Tag: kebiasaan buruk

  • Hindari Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Puasa

    Hindari Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Puasa

    TIKTAK.ID – Puasa punya sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh, di antaranya menurunkan berat badan, menurunkan risiko hipertensi dan diabetes. Sayangnya, sebagian orang justru membuat kesehatannya menurun akibat pola makan yang dilakukan usai berbuka puasa.

    Seperti dilansir detik.com, berikut ini beberapa kebiasaan di bulan puasa yang perlu dihindari untuk menjaga kesehatan:

    1. Makan secara berlebihan

    Sejumlah orang langsung mengonsumsi makanan setelah berbuka puasa. Apalagi jika melihat minuman manis dan gorengan yang membuat dirinya kalap. Padahal ia berbuka puasa tidak sesuai ketentuan karena terburu-buru dan porsi makan yang besar.

    “Jangan makan mendadak, karena takutnya perut yang seharian kosong dikasih makan dia akan kaget. Usahakan makan dulu sekadar pembuka dengan kurma, lalu air hangat, jangan kopi. Setelah sudah turun, perut sudah terbiasa, dan kita sudah salat Magrib, baru boleh makan besar,” ujar dr Aru Ariadno, SpPD KGEH dari RS Brawijaya Depok, pada Selasa (21/3/23).

    Lebih lanjut dr Aru mengatakan bahwa buka puasa dengan terburu-buru dan porsi besar tidak dianjurkan lantaran lambung akan dipaksa untuk bekerja. Setelahnya, perut bakal terasa tidak nyaman, begah, dan mual. Untuk mencegah hal itu, sebaiknya tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan.

    1. Mengonsumsi makanan berminyak

    Biasanya, menu yang wajib ada ketika berbuka puasa adalah gorengan. Padahal jika mengonsumsi gorengan secara berlebihan dan terlalu sering, justru membuat tubuh menjadi lemas. Bahkan gorengan juga membuat berat badan naik akibat rasa lapar yang cepat.

    “Gorengan sangat tidak direkomendasikan menjadi menu berbuka karena komposisinya dominan karbohidrat dan lemak tidak sehat,” jelas Dietisien Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Tony Arjuna, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (27/3/23).

    1. Tidak sahur

    Beberapa orang memilih melewatkan sahur akibat rasa kantuk dan malas bangun dini hari. Padahal bila melewatkan sahur, tubuh bisa terasa lemas, kurang gula darah, dan dehidrasi akibat cadangan nutrisi dan energi tidak cukup hingga waktu berbuka.

    Sebaiknya selalu sahur supaya tubuh tetap berenergi dengan mengonsumsi makanan seimbang. Jika seseorang tidak mengonsumsi makanan seimbang, maka berpotensi mengalami defisiensi protein dan kekurangan vitamin.

    “Lama-lama rambutnya rontok dan kulitnya kering karena asupan protein harian tidak tercukupi. Kalau hanya 1-2 kali doang nggak masalah, namun kalau dia selama satu bulan seperti itu terus, maka ujung-ujungnya lemas, sakit, dan imun tubuhnya menurun,” jelas dr Christopher di RS Siloam TB Simatupang, Jumat (17/3/23), mengutip detikcom.

  • Hindari 4 Kebiasaan Tak Sehat yang Bisa Merusak Jantung

    Hindari 4 Kebiasaan Tak Sehat yang Bisa Merusak Jantung

    TIKTAK.ID – Kebiasaan yang tidak sehat berpotensi menyebabkan penyakit jantung yang mematikan tanpa Anda sadari. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, biaya kesehatan untuk penyakit jantung selalu meningkat dari tahun ke tahun.

    Ada sejumlah kebiasaan yang bisa merusak upaya Anda dalam menjaga kesehatan jantung. Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini di antaranya:

    1. Duduk sepanjang hari
      Everywell Health menjelaskan, orang yang tidak cukup bergerak dan sering duduk selama 5 jam atau lebih setiap hari, punya risiko 2 kali lipat untuk mengalami gagal jantung. Hal itu menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada Januari 2014 di American Heart Association (AHA).

