan global dan berani memberi solusi.

    “Kami bersama masyarakat Jawa Timur bakal gerilya untuk mengenalkan Pak Prabowo sebagai penerus Pak Jokowi kepada masyarakat Jawa Timur. Kami menyadari, penting memberikan dukungan secara simultan, supaya pembangunan yang sesuai dengan cita-cita proklamasi bisa terwujud,” tegas Afifuddin.

  • Bela Rocky dan Sebut Kritikanya Masih Wajar, Demokrat: Relawan Jokowi Antikritik

    Bela Rocky dan Sebut Kritikanya Masih Wajar, Demokrat: Relawan Jokowi Antikritik

    TIKTAK.ID – Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani mengatakan bahwa kritik Pakar Filsafat, Rocky Gerung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih dalam batasan yang wajar. Dia mengatakan justru relawan Jokowi yang melaporkan Rocky Gerung ke polisi anti terhadap kritikan.

    “Kita tentu menyayangkan respons relawan Jokowi yang antikritik dan sedikit-sedikit merespons dinamika yang sifatnya bentuk diskursus publik ke ranah hukum,” ujar Kamhar, seperti dilansir SINDOnews, pada Selasa (1/8/23).

    Terlebih, Kamhar menyebut pimpinan relawan yang akan melaporkan Rocky Gerung ini sebelumnya sempat viral soal videonya bakal menyerang pihak-pihak yang berseberangan dengan Jokowi. Dia pun menganggap Jokowi sebenarnya bisa cawe-cawe untuk menertibkan relawannya dalam merespons situasi seperti ini.

    Baca juga : NasDem Ikut Bela Rocky Gerung Soal Kritikan ke Jokowi

    “Tak sensitif yang sedikit-sedikit menempuh jalur hukum, serta terbaca hukum hanya cepat dan tangkas merespons laporan relawan, tapi tidak untuk sebaliknya,” ucap Kamhar.

    “Lagi pula kritik yang selama ini disampaikan oleh Rocky Gerung masih dalam batasan yang wajar pada koridor demokrasi dan akademis sebagai penjaga akal sehat publik, supaya terjaga kewarasan dan keseimbangan di masyarakat,” imbuh Kamhar.

    Seperti telah diberitakan, Rocky Gerung dilaporkan ke Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya atas dugaan penghinaan terhadap Presiden Jokowi. Adapun yang melaporkan Rocky ke Bareskrim Polri yakni organisasi relawan Jokowi, Barisan Rakyat Indonesia Kawal Demokrasi (Barikade) 98.

    Baca juga : Jika Jadi Presiden, Ganjar Siap Koreksi Program Jokowi yang Kurang Pas, Apa Saja?

    Ketua Barikade 98, Benny Rhamdani, yang merupakan salah satu petinggi organisasi relawan Jokowi menjelaskan bahwa dalam video yang beredar itu, Rocky turut mengumpat kepada Jokowi. Dia lantas mengakui kalau pernyataan itu yang menjadi dasar pelaporannya.

    “Dan ini merupakan pernyataan yang dapat dikategorikan sebagai penghinaan terhadap presiden, yang tentu kami yang menjadi bagian dari rakyat Indonesia,” tegas Benny di Mabes Polri, Jakarta, pada Senin (31/7/23).

    Tidak hanya itu, Rocky juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan dugaan penghinaan terhadap Presiden Jokowi. Laporan tersebut dibuat oleh Relawan Indonesia Bersatu yang sudah diterima oleh Polda Metro Jaya dengan registrasi nomor LP/B/4459/VII/2023/POLDA METRO JAYA.

  • NasDem Ikut Bela Rocky Gerung Soal Kritikan ke Jokowi

    NasDem Ikut Bela Rocky Gerung Soal Kritikan ke Jokowi

    TIKTAK.ID – Anggota Komisi III dari Fraksi NasDem, Taufik Basari mengungkapkan bahwa pernyataan Rocky Gerung yang mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) “bajingan tolol” seharusnya tidak dilaporkan ke polisi.

