Tag: Pola tidur

  • Pakar Tidur Bagikan Cara Terbaik Atur Pola Tidur

    Pakar Tidur Bagikan Cara Terbaik Atur Pola Tidur

    TIKTAK.ID – Bulan puasa tak hanya mengubah pola makan, namun juga mengubah pola waktu tidur yang harus menyesuaikan dengan waktu sahur dan waktu beribadah. Dokter spesialis kesehatan tidur, dr Andreas Prasadja, RPSGT, menjelaskan cara terbaik mengatur pola tidur supaya waktu tidur tetap terjaga selama bulan puasa.

    “Sudah pasti harus bangun lebih pagi, maka solusinya ya tidur lebih awal. Selesai tarawih, gak usah ngapa-ngapain, balik langsung, dan siap-siap tidur,” ungkap dr Andreas, seperti dilansir detikcom, Selasa (28/3/23).

    “Jadi kalau ibu-ibu biasa masih harus persiapan ini itu, habis itu tidur supaya saat pagi persiapannya bisa lebih cepat. Sebab, sampai saat ini belum ada cara lain selain tidur,” imbuhnya.

    Selanjutnya dr Andreas mengakui ketika menjalankan ibadah puasa, tidak dapat dihindari mayoritas orang bakal mengalami kurang tidur. Dia menilai yang terpenting adalah bukan bagaimana cara melawan rasa kantuk, melainkan tidur secara efektif dan menjaga kualitas tidur.

    “Semua orang kurang tidur dan mengantuk. Kita mulai dari jadwal, sebisa mungkin begitu ada kesempatan, ya, tidur. Selanjutnya quality, supaya kualitas tidurnya baik, jangan kalo orang Jawa bilang kemrungsung (cemas),” tutur dr Andreas.

    “Ya, diatur, sebelum tidur ada relaxing dulu, ibadah dulu sebentar, baca-baca buku agama dulu sebentar. (Ketika) sudah lebih nyaman, lebih enak, atau kalau mau lihat YouTube ceramah juga tidak masalah kok. Begitu kita sudah nyaman, relaks, baru tidur,” sambungnya.

    Selain itu, dr Andreas pun menyoroti pentingnya mengubah dan menyesuaikan ulang jadwal tidur ketika bulan puasa, terutama bagi remaja yang sudah terbiasa tidur di jam-jam larut.

    “Remaja atau dewasa muda biasanya memiliki jadwal tidur yang larut. Sehari dua hari biasa agak sulit adjustment-nya. Namun setelah itu bisa adjust kok. Jangan mengikuti jadwal tidur seperti biasanya, karena kan harus bangun untuk sahur,” terang dr Andreas.

    Kemudian dr Andreas juga menjelaskan pentingnya menjaga kualitas tidur di bulan puasa, karena kondisi kurang tidur akan berpengaruh dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Dia menilai kesehatan tidur menjadi sangat penting di bulan puasa karena performa, produktivitas, dan kemampuan otak hanya dibangun saat tidur.

  • Tips Atasi Kurang Tidur Selama Ramadan

    Tips Atasi Kurang Tidur Selama Ramadan

    TIKTAK.ID – Selama bulan Ramadan, pola tidur kita bisa berubah drastis. Bahkan tak sedikit yang mengalami kurang tidur lantaran terpotong jadwal sahur dan berbagai rutinitas sosial yang seringkali berlangsung hingga larut malam.

    Kondisi tersebut pun bisa mengganggu jam biologis dan memengaruhi kesehatan kita. Umumnya, kurang tidur dapat memicu berbagai gangguan. Seperti dilansir Kompas.com, berikut di antaranya:

    Mengalami sakit kepala dan mood swing

    Tubuh mempertahankan ritme sirkadian –jam internal 24 jam yang memainkan peran penting ketika sedang tertidur dan bangun. Setiap perubahan dalam pola tidur kita bisa mengganggu ritme ini, yang seringkali mengakibatkan perubahan suasana hati.

    Pada sebagian orang, perubahan ritme sirkadian itu bisa membuat mereka lebih rentan terhadap sakit kepala dan migrain.

