Tag: Ginjal

  • Kenali Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Rusak Ginjal

    Kenali Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Rusak Ginjal

    TIKTAK.ID – Ginjal punya peran penting dalam menyaring racun dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Untuk itu, menjaga kesehatan ginjal sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit serius.

    Namun ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang dapat memberikan tekanan pada ginjal. Dengan mengetahui kebiasaan tersebut, Anda pun bisa menghindarinya, sehingga akan membantu meningkatkan kesehatan ginjal.

    Seperti dikutip detikcom dari National Kidney Foundation, berikut ini kebiasaan yang dapat merusak ginjal.

    1. Mengonsumsi Obat Penghilang Rasa Sakit Secara Berlebihan

    Baca juga : Psikolog Ungkap Alasan Remaja Tak Dianjurkan Menikah Dini

    Bila Anda mengonsumsi obat pereda nyeri seperti non steroidal anti-inflammatory drug (NSAID) dan analgesik secara berlebihan, bisa membahayakan ginjal. Walaupun kegunaannya baik, tapi jika diminum secara terus menerus, berpotensi menyebabkan kanker ginjal. Oleh sebab itu, pastikan minum sesuai dengan dosis yang ditentukan atau cari alternatif lain obat lain yang lebih aman untuk ginjal dengan konsultasi pada dokter.

    2. Mengonsumsi Garam Berlebihan

    Konsumsi makanan tinggi garam bakal meningkatkan kadar natrium, sehingga menaikkan tekanan darah dan merusak ginjal. Untuk mengurangi risiko, sebaiknya Anda memakai bumbu dan rempah-rempah sebagai pengganti garam, sehingga secara bertahap penggunaan garam bisa dikurangi.

    Baca juga : Lebih Sehat WC Jongkok atau Duduk untuk Penderita Ambeien? Ini Penjelasan Dokter

    3. Kurang Minum Air

    Mempertahankan hidrasi yang baik sangat penting bagi kesehatan ginjal. Pasalnya, air mampu membantu ginjal mengeluarkan natrium dan racun dari dalam tubuh.

    Asupan air yang cukup juga akan mencegah pembentukan batu ginjal. Sebaiknya Anda minum air sekitar 1,5 hingga 2 liter per hari, demi mendukung kesehatan ginjal.

    4. Kurang Tidur

    Baca juga : Bukan Mistis, Ini Penyebab ‘Ketindihan’ Secara Medis

    Tidur yang cukup tak hanya penting untuk kesehatan secara umum, namun juga untuk ginjal. Sebab, siklus tidur-bangun mengatur fungsi ginjal dengan mengoordinasikan beban kerjanya sepanjang hari. Untuk itu, Anda perlu menjaga pola tidur yang baik demi kesehatan ginjal.

    5. Mengonsumsi Gula Berlebihan

    Mengonsumsi makanan tinggi gula secara berlebihan akan menyebabkan obesitas, yang pada akhirnya meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes, dua faktor utama penyebab penyakit ginjal.

    Gula tak hanya ada pada makanan penutup, namun juga tersembunyi dalam banyak produk seperti sereal dan roti. Mengurangi konsumsi makanan tinggi gula bakal membantu menjaga ginjal tetap sehat.v

  • Dokter Urologi: Anak Muda Jual Ginjal Tak Akan Lolos

    Dokter Urologi: Anak Muda Jual Ginjal Tak Akan Lolos

    TIKTAK.ID – Sempat viral kasus dua remaja berinisial AR (17) dan AF (14), di Makassar, yang tega membunuh bocah 11 tahun dengan motif ingin menjual organ tubuhnya. Polisi mengatakan bahwa kedua remaja itu diduga terpengaruh oleh konten media sosial.

    Menanggapi hal itu, Ketua ASRI Urology Center (AUC), Dr dr Nur Rasyid, SpU(K) menyatakan jika sedari awal berpikir ingin menjual organ tubuh demi harta, sudah pasti tak akan lolos. Dia menjelaskan bahwa nantinya pendonor bakal melewati rangkaian tes wawancara dan harus bersifat sukarela untuk mendonorkan organnya pada orang lain yang membutuhkan.

    Menurut Dr Rasyid, negara sedang mengatur, jika nanti komisi transplantasi ini berjalan, maka yang niat menjual ginjal untuk komersialisasi pun tidak akan lolos. Dia mengakui secara aturan di dunia ada kompensasi bagi orang yang mendonorkan organ tubuhnya kepada orang lain. Dia menyebut setiap negara punya aturan masing-masing, seperti contohnya Arab Saudi memberikan minimal Rp150 juta bagi pendonor.

    “Jadi buat anak muda yang hendak jual ginjalnya pasti enggak akan lolos. Sebab, negara sedang mengatur, kalau nanti komisi transplantasi ini berjalan yang niat menjual ginjal untuk komersialisasi pun tak akan lolos,” terang Dr Rasyid di Jakarta Selatan, pada Kamis (12/1/23), seperti dilansir detik.com.

