
Sekjen DPR Maknai 2027 sebagai Tantangan Transformasi Digital
Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Suprihartini memaknai 2027 sebagai tantangan bagi pihaknya untuk terus bertransformasi digital dalam penyebaran informasi tentang kinerja anggota dewan.
Pernyataan itu disampaikan Suprihartini usai menerima CNN Indonesia Award kategori Outstanding Parliamentary Public Communication Innovation di Hotel JW Marriott, Jakarta, Jumat (6/11) malam.
“Tahun 2027 ini pasti merupakan tahun tantangan kami ke depan, sehingga ini akan kami jadikan tahun 2027 sebagai tahun untuk terus bertransformasi digital, khususnya dalam penyebaran informasi dan diseminasi terhadap kinerja bagi DPR-RI melalui Biro Pemberitaan Parlemen,” ujar Suprihartini usai acara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut penghargaan tersebut akan menjadi motivasi dan mendorong pihaknya untuk terus berkarya dan berinovasi dalam mendukung kerja-kerja para anggota dewan.
“Ini merupakan satu penyemangat kembali bagi kami bagaimana nanti seperti setjen DPR melalui Biro pembeirtaan parlemen terus memberikan inovasi-inovasi khususnya dalam transformasi komunikasi publik bagaimana semua kerja DPR itu dapat terterbitkan kepada publik,” katanya.
Pada kesempatan itu, penghargaan diberikan atas inovasi Setjen DPR dalam memperkuat komunikasi publik dan keterbukaan informasi parlemen.
Penghargaan diberikan dalam gelaran CNN Indonesia Awards 2026 yang berlangsung di JW Marriott pada Jumat (6/11) kepada PLT Sekretaris Jendral DPR RI Suprihartini oleh Direktur CNN Indonesia, Desi Anwar.
Salah satu upaya yang dilakukan Sekretariat Jenderal DPR RI adalah mendorong transformasi komunikasi publik melalui penguatan TVR Parlemen serta integrasi lintas kanal media.
Artikel ini adalah rewrite dari sumber berita terpercaya. Direka ulang untuk format dan audiens tiktak.id.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