    “Seharusnya apa yang disampaikan Rocky Gerung tidak perlu sampai pada pelaporan pidana ke kepolisian,” ujar pria yang akrab disapa Tobas itu, pada Selasa (1/8/23), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

    Menurut Tobas, kritik terhadap penyelenggara negara adalah hal yang lumrah. Dia menilai demokrasi membuka ruang bagi warga negara untuk mengkritik. Dia juga menganggap penyelenggara negara harus dapat menerima setiap kritik yang dilontarkan rakyat.

    Baca juga : Jika Jadi Presiden, Ganjar Siap Koreksi Program Jokowi yang Kurang Pas, Apa Saja?

    “Ini berlaku kepada semua pejabat. Mulai dari pejabat daerah, pejabat negara, wakil rakyat, hingga Presiden,” tutur Tobas.

    Tobas mengatakan demokrasi Indonesia menjadi tidak sehat kalau mengedepankan pidana dalam menyikapi perbedaan pandangan dan kritik ke pejabat negara. Dia mengeklaim Indonesia berpotensi mengarah ke otoritarianisme jika para pejabat tak dapat menerima kritik.

    “Karena kritikan dan kecaman dihadapi dengan pendekatan kekuasaan, bukannya perdebatan pemikiran ataupun penjelasan berbasis data, bukti, dan fakta,” ucap Tobas.

    Seperti diketahui, beberapa kelompok relawan melaporkan Rocky ke Bareskrim Polri lantaran dinilai telah membuat pernyataan yang menghina presiden. Akan tetapi, laporan tersebut ditolak Bareskrim Polri.

    Baca juga : Soal Cak Imin Masuk 5 Besar Kandidat Cawapres Ganjar, PKB: Terima kasih Mbak Puan

    Penasihat Hukum kelompok relawan Jokowi, Ferry Manulang mengaku polisi menolaknya dengan alasan harus ada klarifikasi dari Presiden Jokowi sebagai orang yang merasa dirugikan.

    Setelah ditolak Bareskrim, mereka pun melaporkan Rocky ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut lantas diterima dan teregister dengan nomor LP/B/4459/VII/2023/SPKT POLDA METRO JAYA tanggal 31 Juli 2023.

    Tak hanya Rocky, mereka turut melaporkan Refly Harun, karena dianggap berperan menyebarkan pernyataan Rocky itu ke media sosial. Pasalnya, pernyataan tersebut diunggah melalui akun YouTube milik Refly.

    Baca juga : Kandidat Bacawapres Ganjar Sisa 5 Nama, Relawan Ganjarist Ungkap Syarat yang Harus Dipenuhi

    Di sisi lain, Rocky Gerung mengklarifikasi penggunaan kata “bajingan tolol” untuk mengkritik kebijakan Presiden Jokowi dalam acara buruh di Kota Bekasi. Dia mengatakan “bajingan tolol” adalah ungkapannya untuk mengkritik kebijakan dan posisi Jokowi sebagai Presiden, bukan dalam artian menghina pribadi atau personal Jokowi. Dia pun menyebut ungkapan seperti itu cukup lumrah dalam forum perdebatan politik yang demokratis.

  • Ganjar Ngaku Belajar dari Jokowi Soal Menjaga Hubungan dengan Relawan

    Ganjar Ngaku Belajar dari Jokowi Soal Menjaga Hubungan dengan Relawan

    TIKTAK.ID – Bakal calon presiden (Bacapres) dari PDIP, Ganjar Pranowo mengaku bahwa dirinya banyak belajar dari sosok Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi. Ganjar memaparkan bahwa pelajaran itu terkait cara Jokowi menjaga hubungan dengan simpul relawan.

    “Saya belajar betul dari beliau karena beliau rendah hati dan komunikasi tidak putus,” ujar Ganjar di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, Rabu (19/7/23), seperti dilansir Tempo.co.

    Kemudian Ganjar menjelaskan bahwa saat Jokowi berbicara mengenai relawannya sangat mendetail dan mengingat setiap relawan-relawan yang mendukung.

    Baca juga : Pengamat Nilai Pertemuan Prabowo-Budiman Ancaman Bagi Ganjar

    “Beliau itu sangat detail sekali dan berbicara satu per satu dari kelompok relawan yang pernah ada,” tutur Ganjar.

