Tag: Relawan Jokowi

  • Ganjar Bakal Hadiri Halal Bihalal Ribuan Relawan Jokowi di Senayan

    Ganjar Bakal Hadiri Halal Bihalal Ribuan Relawan Jokowi di Senayan

    TIKTAK.ID – Bakal calon presiden dari PDIP, Ganjar Pranowo, disebut-sebut bakal menghadiri pertemuan akbar bersama relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Basket Hall Senayan, Jakarta pada Sabtu (13/5/23). Ketua Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Ganjar sekaligus politikus PDIP, Ahmad Basarah mengungkapkan bahwa acara yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut akan dihadiri sebanyak 3-4 ribu relawan Jokowi.

    “Akan diselenggarakan pertemuan akbar antara relawan pendukung Presiden Joko Widodo bersama Capres Ganjar Pranowo dalam acara Halal Bi Halal Idulfitri 1444 Hijriyah di Basket Hall Senayan Jakarta, pada Sabtu, 13 Mei,” ujar Basarah di Menteng, Jakarta Pusat (12/5/23), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Menurut Basarah, pertemuan relawan tersebut adalah kelanjutan dari Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres 2024 DPP PDI (TKRPP-PDI Perjuangan) yang baru dibentuk. Basarah sendiri didapuk sebagai Ketua.

    Baca juga : Survei SMRC: Elektabilitas Ganjar Naik dalam Sebulan Terakhir, Disusul Prabowo dan Anies

    Kemudian selama 15 hari sejak dibentuk oleh DPP PDIP, Basarah mengatakan sebanyak 457 organisasi relawan sudah tergabung. Dia menyebut data tersebut tercatat dalam pusat data TKRPP-PDIP.

    Basarah menjelaskan bahwa pihaknya masih membuka pendaftaran kepada organisasi relawan yang ingin bergabung hingga 28 Oktober mendatang atau bertepatan dengan hari ulang tahun Ganjar. Nantinya, kata Basarah, seluruh organisasi relawan yang tergabung dalam TKRPP-PDIP akan melebur dalam struktur Tim Kampanye Nasional Ganjar di Pilpres 2024.

    “Ini untuk memastikan supaya semua elemen partai pengusung dan pendukung Ganjar Pranowo dan calon wakil presidennya bergerak serta bekerja secara bergotong-royong,” tutur Basarah.

    Baca juga : PDIP Tegaskan Tak Akan Tarik NU dalam Politik Praktis Jelang 2024

    Untuk diketahui, saat ini TKRPP-PDIP telah mendirikan sekretariat yang beralamat di Jalan Diponegoro No.72, Jakarta Pusat. Basarah menyatakan Sekretariat Pusat Koordinasi Relawan Pilpres 2024 DPP PDI Perjuangan bakal diresmikan langsung oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri bersama Ganjar pada 1 Juni mendatang.

    Sebelumnya, PDIP telah mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden yang akan diusung dalam Pilpres 2024 mendatang. Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang mengumumkan secara langsung deklarasi tersebut pada 21 April lalu, dan didampingi oleh Jokowi.

    Namun PDIP masih belum menentukan Cawapres yang akan mendampingi Ganjar Pranowo. Adapun masa pendaftaran Capres-Cawapres baru dibuka oleh KPU pada Oktober mendatang.

  • Tegaskan Tak Akan Hadir Halal Bihalal, Projo dan Bara JP: Kami Relawan Jokowi, Bukan Relawan Ganjar

    Tegaskan Tak Akan Hadir Halal Bihalal, Projo dan Bara JP: Kami Relawan Jokowi, Bukan Relawan Ganjar

    TIKTAK.ID – Dua kelompok relawan Jokowi, yaitu Projo dan Bara JP menyatakan tidak akan hadir dalam acara halal bihalal bersama bakal calon presiden PDIP, Ganjar Pranowo di Senayan, pada Sabtu (13/5/23). Sekjen Pro Jokowi (Projo), Handoko mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya belum menjadi relawan Ganjar, sehingga tidak akan hadir dalam pertemuan tersebut.

    “Enggak (ikut). Ya karena Projo itu adalah relawan Jokowi, bukan relawan Ganjar,” ujar Handoko, seperti dilansir CNN Indonesia, pada Jumat (12/5/23).