    Berkurangnya fungsi kognitif

    Dengan istirahat yang cukup, dapat membantu kita untuk berpikir jernih, mempertahankan dan mengingat informasi, serta membantu pengambilan keputusan kita. Sebaliknya, jika kurang tidur, kita jadi lebih sulit berkonsentrasi dan memberikan perhatian penuh, waktu reaksi kita melambat, dan kemampuan kreatif serta pemecahan masalah kita dapat terpengaruh.

    Berat badan bertambah

    Kurang tidur dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada hormon yang mengendalikan nafsu makan dan rasa lapar. Kurang tidur akan memengaruhi pengambilan keputusan Anda terkait apa yang akan dimakan, yang sering kali mengarah pada keinginan untuk mengidam makanan cepat saji yang berlemak dan bergula. Hal itu tentu bisa membuat berat badan bertambah.

    Untuk menghindari semua dampak buruk di atas, berikut ini tips yang bisa kita lakukan:

    Mengatur kembali waktu tidur

    Selama Ramadan, Anda dapat mencoba untuk tidur siang yang lebih lama, sekitar 20 menit. Selain itu, cobalah tidur malam minimal 4 jam di malam hari setelah berbuka puasa, sebelum bangun untuk sahur dan subuh. Usai menjalani ibadah salat Subuh, Anda dapat mencoba kembali tidur selama beberapa jam.

    Perhatikan apa yang Anda konsumsi

    Sebaiknya hindari makan makanan berat, berlemak, atau bergula ketika berbuka. Pasalnya, tidur Anda dapat terganggu akibat tubuh harus bekerja lebih keras untuk mencerna makanan tersebut. Tidak hanya itu, makanan yang sangat pedas juga bisa menganggu kualitas tidur Anda lantaran menyebabkan penumpukan gas dan mulas.

    Menciptakan ruang tidur yang nyaman

    Ruang yang tenang dan gelap sangat ideal untuk Anda tidur nyenyak. Hindari menggunakan perangkat elektronik seperti ponsel, laptop, dan TV Anda menjelang waktu tidur. Sebab, cahaya biru dari layar akan mengganggu kualitas tidur.

  • Ketahui Penyebab Sering Kaget Saat Tidur

    Ketahui Penyebab Sering Kaget Saat Tidur

    TIKTAK.ID – Mungkin Anda pernah merasakan kaget saat tidur, yang kadang juga disertai jantung berdebar dan ngos-ngosan karena tiba-tiba terbangun di tengah-tengah istirahat. Umumnya, kondisi tersebut muncul ketika seseorang baru mulai tertidur.

    Rasa kaget itu tidak selalu menyebabkan seluruh tubuh tersentak. Terkadang hanya tangan, kaki, atau bagian tubuh tertentu yang merasakan sensasi seperti kejang.

    Penyebab sering kaget ketika sedang tidur biasanya tidak berbahaya karena terkait pola tidur yang kurang tepat.

    Seperti dilansir Kompas.com dari Vinmec, berikut ini di antaranya:

    1. Posisi tidur yang tidak pas atau kurang nyaman. Kondisi tersebut membuat tubuh dalam mode seperti terancam, sehingga otak memberi respons dengan mengkode tubuh supaya kejang atau tersentak.
    2. Stres berlebihan seperti ketika tengah banyak pikiran, cemas, atau tekanan yang menumpuk.
    3. Efek samping minuman berkafein seperti kopi, teh, soda, cokelat, dan lainnya.
    4. Pola makan yang tidak sehat. Misalnya sering mengonsumsi gorengan, makanan tinggi lemak, atau minuman beralkohol.
    5. Kekurangan kalsium, magnesium, atau vitamin B12.
    6. Olahraga secara berlebihan saat malam hari.

    Di luar faktor tersebut, penyebab sering kaget saat tidur juga bisa terkait gangguan tidur.

    Mengutip VerywellHealth, gangguan tidur apnea atau sindrom kaki gelisah juga dapat menyebabkan masalah tidur ini.