    Menurut Ganjar, Jokowi adalah sosok yang sangat menjaga hubungan dan berkomunikasi dengan para simpul relawan dalam waktu yang terbilang lama.

    “Komunikasi tidak putus hingga tahun kesepuluh, kira-kira tahun depan,” ucap Ganjar.

    Ganjar pun mengeklaim kekagumannya terhadap Jokowi atas hubungan dengan para relawan itu. Dia menganggap keberadaan relawan Jokowi masuk dalam lanskap politik Indonesia.

    Baca juga : HMI Siap Sambut Jokowi di Bengkulu dengan Demo, Apa Tuntutannya?

    “Dan itu merupakan sebuah hubungan besar dalam lanskap politik nasional, di mana nama relawan kemudian diperhitungkan dalam sebuah politik Indonesia,” jelas Ganjar.

    Ganjar menyebut relawan punya peran signifikan dalam pemilihan umum (Pemilu). Dia lantas menyatakan bahwa kemenangan Presiden Jokowi dalam dua Pemilu terakhir karena keberadaaan relawan.

    “Setidaknya dua kali Pemilu, ternyata relawan memang bisa menentukan,” terang Ganjar.

    Baca juga : Puan hingga Ganjar Komentari Pertemuan Budiman Sudjatmiko-Prabowo

    Ganjar juga mengatakan saat ini partai politik harus berkolaborasi dengan relawan untuk memenangkan Pemilu. Dia tidak menampik kalau relawan memiliki kekuatan yang tak kalah besarnya.

    “Dan ternyata relawan punya kekuatan tersendiri dan hal itu sudah dibuktikan,” imbuh Gubernur Jawa Tengah tersebut.

    Ganjar berpendapat kekuatan relawan tak hanya tampak dalam pemilihan presiden (Pilpres), melainkan juga terasa di tingkat pemilihan kepala daerah (Pilkada). Pasalnya, dia melihat sepak terjang relawan di berbagai tingkatan dalam 10 tahun terakhir.

    Baca juga : Andika Perkasa Tegaskan Tetap Dukung Ganjar Meski Tak Jadi Cawapres Maupun Timses

    “Itu realitasnya,” kata Ganjar.

    Untuk diketahui, Ganjar menyampaikan hal itu di hadapan para relawan yang menghadiri Silaturahmi 1 Muhrram 1445 Hijriah bersama Relawan Dukung Ganjar.

  • Gibran Buka Suara Usai Diteriaki ‘Wapres’ oleh Relawan Jokowi

    Gibran Buka Suara Usai Diteriaki ‘Wapres’ oleh Relawan Jokowi

    TIKTAK.ID – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengeklaim bahwa dirinya tidak tahu ada teriakan “Wapres” dari relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ketika ia hadir di acara konsolidasi relawan Jokowi bertajuk “Nyawidji Tambah Bakoh, Kumpul Sedulur Jateng” di Gedung Wanita Kota Solo, kemarin. Gibran mengatakan kehadirannya dalam acara itu hanya untuk memenuhi undangan saja.

    “Nggak tahu soal teriakan, tidak tahu saya. Hanya menghadiri silaturahmi, halal bihalal, itu saja,” ujar Gibran di Balai Kota Solo, pada Kamis (6/7/m23), seperti dilansir detik.com.

    Kemudian ketika ditanya apakah dirinya dipanggil PDIP setelah menghadiri acara relawan Jokowi, Gibran menyatakan tidak ada panggilan dari partainya.

    Baca juga : Forum Purnawirawan TNI-Polri Gelar Deklarasi Dukung Anies

    “Tidak ada panggilan. Nggak ada panggilan dari Pak Hasto, lha memang salah saya apa?” ucap Gibran.

    Untuk diketahui, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sempat disambut oleh teriakan “Wapres” saat menghadiri acara konsolidasi relawan Jokowi bertajuk “Nyawidji Tambah Bakoh, Kumpul Sedulur Jateng” di Gedung Wanita Kota Solo.

    Ketika itu, Gibran tiba di Gedung Wanita, kawasan Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (5/7/23) pukul 15.34 WIB.