    “Di Eropa beda. Sedangkan di Indonesia masih belum ada angkanya,” sambungnya.

    Meski begitu, Dr Rasyid menegaskan bukan berarti organ tubuh manusia dapat diperjual-belikan begitu saja, termasuk di website online. Pasalnya, terdapat sejumlah rangkaian tes dan syarat yang sangat ketat yang harus dilalui oleh donor. Tak hanya itu, organ yang didonorkan harus segera ditransplantasikan ke orang lain saat itu juga, karena setiap organ punya waktu yang sangat pendek.

    “Satu, harus cocok antara yang dijual dengan yang mau beli, dan itu pemeriksaannya tidak sederhana. Tidak bisa organ yang sudah dikeluarkan, lalu tiba-tiba dipakai, itu enggak bisa,” tutur Dr Rasyid.

    “Misalnya ginjal itu paling lama 6 jam sejak dikeluarkan dan harus dipakai, serta harus memenuhi syarat cocok. Jadi tidak bisa saya mengambil organ orang, tanam ke orang lain. Langsung ditolak, bahkan orang yang menerima pun bisa langsung meninggal karena dapat sesuatu yang tak sesuai,” lanjutnya.

  • Tips Jaga Kesehatan Ginjal

    Tips Jaga Kesehatan Ginjal

    TIKTAK.ID – Ginjal memiliki fungsi penting menyaring limbah beracun dan kotoran-kotoran lain dari dalam darah. Produk limbah itu bakal diteruskan ke kandung kemih dan dikeluarkan berupa urine. Selain itu, ginjal juga bertugas menjaga dan mengatur kadar pH, garam, serta kalium dalam tubuh.

    Akan tetapi, ginjal termasuk organ yang rentan terkena berbagai masalah. Untuk itu, ada sejumlah hal yang perlu Anda lakukan untuk menjaga ginjal tetap sehat.

    Seperti dilansir Kompas.com, berikut ini di antaranya.

    1. Minum air yang cukup, namun jangan berlebihan

    Cara terbaik menjaga ginjal tetap sehat yakni memastikan diri terhidrasi. Asupan air akan membantu ginjal membersihkan natrium dan racun dari darah. Bila tidak cukup minum air, maka saringan kecil dalam ginjal dapat terhenti dan menyebabkan batu ginjal hingga infeksi.

    Dalam keadaan normal, orang dewasa perlu minum sekitar 2 liter sehari, meski kebutuhan minum setiap orang berbeda bergantung pada banyak faktor. Akan tetapi perlu dicatat kalau minum berlebihan juga bisa merusak ginjal. Pasalnya, kerja ginjal jadi semakin berat karena harus menyaring cairan berlebih.

    1. Makan makanan sehat

    Healthline menyebut makanan segar yang rendah sodium baik untuk ginjal, contohnya kembang kol, blueberry, ikan, biji-bijian, dan lainnya. Makanan itu mampu membantu kita mengontrol berat badan, sehingga terhindar dari obesitas.

    Obesitas umumnya diikuti berbagai masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga penyakit kardiovaskular. Penyakit-penyakit itu pun bisa merusak ginjal.

    1. Olahraga dan menghindari gaya hidup tidak aktif

    Gaya hidup tidak aktif seperti seharian duduk di kantor tanpa beranjak dapat berdampak buruk bagi ginjal. Oleh sebab itu, Anda perlu melakukan olahraga ringan seperti berjalan, lari kecil, atau bersepeda demi menjaga tubuh tetap aktif. Anda juga bisa memanfaatkan waktu luang untuk hobi beraktivitas di luar ruangan.

    1. Berhenti merokok

    Sudah banyak tenaga medis maupun penelitian yang menunjukkan rokok berdampak buruk bagi kesehatan, termasuk ginjal. Untuk ginjal, merokok dapat merusak pembuluh darah di dalam tubuh, sehingga aliran darah lebih lambat ke seluruh tubuh, termasuk ginjal.

  • Kenali Tanda Penyakit Ginjal Stadium Awal

    Kenali Tanda Penyakit Ginjal Stadium Awal

    TIKTAK.ID – Ciri-ciri penyakit ginjal stadium awal kerap diabaikan oleh penderitanya, lantaran mirip dengan masalah kesehatan lainnya.

    National Kidney Foundation menyatakan hanya 10 persen penderita yang mengetahui mereka mengidap penyakit ginjal pada stadium awal.

    Biasanya, penderita baru menyadarinya saat kondisi penyakit sudah kadung parah dan kondisi ginjal sudah rusak.