    Bila pekerjaan Anda memang mengharuskan duduk di meja sepanjang hari, sebaiknya Anda berdiri dan berjalan-jalan selama 5 menit setiap jam. Perubahan kecil dalam rutinitas Anda tersebut akan menjaga pembuluh darah arteri fleksibel dan darah mengalir dengan baik. Dengan begitu, dapat melindungi diri terhadap efek negatif dari tidak banyak bergerak.

    1. Terlalu banyak minum alkohol
      Kebiasaan banyak minum alkohol akan merusak kesehatan jantung dengan memicu tekanan darah tinggi, stroke, dan obesitas.

    AHA memaparkan, dari kebiasaan banyak minum alkohol tersebut, bakal mengganggu ritme jantung normal Anda dan menyebabkan gagal jantung.

    Para pakar mengklaim batasan aman minum alkohol adalah 2 gelas sehari untuk pria dan 1 gelas untuk wanita.

    1. Terlalu banyak stres
      Stres bisa memacu tubuh melepaskan hormon adrenalin, yang mampu memengaruhi fungsi tubuh, seperti meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Efek stres ini biasanya hanya sementara. Namun jika terjadi terus-menerus, dapat merusak pembuluh darah di jantung dan meningkatkan risiko serangan jantung serta stroke, kata Dr. Campbell.

    Untuk meminimalkan efek stres, Anda bisa membagikan perasaan dengan berbicara kepada teman atau anggota keluarga yang dipercaya. Kemudian lakukan latihan fisik setidaknya 30 menit dengan intensitas sedang setiap hari dalam seminggu.

    Selain itu, Anda dapat merencanakan hidup dengan cara membuat daftar prioritas untuk semua tugas. Hal itu membantu mencegah terburu-buru menyelesaikan semua pekerjaan.

    1. Tidak flossing
      Flossing ternyata penting untuk jantung, tidak hanya untuk gigi Anda. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada Mei 2014 di Journal of Periodontal Research, orang dengan penyakit jantung koroner yang menerapkan flossing mengalami lebih sedikit masalah kardiovaskular. Sebab, bakteri yang terkait dengan penyakit gusi bisa meningkatkan peradangan dalam tubuh, dan peradangan itu telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
  • Hentikan Kebiasaan Sepele ini untuk Cegah Serangan Jantung

    Hentikan Kebiasaan Sepele ini untuk Cegah Serangan Jantung

    TIKTAK.ID – Serangan jantung mampu membunuh seseorang secara tiba-tiba.

    Serangan jantung bisa dicegah dengan mengonsumsi makanan sehat dan olahraga teratur.

    Meski begitu, Everyday Health menilai ada sejumlah kebiasaan yang dapat merusak usaha tersebut dan memicu serangan jantung.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini beberapa kebiasaan sepele yang bisa memicu serangan jantung.

    1. Duduk sepanjang hari
      Everyday Health menjelaskan, dibandingkan dengan orang yang aktif bergerak, mereka yang punya kebiasaan duduk selama 5 jam atau lebih sepanjang hari mempunyai risiko serangan jantung 2 kali lipat.

    Namun bila pekerjaan mengharuskanmu duduk sepanjang hari, sebaiknya kamu berdiri atau berjalan-jalan sedikitnya selama 5 menit setiap jam. Perubahan kecil dalam rutinitas itu akan melindungi dari efek negatif tubuh yang tidak banyak bergerak.

    1. Minum alkohol berlebihan
      Menurut Everyday Health, minum terlalu banyak alkohol bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, stroke, dan obesitas. Semua kondisi itu pun meningkatkan risiko penyakit jantung. AHA juga menyebut minum alkohol berlebihan akan mengganggu ritme jantung normal individu dan menyebabkan gagal jantung.
    2. Terlalu stres
      Sejumlah orang mengekspresikan depresi lewat rasa frustrasi, kemarahan, dan mudah terganggu. Kebiasaan stres memacu tubuh untuk melepaskan adrenalin, dan untuk sementara memengaruhi fungsi tubuh, yakni detak jantung dan tekanan darah meningkat.

    Dr Campbell menerangkan, seiring waktu terlalu banyak stres berpotensi merusak pembuluh darah di jantung, meningkatkan risiko serangan jantung, dan stroke.