    Projo sendiri adalah salah satu pelopor gerakan Musyawarah Rakyat (Musra). Gerakan itu menjaring nama-nama Capres dan Cawapres, lalu hasilnya akan diumumkan di Istora Senayan, Jakarta pada Minggu (14/5/23).

    Baca juga : Amien Rais Tak Masuk Daftar Bacaleg Partai Ummat

    Sedangkan Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) juga memutuskan tidak akan hadir dalam acara halal bihalal relawan dengan Ganjar. Ketua Umum Bara JP, Utje Gustaf Patty mengaku masih menunggu titah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait Capres.

    “Enggak. Anggota Bara JP mungkin banyak yang ikut, namun Bara JP masih menunggu komando dari Pak Jokowi,” terang Utje.

    Menurut Utje, Bara JP hanya akan mendukung Capres pada Pilpres 2024 bila memang ada perintah dari Jokowi. Dia menegaskan bahwa selama Jokowi masih belum memberi arahan, maka mereka tetap mendukung tiga periode.

    Baca juga : Aksi Kaesang Pamer Baju Bergambar Prabowo Viral, Begini Tanggapan PDIP

    Di sisi lain, Ketua Umum Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman), Iwan Dwi Laksono mengeklaim bakal ada 99 kelompok relawan Jokowi yang hadir dalam halal bihalal bersama Ganjar. Dia menjelaskan bahwa sebetulnya seluruh relawan Jokowi diundang untuk hadir di acara tersebut, tapi ada beberapa kelompok relawan yang kemungkinan tak hadir.

    “Semua relawan diundang. Namun Projo belum menentukan Capresnya, Bara JP masih dengan wacana tiga periode,” tutur Iwan.

    Iwan memaparkan bahwa sejumlah kelompok relawan yang akan ikut yakni Seknas Jokowi, Pena 98, dan Jaman. Mereka bakal bersilaturahmi dengan Ganjar sekitar pukul 19.00 WIB di Basket Hall Senayan, Jakarta.

    Baca juga : PPP Bocorkan Soal PAN Ikut Dukung Ganjar di Pilpres 2024

    Adapun Ketua Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Ganjar sekaligus politikus PDIP, Ahmad Basarah menyampaikan bahwa acara itu akan dihadiri sebanyak 3-4 ribu relawan.

  • Sempat Dukung Ganjar, Relawan Jokowi Mania Akhirnya Deklarasi Dukung Prabowo di Pilpres 2024

    Sempat Dukung Ganjar, Relawan Jokowi Mania Akhirnya Deklarasi Dukung Prabowo di Pilpres 2024

    TIKTAK.ID – Relawan Jokowi Mania (JoMan) memutuskan untuk mendukung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden (Capres) 2024 mendatang. Kelompok pimpinan Immanuel Ebenezer tersebut sebelumnya telah membubarkan relawan Ganjar Pranowo (GP) Mania lantaran batal mendukung Ganjar di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

    JoMan melakukan deklarasi terhadap Prabowo di Kantor DPP di bilangan Jakarta Selatan, pada Rabu, (15/2/23).

    “Tegak lurus kita adalah kepada Pak Prabowo Subianto. Dukungan bulat ini semoga juga dapat diikuti oleh kawan-kawan DPC, DPD, semua,” ujar Ketua Umum Relawan JoMan Immanuel Ebenezer usai deklarasi, pada Rabu (15/2/23), seperti dilansir Sindonews.com.

    Baca juga : Pilih Beda Jalan di Pilpres 2024, Amien Rais Curhat Tak Pernah Digubris Saat Hubungi Prabowo

    Pria yang akrab disapa Noel itu menjelaskan bahwa dalam waktu dekat ini, JoMan bakal menjalin komunikasi dengan Prabowo terkait dukungan tersebut.

    “Kami akan mengundang kawan-kawan memberikan dukungan bulat kami kepada Pak Prabowo,” ungkap Noel.

    JoMan sendiri adalah relawan pendukung Jokowi dalam Pilpres 2019 lalu. Noel pun menyebut Presiden Jokowi tidak mempermasalahkan perubahan haluan dukungan pada Pilpres 2024.