    Untuk itu, bila Anda berisiko mengidap penyakit ini, seperti usia di atas 60 tahun, tekanan darah tinggi, diabetes, dan ada keluarga yang terkena gagal ginjal, maka sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan ginjal secara berkala.

    Anda juga perlu mengenali beberapa tanda penyakit ginjal stadium awal yang pantang disepelekan.

    Seperti dilansir Kompas.com dari Urology Spesialist, berikut ini sejumlah ciri-ciri penyakit ginjal stadium awal yang perlu diwaspadai:

    Urine keruh atau berbusa
    Bila ginjal bermasalah, maka urine cenderung keruh, berbusa, atau penderita jadi sering kencing. Hal itu karena salah satu fungsi ginjal adalah memproduksi urine.

    Badan mudah lelah
    Ginjal normal menghasilkan hormon erythropoietin, yang berfungsi memberikan sinyal pada tubuh agar memproduksi sel darah merah. Jika ginjal bermasalah, maka produksi hormon ini berkurang dan sel darah merah jadi lebih sedikit. Hal itu akan membuat tubuh penderita mengalami anemia dengan gejala utama badan jadi lemas atau gampang lelah, meski tidak banyak beraktivitas.

    Wajah atau kaki bengkak
    Penderita penyakit ginjal stadium awal dapat merasakan wajah atau kakinya sering bengkak. Sebab, saat ginjal tidak dapat mengeluarkan sisa cairan dan limbah dari tubuh, zat itu akan menumpuk di sejumlah bagian tubuh, sehingga wajah, kaki, atau bagian tubuh lain rawan membengkak.

    Sakit punggung, pinggang, dan nyeri otot
    Ginjal terletak di bagian kanan dan kiri perut. Bila organ ini bermasalah, penderita bisa mengalami sakit punggung yang terkadang menjalar ke pinggang.

    Penyakit ginjal juga menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit di dalam tubuh, sehingga penderita jadi merasakan nyeri otot atau sekujur badan sakit.

    Lidah terasa tidak enak seperti logam atau pahit
    Gejala penyakit ginjal stadium awal lainnya adalah lidah terasa tidak enak seperti logam atau pahit. Kondisi tersebut pun dipengaruhi penumpukan limbah di dalam darah.

    Perubahan rasa itu juga membuat penderita bau mulut dan tidak nafsu makan.

  • 9 Akar Tanaman Herbal Penjaga Kesehatan Ginjal

    9 Akar Tanaman Herbal Penjaga Kesehatan Ginjal

    TIKTAK.ID – Setiap orang perlu menjaga kesehatan ginjalnya masing-masing. Ada beberapa ramuan dari akar tanaman yang berguna untuk detoksifikasi ginjal. Namun ternyata tidak semua orang secara serius menjaga kesehatan ginjalnya dalam keseharian mereka. Padahal, ginjal memiliki fungsi untuk membuang racun atau limbah dari darah.

    Minum air putih adalah salah satu cara mudah menjaga kesehatan ginjal. Hal itu akan membuat Anda sering buang air kecil, atau tandanya mengeluarkan racun.

    Seperti dilansir Foodmate, ada beberapa tanaman yang dapat dijadikan ramuan, di antaranya adalah:

    1. Akar Hydrangea
    Akar ini memiliki fungsi agar tubuh menggunakan kalsium dengan baik. Ramuan akar hydrangea disebut bisa mengurangi risiko diabetes, autoimun, dan radang sendi. Tapi ingat, ramuan ini ternyata tidak baik untuk jangka panjang.

    Baca juga: Kebiasaan Mengunyah Permen Karet dan 6 Manfaatnya Bagi Kesehatan

    2. Akar Seledri
    Biji dan akar seledri adalah diuretik yang dapat membantu menstimulasi ginjal, sebab ramuan ini mengandung kalium dan natrium. Bahkan akar seledri dapat dimakan dan bisa dikonsumsi sebagai ekstrak atau kapsul.

    Diuretik adalah obat yang berfungsi untuk membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui urine.

    3. Goldenrod
    Goldenrod dipercaya bisa mengencangkan saluran kemih dan mendetoksifikasi ginjal.

    Uji klinis pada hewan membuktikan bahwa goldenrod bisa mengurangi peradangan, melawan infeksi, dan diuretik. Tapi, bagi yang alergi terhadap tanaman seperti krisan, ragweed, dan maringold, mesti berhati-hati.

    4. Bearberry
    Akar tanaman bearberry, selain mengandung zat yang bisa meredam sakit pada saluran kemih, juga bisa membersihkan ginjal. Menurut sebuah penelitian, ibuprofen yang ada di dalam bearberry dapat mengobati infeksi saluran kemih tanpa harus menggunakan antibiotik.

    Baca juga: Efektifkah Berkumur Air Garam untuk Mengatasi Sakit Gigi?

    Halaman selanjutnya…