    Untuk meminimalkan efek berbahaya dari stres, kamu bisa berbagi cerita dengan teman atau anggota keluarga yang tepercaya, olahraga, dan merencanakan harimu.

    1. Tidak flossing
      Everyday Health menyatakan kebiasaan flossing itu penting. Namun ternyata manfaatnya tidak hanya untuk gigi.

    Berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan pada Mei 2014 di Journal of Periodontal Research, orang dengan penyakit jantung koroner adalah yang menggunakan benang gigi lebih sedikit.

    Menurut studi yang diterbitkan pada Juli 2013 di International Scholarly Research Notices, Dr Campbell menganggap bakteri yang terkait dengan penyakit gusi meningkatkan peradangan dalam tubuh. Peradangan sendiri telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

  • Tingkatkan Risiko Kematian, Hindari Kebiasaan Buruk Ini

    Tingkatkan Risiko Kematian, Hindari Kebiasaan Buruk Ini

    TIKTAK.ID – Terdapat sejumlah kebiasaan buruk dalam kehidupan sehari-hari yang ternyata dapat meningkatkan risiko kematian tanpa disadari. Beberapa gaya hidup seperti kurang tidur mampu mempercepat kematian alias mempersingkat usia seseorang.

    Seperti dikutip Tempo.com dari eathis, berikut ini lima kebiasaan buruk yang bisa merusak kondisi kesehatan.

    Kurang tidur
    Tidur diketahui sangat baik bagi sistem tubuh dan bisa menyegarkan diri, termasuk otak, yang akan membersihkan dirinya dari kotoran. Akan tetapi, kualitas tidur yang kurang baik berpotensi menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung, kanker, dan demensia. Oleh sebab itu, para ahli, termasuk dari Yayasan Tidur Nasional AS, menyarankan orang dewasa agar tidur selama 7-9 jam per hari.

    Terlalu lama duduk
    Terlalu lama duduk dan jarang berolahraga dapat menimbulkan penyakit yang serius. Di antaranya demensia, diabetes, kanker, dan penyakit kardiovaskular. Untuk mencegah terjadi penyakit tersebut, maka para ahli menyarankan agar rutin berjalan kaki setiap hari dengan durasi selama 150 menit setiap minggu.

    Selalu stres
    Selain kesehatan tubuh, kita juga perlu memperhatikan kesehatan mental. Untuk itu, manajemen stres sangat penting dilakukan supaya tubuh tetap prima. Hal itu karena stres bisa meningkatkan penyakit kronis dan membuat sel lebih cepat menua.

    Kesepian
    Berdasarkan sebuah studi, kesepian ternyata dapat memiliki efek kesehatan negatif yang serupa dengan obesitas dan kurang aktivitas fisik. Bahkan menurut penelitian di Finlandia baru-baru ini, menemukan pria yang merasa kesepian selama dua dekade lebih mungkin didiagnosis menderita kanker, serta menghadapi prognosis yang lebih buruk.

    Untuk mencegah hal itu, sebaiknya Anda tetap terhubung dengan teman dan keluarga, baik bertemu langsung maupun online. Selain itu, Anda juga bisa memulai hobi yang memungkinkan untuk bertemu orang-orang baru.

    Tekanan darah tinggi
    Tekanan darah seseorang seharusnya tidak lebih tinggi dari 130/80.

    Sekolah Kedokteran Harvard menyatakan bahwa sekitar 70-79 persen pria berusia diatas 55 tahun secara teknis memiliki tekanan darah tinggi.

    Seiring berjalannya waktu, tekanan darah tinggi bakal merusak pembuluh darah di seluruh tubuh, kemudian meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan demensia.

  • Hentikan Kebiasaan ini Saat Sudah Masuki Usia 50 Tahun

    Hentikan Kebiasaan ini Saat Sudah Masuki Usia 50 Tahun

    TIKTAK.ID – Saat menua, tubuh tidak sama seperti masa muda. Anda pun harus mengakui hal itu untuk menghindari penyakit dan bisa hidup sehat. Untuk itu, Anda perlu mengubah beberapa kebiasaan buruk.

    Seperti dikutip Tempo.co dari eatthis, berikut ini beberapa kebiasaan buruk yang harus dihentikan setelah memasuki usia 50.