    Baca juga : Tanggapan Anies Usai Politikus NasDem Sebut Ada Institusi Negara Ganggu Agenda Safari Politik

    “Saya rasa Presiden Jokowi sangat demokratik, karena relawannya demokratik,” ucap Noel.

    Noel mengaku akan mempertimbangkan perubahan nama organisasi tersebut.

    “Perubahan nama akan kami pertimbangkan, dan hal itu akan dijawab usai bertemu dengan Prabowo,” tutur Noel.

    Adapun Prabowo merupakan calon presiden dari Partai Gerindra. Gerindra sudah menjalin koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), tapi sampai saat ini masih belum melakukan deklarasi Capres.

    Baca juga : Relawan Jokowi Mania Buka Opsi Dukung Anies Baswedan Usai Ketemu NasDem

    Sebelumnya, JoMan sempat bertransformasi menjadi Ganjar Pranowo (GP) Mania. Kelompok relawan tersebut mendukung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024. Akan tetapi pada pekan lalu, GP Mania sudah dibubarkan.

    Noel mengungkapkan alasannya menarik dukungan karena Ganjar dianggap minim gagasan.

    “Iya kita dengan ini tidak mendukung lagi Ganjar, karena tidak ada nilai lebih yang ditonjolkan oleh Ganjar sebagai Capres dalam hal gagasan maupun program untuk membangun Indonesia ke depannya,” tegas Noel di Kantor DPP JoMan di Jalan Panglima Polim VII No 140, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/2/23).

    Baca juga : Muncul Isu Duet Prabowo-Khofifah, PKB: Tak Ada Opsi Selain Cak Imin

    Tidak hanya itu, Noel menilai penampilan Ganjar di media sosial dan dalam kehidupan kesehariannya, berbeda terbalik dan tidak seperti yang dipikirkan oleh banyak orang.

  • Relawan Jokowi Mania Buka Opsi Dukung Anies Baswedan Usai Ketemu NasDem

    Relawan Jokowi Mania Buka Opsi Dukung Anies Baswedan Usai Ketemu NasDem

    TIKTAK.ID – Ketua Jokowi Mania (Joman) sekaligus mantan pendiri Ganjar Pranowo (GP) Mania, Immanuel Ebenezer alias Noel, mengungkapkan bahwa pihaknya berencana mengadakan konferens pers hari ini. Noel menyampaikan hal itu setelah mendatangi NasDem Tower pada Selasa (14/2/23).

    Menurut Noel, Rabu (15/2/23) pukul 13.00 WIB hari ini adalah momentum yang tepat bagi Joman untuk menjelaskan arah perjuangan politiknya, usai tidak lagi mendukung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

    “Besok (hari ini) kita akan mengadakan konferensi pers, dan arah politik kita 2024 akan kita tentukan. Kita bakal lakukan konferensi pers saya akan undang kawan-kawan arah politik kita 2024 akan kita tentukan besok hari,” terang Noel di NasDem Tower, seperti dilansir Sindonews.com.

    Baca juga : Muncul Isu Duet Prabowo-Khofifah, PKB: Tak Ada Opsi Selain Cak Imin

    Meski begitu, Noel mengaku tidak ingin mengungkapkan sosok tunggal yang akan ia dukung. Dia hanya menyebut sosok tersebut di antaranya yaitu mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan Ketua DPR Puan Maharani.

    “Kriteria, pertama itu sosok perempuan (Puan), kedua latar belakang militer (Prabowo), dan ketiga mantan rektor (Anies),” ucap Noel.

    Untuk diketahui, Noel melakukan pertemuan dengan Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya dan Wakil Ketua Umum NasDem, Ahmad Ali.

    Baca juga : Ribuan ‘Pasukan Tempur’ Pemilu 2024 dari PDIP Ziarah ke Makam Bung Karno, Ganjar Tak Ikut?

    “Yang pasti gini, kita berdiskusi dengan basis kejujuran, jadi satu sama lain tak ada saling curiga,” jelas Noel seusai pertemuan.