    Untuk mengatasi kondisi sering kaget saat tidur, Anda hanya perlu melakukan praktik tidur yang benar dan menerapkan gaya hidup sehat. SleepFoundation menjelaskan, berikut beberapa di antaranya:

    1. Meningkatkan kualitas tidur dengan disiplin menerapkan pola tidur dan bangun yang sama setiap hari, termasuk saat hari libur atau akhir pekan.
    2. Menghindari paparan cahaya dari gawai setidaknya sejam sebelum tidur.
    3. Buat tempat tidur yang nyaman dengan suhu tepat, supaya tidur bisa lebih nyenyak.
    4. Rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari. Namun jangan berolahraga terlalu dekat dengan jam tidur.
    5. Mengelola stres dengan cara rajin meditasi, latihan relaksasi, pernapasan dalam, atau yoga, sehingga pikiran bisa lebih rileks.
    6. Rutin menjalankan aktivitas yang menenangkan sebelum tidur. Misalnya minum seduhan chamomile, mandi air hangat, membaca buku, atau mendengarkan musik.
  • Tips Atur Pola Tidur Saat Ramadan

    Tips Atur Pola Tidur Saat Ramadan

    TIKTAK.ID – Tidur yang cukup, penting untuk kesehatan fisik dan mental. Sebaliknya, kurang tidur akan memengaruhi hormon dalam tubuh yang mengontrol nafsu makan. Namun ketika memasuki bulan Ramadan, rutinitas tidur kita biasanya juga mengalami perubahan, karena harus bangun sekitar pukul 3 dini hari untuk makan sahur.

    Supaya perubahan rutinitas pola tidur tidak sampai mengganggu kesehatan, cobalah untuk mengatasinya dari kuantitas dan kualitas tidur. Anda bisa mencoba mendapatkan jumlah tidur yang sama selama periode 24 jam.

    Umumnya, orang akan tidur pada malam hari selama tujuh hingga delapan jam dalam sehari, tapi hal itu tentu tidak memungkinkan saat Ramadan. Untuk itu, Anda bisa menebus tidur malam yang hilang saat siang hari bila memungkinkan.

    Sebaiknya Anda membuat rencana sebelum Ramadan yang sesuai dengan jadwal dan bisa Anda patuhi sebaik mungkin. Contohnya, Anda dapat tidur pukul 11 malam dan tidur empat jam setelah buka puasa. Kemudian bangun pukul 3.30 pagi untuk sahur hingga subuh, lalu kembali tidur sekitar pukul 5 pagi selama dua jam.

    Rutinitas baru ini bisa jadi akan mengorbankan atau mengurangi waktu yang dihabiskan untuk bersosialisasi atau untuk kegiatan santai. Namun hal ini penting untuk kesehatan tubuh Anda.

    Tidak hanya itu, Anda pun perlu menjaga kualitas tidur. Pastikan lingkungan tidur Anda tenang dan gelap supaya dapat tidur nyenyak.

    Selanjutnya, Anda harus mengatur pola makan supaya mendapatkan kualitas tidur yang baik.

    Biasanya, orang mengonsumsi makanan berat, sarat kalori, dan kaya gula ketika berbuka puasa. Padahal jenis makanan itu dapat secara signifikan mengganggu kualitas tidur, karena tubuh akan berusaha mencernanya saat perlu tidur dan istirahat.

    Hindari pula makanan yang sangat pedas karena lapisan perut sensitif pascapuasa. Mengonsumsi makanan pedas saat berbuka juga menimbulkan penumpukan gas dan mulas, yang menyebabkan gangguan tidur di malam hari.

    Kemudian hindari makanan yang digoreng, karena gorengan sarat dengan lemak yang tidak dapat diproses oleh hati, sehingga disimpan sebagai jaringan lemak. Jenis makanan ini pun berpotensi merusak saluran pencernaan dan menyebabkan keasaman, yang pada gilirannya menyebabkan gangguan tidur.

  • Kenali Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

    Kenali Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

    TIKTAK.ID – Bila Anda pernah merasa susah tidur di malam hari, kerap mengantuk di siang hari, susah bangun pagi, dan kurang tidur, bisa jadi disebabkan gangguan pola tidur atau gangguan tidur ritme sirkadian. Umumnya, gangguan tidur ini dipengaruhi masalah pola tidur dengan jam biologis tubuh.