    Baca juga : Projo dan Relawan Prabowo Bertemu, Bakal Gabungkan Dukungan di Pilpres 2024?

    “Mas Gibran maju Wapres,” teriak relawan ketika menyambut kedatangan Gibran.

    Dukungan tersebut pun menggema sejak tiba hingga sekitar sembilan perwakilan relawan menyampaikan pendapat di hadapan Gibran secara langsung.

    Sementara itu, Gibran sendiri mengaku ngeri ketika mendengar teriakan relawan tersebut.

    “Saya itu paling ngeri, lagi kumpul ramai-ramai gini, lalu ada yang teriak ‘Wapres, Gubernur’. Sebab, nanti saya ada teguran, jadi Bapak Ibu yang santai aja,” tutur Gibran saat sedang memberikan sambutan di Gedung Wanita Solo, pada Rabu (5/7/23).

    Baca juga : Gerindra: Cak Imin Masih Kandidat Terkuat Cawapres Prabowo

    Gibran menjelaskan bahwa secara aturan umurnya masih belum cukup untuk menjadi Cawapres. Dia menyebut umur minimal untuk maju Cawapres adalah 40 tahun. Sedangkan untuk kursi gubernur, Gibran menilai belum waktunya, lantaran masih ingin fokus pada pekerjaan-pekerjaannya di Kota Solo.

    “Surveinya dikawal, gitu saja. Saya ini masih fokus di Solo hingga 2024. Dan kalau urusan Wapres dan lain-lain, itu umurnya jelas masih belum memenuhi, jadi kita ikuti aturan yang sudah berlaku. Saya saat ini masih fokus pekerjaan-pekerjaan di Kota Solo, karena PR-nya masih ada banyak sekali,” terang Gibran.

  • Projo dan Relawan Prabowo Bertemu, Bakal Gabungkan Dukungan di Pilpres 2024?

    Projo dan Relawan Prabowo Bertemu, Bakal Gabungkan Dukungan di Pilpres 2024?

    TIKTAK.ID – Relawan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Projo, diketahui menyambut kunjungan relawan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto yang tergabung dalam Rumah Besar Relawan Prabowo 08.

    Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa pertemuan itu hanya silaturahmi. Meski begitu, ia memberi sinyal terkait dukungan untuk Prabowo dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

    “Agenda perjuangan sudah sama, dan cara pandang melihat tantangan ke depan sudah sama, masak figurnya bisa berbeda?” ujar Budi Arie di Kantor DPP Projo, Jakarta, pada Kamis (6/7/23), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : Gerindra: Cak Imin Masih Kandidat Terkuat Cawapres Prabowo

    Menurut Budi, Projo masih belum memutuskan siapa Capres yang akan mereka dukung. Dia menyebut Projo masih menunggu arahan dari Presiden Jokowi.

    Akan tetapi, Budi mengaku tidak masalah kalau pihaknya sudah dianggap condong mendukung Prabowo. Dia menegaskan tidak ingin ambil pusing terkait hal itu.

    “Jangankan asumsi, tuduhan pun akan kami nikmati,” ucap Budi.

    Baca juga : Menteri PUPR: Rumput JIS Tidak Penuhi Standar FIFA

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Koordinator Rumah Besar Relawan Prabowo 08, Haris Moty, sempat menggoda Projo untuk mendukung Prabowo. Ia berharap agar salah satu kelompok relawan tertua Jokowi itu dapat ikut bergabung mendukung Prabowo.

    “Projo bagi kami satu frekuensi pada hari ini. Jadi kita harapkan bisa seirama, sejalan soal kebangsaan maupun politik Pilpres nanti. Saya menangkap auranya ke situ,” tutur Haris.

    Haris juga mengakui ada kesamaan ruh dan frekuensi dengan Projo. Dengan alasan itu, Haris menyebut pihaknya menggelar pertemuan dengan Projo.

    Baca juga : Hasto Tegaskan PDIP dan Ganjar Siap Lanjutkan Program Jokowi

    “Pilihan pertama kami datang ke Projo karena kami ada kesamaan ruh dan frekuensi lah soal kebangsaan maupun dalam soal politik,” jelas Haris, mengutip Tempo.co.