    Sebelumnya, kelompok pendukung Ganjar Pranowo maju di Pilpres 2024, Ganjar Pranowo Mania atau GP Mania akhirnya membubarkan diri. Pembubaran tersebut diumumkan langsung oleh Noel di Jakarta, pada Kamis, 9 Februari 2023 lalu. Dia menyatakan pembubaran tersebut berlaku secara keseluruhan, baik DPP, DPD, DPC, PAC, maupun ranting.

    “Berdasarkan kajian yang serius dan mendalam, DPP Joman kini tidak lagi mendukung Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024 dan sekaligus membubarkan organisasi relawan Ganjar Pranowo Mania di seluruh Indonesia,” ujar Noel dalam konferensi pers, mengutip Tempo.co.

    Baca juga : Partai Ummat Minta Maaf Soal Pelecehan Seksual pada Jurnalis Saat Rakernas

    Usai bubar, kelompok tersebut menegaskan tidak lagi mendukung Ganjar maju sebagai Capres. Mereka pun mengaku tidak bertanggung jawab secara hukum dan politik jika ada yang menggunakan nama GP Mania.

  • Relawan ABJ Sulut Sampaikan Tiga Poin Aspirasi ke Jokowi

    Relawan ABJ Sulut Sampaikan Tiga Poin Aspirasi ke Jokowi

    TIKTAK.ID – Relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ) diketahui telah menyampaikan tiga poin aspirasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). ABJ Sulawesi Utara (Sulut) mengungkapkan bahwa aspirasi tersebut ketika Jokowi sedang melakukan kunjungan kerja ke Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat (20/1/23).

    “Ada tiga poin aspirasi yang disampaikan kepada Presiden Jokowi,” ujar Ketua Umum ABJ, Michael Umbas di Jakarta, seperti dilansir Antaranews.com.

    Kemudian Umbas memaparkan tiga poin aspirasi yang disampaikan oleh DPD ABJ Sulut. Umbas mengatakan salah satunya adalah relawan ABJ mendukung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sebagai calon presiden (Capres) 2024.

    Baca juga : Menlu Retno Diutus Jokowi Hadapi Eropa di WTO, Bagaimana Hasilnya?

    Umbas menjelaskan bahwa aspirasi itu disampaikan karena ABJ menganggap Ganjar merupakan penerus Jokowi yang paling tepat dan mampu melanjutkan legacy yang sudah dicapai oleh Pemerintahan saat ini.

    Tidak hanya mengenai Ganjar, relawan ABJ juga menyampaikan aspirasi agar Olly Dondokambey sebagai putra Sulawesi Utara masuk ke dalam Kabinet. Sebab, mereka menilai Olly sudah teruji kemampuannya. Umbas mengklaim hal itu adalah aspirasi dari masyarakat Sulut.

    Lebih lanjut, Umbas menyebut ABJ Sulut juga mendorong Bitung menjadi pusat pelabuhan hub perikanan Indonesia Timur. Umbas menerangkan bahwa pihaknya berpendapat Bitung punya keunggulan geostrategis dan sangat potensial menjadi pusat ekonomi maritim di Indonesia Timur.

    Baca juga : Wamenag Buka Suara Usai Geger Cak Nun ‘Kesambet’ Sebut Jokowi Firaun

    “Aspirasi tersebut disampaikan teman-teman ABJ langsung ke Presiden Jokowi sebelum kembali ke Jakarta. Presiden pun menyampaikan terima kasih atas aspirasi yang disampaikan,” ucap Umbas.

    Lantas Umbas mengakui Relawan ABJ Sulut menunjukkan semangat dan konsistensi perjuangan mengawal Pemerintahan Presiden Jokowi hingga tuntas. Bahkan, Umbas menyatakan para pengurus DPD ABJ Sulut mengantar Jokowi ke Bandara Sam Ratulangi Manado untuk menuju Jakarta.

    Sebelumnya, Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Sulut selama dua hari, pada Kamis (19/1/23) dan Jumat (20/1/23). Kunjungan kerja tersebut dalam rangka meresmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara.

    Baca juga : PKB Siap Minta Masukan Ulama Jika Gus Muhaimin Batal Dampingi Prabowo di Pilpres 2024

    Selanjutnya Jokowi meresmikan sejumlah pasar, fasilitas di Bunaken, Malalayang. Terakhir, Jokowi mengunjungi pusat perbelanjaan Mantos di Manado. Di lokasi itu, Jokowi pun tampak melepas rindu dengan warga masyarakat Sulut.