    Merokok
    Merokok buruk bagi kesehatan dan lebih berbahaya jika sudah memasuki usia 50. Merokok bisa berdampak buruk pada paru-paru dan kesehatan, akibat sistem kekebalan tubuh mulai turun.

    “Seiring bertambahnya usia, maka kekebalan tubuh mulai menurun,” ujar Dr. Amaan Malbari.

    Sering minum obat
    Umumnya saat orang mulai menua, memiliki pola pikir bahwa pengobatan wajib karena mereka semakin tua. Namun pola pikir tersebut juga bisa menyebabkan komplikasi lain.

    “Ketika mengalami sakit kepala ringan, nyeri sendi yang normal tanpa bantuan obat-obatan, mereka merasa wajib minum obat untuk setiap masalah kesehatan. Namun hal itu bisa menjadi masalah, sehingga orang di atas 50 tahun harus menghindari pola pikir ini,” terang Malbari.

    Mengabaikan masalah kesehatan
    Sebaiknya jangan mengabaikan sakit gigi, nyeri sendi, sakit kepala, atau batuk dan paru-paru. Sebab, sejumlah masalah kecil mungkin berubah menjadi situasi yang rumit saat mulai menua. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan diagnosis yang tepat.

    Tidur tidak teratur
    Tidur merupakan aktivitas terpenting yang harus dilakukan tepat waktu, terutama jika sudah berusia 50 tahun. Pasalnya, ketika mulai menua, tubuh akan lebih cepat letih dan lelah, sehingga wajib tidur dan bangun pada waktu tertentu.

    Malas berolahraga
    Olahraga sangat penting jika ingin memiliki masa tua yang sehat. Rutin berolahraga akan membantu mencegah penyakit, meningkatkan kemampuan secara keseluruhan, dan memiliki banyak manfaat mental juga.

    Salah satu alasan besar olahraga sangat penting yaitu seiring bertambahnya usia, tubuh menjadi lebih rentan terhadap perilaku kurang bergerak. Dengan bertambahnya usia, biasanya otot mulai melemah, atau yang dikenal sebagai sarkopenia. Hal itu membuat tubuh tidak dapat melakukan aktivitas seperti dulu.

    Bertingkah sok muda
    Memasuki usia 50, aliran darah sudah mulai berkurang. Umumnya, wanita mencapai masa menopause dan pria mengalami penurunan testosteron secara bertahap. Hal itu menyebabkan tubuh mengalami perubahan. Anda sudah tidak bisa melakukan apa yang biasa dilakukan pada usia 20 dan hal itu berarti tubuh juga tidak bisa dipaksa untuk melakukannya.

  • Kebiasaan Gigit Kuku Akibatkan 5 Dampak Buruk Ini

    Kebiasaan Gigit Kuku Akibatkan 5 Dampak Buruk Ini

    TIKTAK.ID – Sebagian orang mempunyai kebiasaan menggigit kuku. Dari anak-anak sampai orang dewasa pun ada juga yang melakukannya.

    Kebiasaan menggigit kuku bukan sekadar bisa merusak kuku, namun juga bisa memicu aneka dampak buruk bagi kesehatan.

    Penelitian pada American Journal of Orthodontics and Dentofacial Orthopedics mendapati bahwa menggigit kuku bisa jadi sinyal ketimpangan emosional.

    Menggigit kuku atau disebut “onikofagia” bagaikan tanda bahwa kita tengah ketakutan atau kelelahan sampai bisa mengakibatkan stres lainnya, semacam menggigit bibir, merokok, serta menggigit pensil.

    Kebiasaan menggigit kuku mempunyai aneka dampak buruk terhadap kesehatan, di antaranya merusak gigi hingga herpes.

    Sebagaimana dikutip Liputan6.com dari aneka sumber, berikut ini dampak buruk kebiasaan menggigit kuku terhadap kesehatan.

    1. Gigi Rusak
      Gigi memang lebih keras dibanding kuku kita. Namun, menggigit kuku bisa mengakibatkan kerusakan permanen dalam gigi dan gusi.

    Memotong kuku menggunakan gigi bisa mengakibatkan gigi kita retak. Ini juga bisa mengakibatkan gigi bergeser dari posisinya semula.