    Untuk mengatasi masalah gangguan pola tidur, maka Anda perlu mengenali jenis gangguan pola tidur, penyebab, hingga cara mengatasinya.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini beberapa jenis gangguan pola tidur:

    1. Gangguan pola tidur akibat jadwal tidur terlambat
      Gangguan pola tidur ini biasanya terjadi jika jadwal tidur seseorang molor lebih dari dua jam dari waktu tidur biasanya selama tiga bulan berturut-turut. Kebiasaan tersebut pun rentan membuat waktu tidur jadi berkurang.
    2. Gangguan pola tidur akibat jadwal bangun lebih awal
      Kebalikan dari gangguan pola tidur pertama, penderita gangguan pola tidur ini akan tidur lebih awal dan bangun lebih dini dua jam sebelum jadwal tidur biasanya selama tiga bulan berturut-turut.

    Biasanya orang yang mengalami hal ini adalah lansia atau orang yang usianya mulai menginjak paruh baya.

    1. Gangguan pola tidur akibat kerja sif
      Bekerja dengan sistem sif dapat menyebabkan gangguan pola tidur, khususnya bagi pekerja yang harus terjaga di malam hingga dini hari. Saat jadwal sif berubah, pekerja pun rawan mengalami insomnia di malam hari, kantuk berlebihan di siang hari, serta sakit kepala ketika memasuki masa transisi dari sif siang ke malam atau sebaliknya.
    2. Gangguan pola tidur akibat jet lag
      Sejumlah orang kerap mengalami jet lag usai menumpang pesawat dan melalui beberapa zona waktu di saat berdekatan. Tubuh secara alami memerlukan waktu sekitar satu hari untuk penyesuaian di satu zona waktu. Namun bila perpindahan waktu ini berlangsung terlalu singkat, maka jadwal biologis tubuh dapat terganggu dan memicu susah tidur.

    Cara mengatasi gangguan pola tidur
    Cleveland Clinic menyatakan setiap tubuh punya jadwal biologis atau ritme sirkadian masing-masing. Jika jam biologis itu tidak sesuai dengan faktor eksternal, contohnya harus lembur, maka orang bisa susah tidur, dan lambat laun menyebabkan gangguan pola tidur.

    Bila ingin mengatasi gangguan pola tidur ini, perlu disesuaikan dengan jenis gangguan dan efeknya pada aktivitas sehari-hari. Beberapa opsinya adalah:

    1. Perubahan gaya hidup dan perilaku
      Anda perlu meningkatkan kualitas tidur dengan cara mempertahankan waktu tidur dan bangun yang teratur setiap hari, rajin olahraga, dan tidak minum alkohol dan asupan mengandung kafein.
    2. Melakukan terapi cahaya
      Jika gangguan pola tidur disebabkan minimnya paparan cahaya, umumnya penderita dianjurkan untuk menjalani terapi cahaya. Terapi ini dilakukan dengan cara memaparkan cahaya intensitas tinggi selama satu sampai dua jam. Namun jika ingin melakukannya secara mandiri di rumah, bisa berjemur atau terpapar cahaya terang setiap pagi.
    3. Terapi obat
      Dokter terkadang meresepkan obat untuk menjaga pola tidur agar lebih teratur. Oleh sebab itu, jangan ragu berkonsultasi ke dokter bila gangguan pola tidur sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Dampak Buruk Pola Tidur Tak Teratur terhadap Penyakit Jantung

    Dampak Buruk Pola Tidur Tak Teratur terhadap Penyakit Jantung

    TIKTAK.ID – Tidur bagi sebagian orang dipandang sekadar tentang kualitas menjalaninya.

    Beberapa orang memandang tidur nyenyak dalam waktu sekurangnya tujuh jam telah mencukupi untuk menjaga kesehatan.

    Namun, apakah kalian tahu bahwa pola tidur mesti teratur agar kesehatan tetap prima?

    Sejumlah penelitian mendapati, pola tidur yang tak teratur dapat menjadi pemicu sakit jantung bahkan sampai kepada gangguan kesehatan lainnya.

    Bisa disebut bahwa orang memiliki pola tidur tak teratur bila jadwal istirahat (hendak tidur) dan bangun tidurnya tidak konsisten atau berbeda-beda (berubah dengan selisih satu jam) setiap hari.

    Itu bisa dialami pekerja sif (jadwal bekerja berdasar jatah putaran waktu), orang yang terbiasa begadang, jet lag (kondisi mendarat dari transportasi utamanya pesawat), atau baru mengalami perjalanan berpindah tempat atau daerah dengan zona waktu yang berbeda.