  • Kritik Megawati Soal ‘Jokowi Kasihan Tanpa PDIP’, Relawan: Jokowi Pilihan Rakyat

    Kritik Megawati Soal ‘Jokowi Kasihan Tanpa PDIP’, Relawan: Jokowi Pilihan Rakyat

    TIKTAK.ID – Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) kasihan jika tanpa PDIP, menuai kritik dari relawan Jokowi. Untuk diketahui, Megawati mengatakan “kasihan Jokowi” dalam acara peringatan HUT ke-50 PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/1/23) lalu. Awalnya, Megawati menyinggung program stunting yang diinisiasi PDIP.

    “PDI Perjuangan menggalakkan program stunting loh Pak. Mbok saya dikasih bintang toh yo,” ujar Megawati sambil tersenyum.

    “Pak Jokowi itu ya ngono loh, mentang-mentang. Padahal Pak Jokowi kalau enggak ada PDI Perjuangan juga duh kasihan dah,” imbuhnya.

    Baca juga : AHY Respons Peringatan NasDem Soal Potensi Koalisi Bubar

    Relawan Jokowi pun menyoroti isi pidato PDIP Megawati yang membicarakan perannya dalam menjadikan Jokowi sebagai presiden. Sekjen Kornas Jokowi, Akhrom Saleh menegaskan bahwa Jokowi menjadi presiden karena pilihan rakyat.

    “Melihat pidato atau sambutan Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri di hari jadi PDIP yang ke-50 tahun, saya kira itu biasa-biasa saja. Ucapannya itu memang benar, partai sebagai kendaraan untuk mencapai kekuasaan. Hanya saja bahasa dan narasi beliau sedikit menggelitik,” ujar Akhrom, Kamis (12/1/23), seperti dilansir detik.com.

    “Jadi menurut saya hal ini tak perlu dijadikan persoalan. Apalagi kalau kita bicara Ibu Mega, kadang-kadang bahasa emak-emak suka nyelekit. Namun justru itulah bahasa kasih sayang kepada anaknya,” sambung Akhrom.

    Baca juga : Siap Tampung Sandiaga, PPP Bicara Peluang Usung Jadi Capres 2024

    Akhrom pun mengatakan Jokowi menjadi presiden yang dipilih oleh mayoritas rakyat.

    “Sebagai loyalis Presiden Jokowi, tentu bagi kami Pak Jokowi merupakan presiden pilihan rakyat, pilihan mayoritas rakyat Indonesia,” kata Akhrom.

    Menurut Akhrom, suara rakyat yang lebih dulu menginginkan Jokowi menjadi presiden. Dia menganggap hal itu yang mendorong parpol agar mengusung Jokowi di Pilpres.

    “Sebelum dikeluarkan rekomendasi sebagai Capres PDIP, suara rakyatlah yang lebih dulu ingin Jokowi menjadi presiden. Jadi Pak Jokowi itu bukan pilihan elite politik atau parpol tertentu, melainkan pilihan rakyat yang didorong oleh rakyat agar partai politik mengusungnya. Jadi bukan sebaliknya,” tutur Akhrom.

    Baca juga : Siap Tampung Sandiaga, PPP Bicara Peluang Usung Jadi Capres 2024

    Akhrom lantas berharap elite parpol bisa mencalonkan presiden yang sesuai dengan harapan rakyat.

  • Begini Respons Jokowi Usai Diminta Legislator PDIP Tinggalkan Relawan

    Begini Respons Jokowi Usai Diminta Legislator PDIP Tinggalkan Relawan

    TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) enggan memberikan tanggapan ketika ditanya mengenai permintaan anggota DPR dari Fraksi PDIP, Sa’id Abdullah, agar Presiden meninggalkan relawannya. Jokowi pun hanya tertawa.

    “Hehe, terima kasih,” kata Jokowi di JCC, Jakarta Pusat, pada Rabu (30/11/22), seperti dilansir Tempo.co.