    1. Bau Mulut
      Menggigit kuku bisa menimbulkan bau mulut. Patogen yang pada dasarnya sembunyi di bawah kuku berupa bakteri staphylococcus, strep, serta coryneform, riskan memicu infeksi sistemik dan mulut.

    Kita kecil kemungkinan menghilangkan semua kuman serta kotoran pada kuku walaupun kerap mencuci tangan. Sehingga bakteri yang tersembunyi pada kuku bakal dengan gampang masuk ke mulut kala kita menggigit kuku.

    1. Flu
      Tiap hal yang berhubungan dengan sentuhan ke wajah bisa memperbesar peluang penyebaran penyakit.

    Seseorang sering tidak menyadari saat menggigit kuku cukup lama. Hal itu menjadikan kita semakin rentan berkontak dengan mikroba, semisal virus flu pada umumnya.

    1. Herpes
      Dampak buruk kebiasaan menggigit kuku berupa terjangkit herpes tangan. Ini dipicu lantaran virus herpes simplex jenis 1 serta jenis 2.

    Virus ini selanjutnya masuk dari kulit jari yang terbuka oleh cairan HSV. Pada umunya terjadi kalau kita tengah mengidap penyakit herpes oral.

    1. Peradangan
      Kebiasaan menggigit kuku memicu peradangan serta pembengkakan di jari kuku. Hal ini timbul lantaran air liur yang memiliki komposisi kimia guna memecah lemak serta molekul makanan lainnya.

    Komposisi kimia pada air liur tersebut mampu merusak kulit ujung jari andai terus-menerus menempelkannya di mulut selama menggigit kuku.

  • Bahaya Kebiasaan Langsung Tidur Setelah Makan Bagi Kesehatan

    Bahaya Kebiasaan Langsung Tidur Setelah Makan Bagi Kesehatan

    TIKTAK.ID – Sejumlah orang merasa mengantuk setelah makan, atau yang biasa disebut food coma. Kondisi itu pun membuat sebagian orang langsung tidur setelah makan.

    Mengutip Time, salah satu alasan orang jadi mengantuk usai makan yakni karena dipengaruhi perubahan sirkulasi darah. Setelah makan, aliran darah ke usus kecil meningkat secara drastis, dan ketika darah dipompa ke usus untuk mendorong pencernaan, maka aliran darah di otak menurun dan memicu kantuk.

    Hal itu dapat terjadi pada orang yang baru makan dalam porsi besar, makan makanan tinggi karbohidrat, serta lemak.

    Perlu diketahui, langsung tidur setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik untuk kesehatan.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini beberapa bahaya tidur setelah makan yang perlu diwaspadai:

    1. Menyebabkan gangguan pencernaan
    Self menyebut salah satu efek buruk langsung tidur setelah makan yakni gangguan pencernaan, seperti penyakit asam lambung dan sakit perut.

    Asam lambung dari perut dapat naik ke kerongkongan saat seseorang langsung tidur usai makan. Imbasnya, seseorang bisa merasa mulas, dada atau perut bagian atas nyeri, mual, sampai sakit tenggorokan.

    Tidur setelah makan juga bisa menimbulkan sakit perut atau dyspepsia, seperti sakit perut, mual, begah, dan perut terasa kembung.

    2. Menurunkan kualitas tidur
    Biasanya, orang yang langsung tidur setelah makan, akan sulit tidur nyeyak di malam hari, akibat kondisi perut yang tidak nyaman. Meski terkadang gangguan tidur tidak kentara, tetapi dapat dikenali lewat gejala kepala pusing saat bangun tidur.

    3. Meningkatkan berat badan
    Berdasarkan studi kecil, waktu makan dan tidur yang terlalu berdekatan akan memengaruhi ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Hal itu berpotensi mengganggu metabolisme, yang juga berdampak pada pengaturan berat badan.

    Oleh sebab itu, ahli gizi menyarankan untuk makan antara dua sampai tiga jam sebelum tidur.

    Verywell Health menyatakan rentang waktu beberapa jam antara makan dan tidur memungkinkan pencernaan sudah memproses asupan ke usus kecil. Dengan begitu, bisa mencegah masalah kesehatan seperti asam lambung naik hingga susah tidur.