    Sebagaimana dilansir Kompas bahwa tidur tidak teratur dalam penelitian dari National Heart, Lung, and Blood Institute pada 2020, orang dewasa yang melalui pola tidur tak teratur semakin berisiko mengidap sakit jantung dan gangguan pembuluh darah.

    Selain itu menurut Healthline, peneliti telah memperhatikan pola tidur 1.992 pria dan wanita yang berusia 45-84 tahun tanpa penyakit pembuluh darah dan jantung selama kurun waktu lima tahun. Mereka mengenakan alat actigraph guna menandai kapan istirahat (tidur) dan bangun tidur dari hari ke hari.

    Usai penghimpunan data tuntas, para ahli memperoleh 111 objek penelitian yang pola tidurnya tak teratur mengalami penyakit jantung, stroke, serta gangguan pembuluh darah lainnya.

    Mengacu data hasil penelitian tersebut, para ahli menarik garis merah bahwa pola tidur dapat berdampak terhadap risiko sakit jantung dan gangguan pembuluh darah.

    Orang dengan pola tidur tak teratur bisa dikatakan berada dalam risiko dua kali lipat bakal mengidap penyakit jantung serta berpotensi mengalami gangguan pembuluh darah dibandingkan orang yang melalui pola tidur secara teratur.

    Di samping itu, pola tidur tak teratur dapat menjadi penyebab penyakit jantung serta pembuluh darah lantaran kebiasaan buruk ini memberikan dampak bagi metabolisme.

    Perubahan metabolisme ini bisa semakin meningkatkan risiko obesitas, penyakit diabetes tipe 2, serta kolesterol tinggi.

    Kadar hormon leptin, kala pola tidur tak teratur, bakal semakin menurun. Padahal hormon leptin mensuplai kode guna memperoleh rasa kenyang. Akibatnya, orang yang hormon leptinnya menurun, akan menjadi sulit kenyang dan akan keterusan makan, serta semakin malas bergerak.

  • Bahaya Tidur Kurang dari Tujuh Jam Bagi Kesehatan

    Bahaya Tidur Kurang dari Tujuh Jam Bagi Kesehatan

    TIKTAK.ID – Jika kamu telah terbiasa tidur kurang dari tujuh jam, maka kamu perlu mewaspadai beberapa dampak buruk. Sebab, tidur merupakan kebutuhan bagi semua orang, dan menjadi salah satu kunci utama kesehatan, baik fisik maupun psikis.

    Orang dewasa pun disarankan untuk tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam. Jika kurang dari itu, maka terdapat beberapa dampak buruk yang bisa mengintai.

    “Rata-rata orang yang melaporkan tidur kurang dari tujuh jam secara rutin, memiliki risiko terhadap banyak penyakit,” ujar Direktur National Center of Sleep, Michael Twery, seperti dilansir Detik.com.

    Mengutip laman Live Strong, berikut ini beberapa masalah yang akan terjadi saat seseorang tidur kurang dari tujuh jam per hari.
    1. Obesitas
    Kurang tidur dapat berkaitan dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Berdasarkan sebuah tinjauan pada Oktober 2018 di BMJ Open Sport & Exercise Medicine, diketahui orang yang memiliki kebiasaan tidur kurang dari tujuh jam saat malam hari cenderung memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi dan mengalami obesitas.

    “Ketika kamu kurang tidur, maka tubuh mengurangi pelepasan leptin, hormon yang membantu menekan nafsu makan dan mendorong tubuh menggunakan energi,” terang spesialis tidur, Michael Breus.

    Selain itu, para peneliti menemukan bahwa terlalu sedikit tidur meningkatkan kadar hormon ghrelin, yang merangsang nafsu makan dan dapat menyebabkan penambahan berat badan.

    2. Diabetes
    Penyakit ini bisa menyerang siapa saja yang memiliki gaya hidup yang buruk, termasuk kurang tidur. Sebuah studi yang diterbitkan di Oman Medical Journal pada 2016 melaporkan adanya hubungan antara kurang tidur dan diabetes tipe 2.

    “Orang paruh baya dan orang tua yang kurang tidur, dua kali lebih mungkin mengalami diabetes tipe 2 ketimbang orang yang cukup istirahat. Pasalnya, tidur membantu mengatur glukosa dan metabolisme. Jika kurang tidur, akan mengakibatkan lonjakan kortisol yang bisa membuat sel lebih resisten terhadap insulin,” tutur Breus.