    Untuk diketahui, saran supaya Jokowi meninggalkan relawannya muncul lantaran para relawan tersebut dinilai terlalu bermanuver dan hanya ingin menjerumuskan Jokowi. Kemudian penyebab Sa’id menyarankan hal itu karena buntut pernyataan Ketua Umum salah satu relawan Jokowi, Barisan Rakyat Indonesia Kawal Demokrasi (Brikade) 98, Benny Rhamdani, mengenai bertempur di lapangan melawan musuh-musuh politik.

    Baca juga : Survei Median: Prabowo Puncaki Elektabilitas Capres 2024

    Sa’id menilai pernyataan Benny itu tidak pantas disampaikan kepada Jokowi. Terlebih, kata Sa’id, sampai meminta Jokowi mengeluarkan aturan atau mengkriminalisasi seseorang tanpa alasan.

    “Jika ada relawan yang tanda kutip yang seperti itu, maka tinggalkan saja. Iya, itu bukan relawan, itu bukan relawan,” tegas Sa’id.

    Sebelumnya, Jokowi sempat bertemu dengan relawan pada Sabtu (26/11/22) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Dalam acara bertajuk Indonesia Bersatu tersebut, ribuan orang memadati Stadion GBK dan teriakan Jokowi tiga periode pun menggema dalam acara ini.

    Baca juga : Acara Nusantara Bersatu Diisukan Didanai BUMN, Erick Thohir Beri Jawaban

    Akan tetapi, sejumlah pihak mengkritik acara itu. Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto menuding ada pihak yang ingin mengkerdilkan Jokowi. Dia juga menegur ring 1 Jokowi selaku pihak yang mengadakan acara tersebut.

    Menurut Hasto, kepemimpinan Jokowi yang sudah mendunia dan menjadi inspirasi dunia telah direduksi dengan acara tersebut. Dia lantas menduga para elite relawan yang berada di belakang acara itu ingin mengambil segalanya.

    “Bila tidak dipenuhi keinginannya mereka mengancam akan membubarkan diri. Namun jika dipenuhi, elite tersebut melakukan banyak manipulasi,” terang Hasto.

    Baca juga : Soal Kode-kode dan Sebut Nama Jelang 2024, Pengamat: Jokowi Ingin Duetkan Prabowo-Ganjar

    Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman menganggap pernyataan Benny terkait izin tempur melawan musuh politik Jokowi tidak perlu dibesar-besarkan. Dia menilai pernyataan Benny itu tidak bermaksud menyudutkan pihak lain.

    “Kita jangan perbesar yang bisa menimbulkan perpecahan seperti itu. Benny juga sekilas sudah klarifikasi, kalau tidak ada maksud menyudutkan pihak lain. Hargai itu sebagai nawaitu atau niat baik beliau,” ungkap Habib di kompleks parlemen, Senayan, Selasa (29/11/22), mengutip CNN Indonesia.

  • Lempar Kode ‘Rambut Putih’ di Acara Relawan, Pengamat Nilai Jokowi Ingin Yakinkan Parpol Usung Ganjar

    Lempar Kode ‘Rambut Putih’ di Acara Relawan, Pengamat Nilai Jokowi Ingin Yakinkan Parpol Usung Ganjar

    TIKTAK.ID – Acara Relawan Nusantara di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (26/11/22), yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan puluhan ribu orang, telah menimbulkan spekulasi di masyarakat. Tak hanya persoalan izin penggunaan GBK, pengamat menganggap Jokowi berusaha menggunakan relawan untuk meyakinkan parpol supaya mau mengusung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024.

    Menurut Direktur Eksekutif PARA Syndicate, Ari Nurcahyo, pertemuan Jokowi bersama seluruh elemen Relawan Nusantara memanaskan mesin politik. Sebab, kata Ari, publik mengaitkan dengan izin penggunaan GBK yang sebelumnya dilarang untuk kegiatan politik, olahraga, dan konser musik. Selain itu masalah lainnya yakni penyalahgunaan Jalan Jenderal Sudirman yang dijadikan area parkir bus oleh para relawan.

    “Aktivitas Relawan Nusantara ini jelas kegiatan politik. Untuk itu, Pemerintah inkonsisten soal kebijakan izin GBK tersebut. Apalagi hal ini berimbas pada ketertiban umum terkait parkir kendaraan,” ungkap Ari kepada wartawan di Jakarta, seperti dilansir Republika.co.id.