    Perlu diketahui, Projo adalah salah satu kelompok relawan Jokowi yang hingga saat ini masih belum mengarahkan dukungan kepada Capres mana pun. Mereka bersikukuh bakal menunggu arahan langsung dari Jokowi untuk mendukung calon tertentu.

    Projo sendiri sempat menggelar Musyawarah Rakyat Indonesia untuk menjaring kandidat presiden. Akan tetapi Jokowi meminta Projo untuk tetap sabar menunggu arahan.

    Baca juga : Jokowi Bakal Kunjungi Papua, 4.500 Aparat Dikerahkan

    “Siapa sih yang diinginkan oleh rakyat? Jangan sampai keliru, saya tahu kalau saudara-saudara ingin menemukan Capres dan Cawapres yang benar dan tepat,” jelas Jokowi di acara puncak Musra, di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu (14/5/23) lalu.

  • Ganjar Tak Masalah Relawan Jokowi-Gibran Dukung Prabowo

    Ganjar Tak Masalah Relawan Jokowi-Gibran Dukung Prabowo

    TIKTAK.ID – Relawan Joko Widodo (Jokowi) dan Gibran Rakabuming Raka di Jawa Tengah dan Jawa Timur telah secara resmi mendukung Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai bakal calon presiden (Capres) dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

    Sebagai bakal Capres dari PDIP, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku memperbolehkan sikap politik tersebut.

    “Boleh,” ujar Ganjar menjawab pertanyaan wartawan, ketika mendampingi Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengunjungi Purworejo, pada Minggu (21/5/23), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : Jawab Kritikan Anies-JK, Faldo: Berdasarkan Hasil Survei, Rakyat Puas dengan Kinerja Jokowi

    Untuk diketahui, dalam agenda tersebut, Budi melakukan groundbreaking pembangunan terminal tipe A di Jl Gajah Mada, Kecamatan Banyuurip, Purworejo, dan meninjau stasiun lama Purworejo di Jl Mayjen Sutoyo yang bakal direaktivasi.

    Kemudian di sela-sela acara tersebut, Ganjar juga sempat ditanya oleh wartawan terkait sosok calon wakil presiden (Cawapres) yang pantas untuk mendampingi dirinya dalam Pilpres 2024. Akan tetapi, Ganjar enggan menjawab hal itu.

    “Bangun terminal kok Cawapres. Bangun terminal dulu,” ucap Ganjar.

    Baca juga : Dapat Dukungan Kiai NU, Cak Imin Makin Yakin Jadi Cawapres Prabowo

    Enggan membahas soal Cawapres, Ganjar justru menceritakan kenangan ketika dirinya masih menjadi tukang ojek. Ganjar pun mengatakan senang karena bisa mendapat duit dari menarik ojek jelang Lebaran tiba.

    “Stasiun kan berhentinya di Kutoarjo, kalau yang di Purworejo yang menarik kenangan saya. Saya pernah menjadi tukang ojek. Jadi kalau Lebaran, karena keretanya tidak sampai Purworejo berhenti di Kutoarjo, nah kita mau Lebaran ngojek dan dapat duit,” ungkap Ganjar sembari tersenyum.

    Sebelumnya, relawan Jokowi dan Gibran se-Jateng dan Jatim resmi menyatakan mendukung Prabowo Subianto sebagai Capres 2024. Terdapat sejumlah pertimbangan relawan Jokowi dan Gibran memilih mendukung Prabowo sebagai Capres dibandingkan Ganjar Pranowo. Prabowo dianggap berkomitmen dalam meneruskan gagasan Jokowi.

    Baca juga : Soal Perusakan Baliho, Anies Instruksikan Relawannya Lapor Polisi

    “Setelah melakukan konsolidasi di Loji Gandrung, konsolidasi Jateng dan Jatim kita mengerucutkan suara jadi satu nama, Prabowo. Pertimbangannya karena komitmen Prabowo kepada RI sangat luar biasa, memuluskan gagasan-gagasan Pak Jokowi ke depan, dan meneruskan program-programnya yang sudah dirintis,” terang koordinator relawan Gibran sekaligus pihak pengundang, Kuat Hermawan Santosa, pada Jumat (19/5/23).