    3. Penyakit jantung
    Kurang tidur dapat membahayakan jantung, terutama berkontribusi pada aterosklerosis.

    Studi yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology pada 2019 menyebut kurang tidur mengakibatkan penumpukan plak pada arteri atau aterosklerosis.

    Sedangkan studi Juli 2020 yang diterbitkan di Psychosomatic Medicine mengungkapkan, orang yang tidur dalam waktu minimal memiliki tekanan darah lebih tinggi.

  • Begini Cara Perbaiki Pola Tidur Usai Ramadan

    Begini Cara Perbaiki Pola Tidur Usai Ramadan

    TIKTAK.ID – Sepanjang bulan Ramadan, umumnya pola tidur berubah mengikuti rutinitas puasa. Pasalnya, orang harus bangun dini hari untuk santap sahur, bangun tengah malam untuk beribadah, tidur lebih malam, dan istirahat di siang hari.

    Setelah Idulfitri, perubahan jadwal tidur itu berangsur-angsur kembali ke pola tidur normal. Namun, bagi sebagian orang masa transisi ini terkadang menimbulkan masalah susah tidur atau gangguan pola tidur.

    Mengutip Gulf News, tubuh membutuhkan waktu setidaknya 10 hari agar pola tidur bisa kembali normal setelah Ramadan. Jika transisi tidak berjalan mulus dan berkepanjangan, maka gangguan pola tidur ini dapat mengganggu siklus sirkadian yang mengatur jam biologis tubuh. Perubahan siklus sirkadian sendiri dapat menganggu kinerja liver serta memicu peradangan biang stroke dan penyakit jantung.

    “Modifikasi gaya hidup menjadi lebih sehat dapat memperbaiki gangguan pola tidur,” ujar Juliot Vinolia, ahli gizi klinis berbasis di Dubai, seperti dilansir Kompas.com.

    Perlu diketahui, gangguan pola tidur dan susah tidur setelah puasa bisa menyebabkan nafsu makan berlebihan dan gangguan kecemasan. Tetapi sebenarnya gangguan pola tidur tersebut bisa diperbaiki dengan membangun beberapa rutinitas sederhana.

    Berikut ini beberapa cara memperbaiki pola tidur setelah puasa Ramadan:

    Mengembalikan jam tidur normal
    Jika terbiasa begadang pada malam hari dan tidur di siang hari, cobalah mengembalikan pola tidur normal secara bertahap. Majukan jadwal tidur satu jam lebih awal sampai mencapai jam tidur ideal. Selain itu, hindari kafein pada minuman seperti kopi, teh, cokelat, soda empai sampai enam jam sebelum tidur.

    Mengatur waktu makan malam
    Waktu makan malam tak boleh sembarangan, sebaiknya makan malam dua sampai tiga jam sebelum tidur. Jika waktu makan malam terlalu dekat dengan jadwal tidur, dapat menyebabkan heartburn dan asam lambung naik saat Anda mulai berbaring.

    Menghindari asupan manis dan gorengan
    Makanan manis dan gorengan bisa membuat Anda makin susah tidur di malam hari. Sebaiknya hindari dua menu tersebut saat makan malam. Asupan manis dapat membuat gula darah melonjak, sedangkan gorengan bisa memicu asam lambung naik.

    Mandi sebelum tidur
    Mandi air hangat sebelum tidur saat cuaca dingin, atau mandi air dingin sebelum tidur saat cuaca gerah, dapat menjaga suhu tubuh stabil sehingga Anda bisa tidur lebih nyenyak.

    Mengonsumsi asupan kaya probiotik
    Asupan kaya probiotik seperti yoghurt dapat menjaga bakteri baik serta mencegah masalah pencernaan biang susah tidur.

    Berolahraga secara rutin
    Bangun kembali rutinitas olah raga setidaknya dua kali seminggu masing-masing selama 30 menit. Hal itu untuk menjaga daya tahan tubuh dan membuat tidur lebih nyenyak di malam hari. Dengan menjaga pola makan seimbang dan olah raga yang cukup, maka pola tidur dapat kembali normal dalam hitungan hari.