    Baca juga : Jokowi Sebut Nama Soal Rambut Putih, Ada Ganjar hingga Prabowo

    Ari menjelaskan, mestinya pihak panitia, terutama Jokowi, bisa peka dan solider dengan kecemburuan publik mengenai pemberian izin aktivitas Relawan Nusantara tersebut. Ari menilai alih-alih peka dengan suara warganet terkait penggunaan GBK, Jokowi justru lebih konsen meyakinkan supaya kandidat calon presiden pilihannya menjadi pilihan masyarakat.

    “Jokowi sampai dua kali menyebut ‘rambut putih’, seolah kode kuat untuk Ganjar,” terang Ari.

    Kemudian Ari menuding Jokowi berusaha meyakinkan parpol (soal Ganjar yang juga didukung banyak relawan) sebagai mesin politik. Karena bagaimana pun, lanjut Ari, pencapresan tetap harus melalui parpol dan syaratnya yaitu terpenuhinya electoral threshold 20 persen.

    Baca juga : Aksi Pencopotan Label Gereja di Posko Gempa Cianjur oleh Ormas Garis Panen Kecaman

    “Karena untuk mengajukan Capres-Cawapres itu adalah partai politik atau gabungan parpol. Hal itu berarti presiden tidak bisa mengajukan, hanya mengusulkan saja ke partai,” tutur Ari.

    Oleh sebab itu, Ari menganggap pernyataan Jokowi soal kriteria calon pemimpin sebagai bentuk upaya membangun opini. Dia berpendapat Jokowi membuat kriteria yang kuat sebagai masukan ke parpol soal sosok yang layak memimpin pada 2024.

    “Yaitu pemimpin yang memikirkan rakyat, walaupun baru sebatas kriteria berdasar raut wajah dan penampilan, tapi seolah kriteria itu menjadi bukti kinerja yang pas bagi sang pemimpin,” ucap Ari.

  • Relawan Jokowi dan PDIP Saling Sindir Soal Acara Nusantara Bersatu di GBK

    Relawan Jokowi dan PDIP Saling Sindir Soal Acara Nusantara Bersatu di GBK

    TIKTAK.ID – Ketua Umum Solidaritas Merah Putih sekaligus panitia acara relawan Jokowi di Gelora Bung Karno (GBK), Silvester Matunina, diketahui menyindir balik PDIP terkait acaranya yang menuai kritik.

    Silvester menyinggung pernyataan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang menyebut acara itu dibuat hanya untuk menyenangkan Presiden Jokowi atau Asal Bapak Senang (ABS), padahal acara tersebut sudah mencederai nama baik Presiden.

    Menanggapi perkataan Hasto, Silvester mengklaim acara Nusantara Bersatu di GBK digelar demi menyenangkan hati rakyat atau Asal Rakyat Senang (ARS). Silvester pun mengaku para relawan ingin meminta petunjuk dari Jokowi. Dengan begitu, kata Silvester, pergantian kepemimpinan dapat dilakukan dengar benar.

    Baca juga : Said Aqil Desak Pemerintah Gencar Sebar Luaskan Islam Nusantara Sambut Pemilu 2024

    “Ada komentar terkait ABS ya? Bukan ABS, melainkan ARS, Asal Rakyat Senang. Mereka rindu berjumpa dengan pemimpinnya, jadi kita coba ikhtiarkan forumnya, itu saja,” ujar Silvester dalam keterangannya, pada Minggu (27/11/22), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Kemudian Silvester menyatakan bahwa tidak ada yang perlu diluruskan soal acara yang digelar pihaknya di GBK pada Sabtu (26/11/22) lalu. Dia menegaskan, setiap pihak termasuk Sekjen PDIP bebas untuk memberi penafsiran apapun mengenai acara tersebut. Dia juga menyebut acara itu digelar para relawan supaya dapat bersilaturahmi langsung dengan Presiden dan bukan kepentingan pribadi.

    “Jadi tentu acara itu bukan hajat pribadi, atau hajat segelintir orang. Kalau kita ikut acara kemarin, pasti bisa merasakan sendiri bagaimana energi Presiden saat berjumpa dengan rakyatnya,” tutur Silvester.

    Baca juga : Bandingkan dengan Sikap Negarawan SBY, Demokrat Sebut Langkah Jokowi Endorse Capres ‘Tidak Etis’

    “Di situlah kami memohon arahan Presiden supaya kompas arah bangsa ke depan dapat semakin terarah dan satu komando,” imbuh Silvester.

    Sebelumnya, Hasto sempat melontarkan kritik terhadap acara relawan Jokowi yang menggelar acara di GBK. Hasto menuding acara tersebut telah menjerumuskan Jokowi atas capaian yang sudah dilakukan Presiden. Dia juga menganggap para petinggi relawan Nusantara memiliki tujuan buruk dengan menggelar acara tersebut.

    “Tampaknya elite relawan itu ingin mengambil segalanya. Bila tidak dipenuhi keinginannya, maka mereka mengancam akan membubarkan diri. Namun jika dipenuhi, elite tersebut melakukan banyak manipulasi,” ungkap Hasto.

  • Dikunjungi dan Diberi Masukan Relawan Jokowi, Prabowo: Pertemuan Produktif

    Dikunjungi dan Diberi Masukan Relawan Jokowi, Prabowo: Pertemuan Produktif

    TIKTAK.ID – Pengurus Musyawarah Rakyat (Musra) yang merupakan gabungan relawan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi), diketahui telah menemui Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan. Prabowo pun menyambut baik kedatangan dari Pengurus Musra.

    “Saya mendapatkan kehormatan didatangi oleh saudara Budi Arie dengan rekan-rekan, teman-teman dari Musyawarah Rakyat, dari relawan Jokowi, Projo ya, dan kawan-kawan,” ujar Prabowo kepada wartawan di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Kamis (10/11/22), seperti dilansir detik.com.

    Prabowo mengaku memperoleh masukan dari relawan Jokowi soal hasil Musra yang telah diselenggarakan beberapa kali. Prabowo juga memberi beberapa penjelasan kepada Pengurus Musra.

    Baca juga : Luhut Beberkan Cara ‘Kampungan’ Jokowi Hingga Sukses Redam Inflasi

    “Tadi saya sudah menerima masukan-masukan dari kawan-kawan Projo, dari kawan-kawan Musyawarah Rakyat, mengenai hasil mereka keliling ke daerah-daerah, apa pandangan-pandangan dari bawah dan mereka memberi masukan-masukan pada saya. Saya juga memberikan penjelasan-penjelasan,” terang Prabowo.

    Prabowo lantas mengklaim pertemuan tersebut berlangsung produktif. Dia menyebut komunikasi kedua pihak juga saling terbuka.

    “Saya kira di hari yang baik ini kita mengadakan suatu pertemuan yang cukup produktif. Jadi banyaklah hasilnya di mana kita istilahnya tadi buka-bukaan gitu,” ucap Prabowo.

    Baca juga : Polisi Temukan 5000 Detonator di Situbondo, Teror KTT G20?

    Sebelum pertemuan dengan Prabowo, gabungan relawan Presiden Jokowi terlebih dahulu menemui Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto guna membahas hasil kerja mereka. Budi Arie menilai komunikasi itu bakal dilangsungkan dengan semua partai politik (parpol).

    “Kita semua partai sejauh, sebisa mungkin, sedapat mungkin, semua partai akan kita komunikasikan,” ungkap Budi, Senin (7/11/22).

    Menurut Budi, beberapa nama parpol lain yang akan dikunjungi adalah PAN dan PPP yang juga tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Golkar serta sejumlah parpol lainnya.

    Baca juga : Kritik Dukungan Jokowi ke Prabowo, PDIP: Jabatan Presiden Bukan Jatah Menjatah

    “Dan beberapa yang lain begitu, mungkin kalau ada kesempatan juga kita ke partai-partai lainnya,” imbuh Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) tersebut.

    Budi menyatakan dalam melakukan komunikasi dengan sejumlah parpol, pihaknya tidak hanya membahas hasil Musra yang sudah diadakan di beberapa kota sebelumnya, tapi juga membahas agenda kebangsaan dan kerakyatan.