TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Pyongyang: Washington Gunakan Bantuan Kemanusiaan sebagai ‘Senjata Jahat’ Kuasai Negara Lain

Pyongyang: Washington Gunakan Bantuan Kemanusiaan sebagai ‘Senjata Jahat’ Kuasai Negara Lain

By Bagas F Sinaga
13 Juli 2021
343
0
Pyongyang: Washington Gunakan Bantuan Kemanusiaan sebagai 'Senjata Jahat' Kuasai Negara Lain

TIKTAK.ID – Sebuah artikel yang diterbitkan di situs web Kementerian Luar Negeri Korea Utara menuduh Washington menggunakan bantuan asingnya sebagai senjata untuk memberikan tekanan dan kontrol atas negara-negara yang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Analisis, yang ditulis oleh Kang Hyon Chol sebagai peneliti senior di Asosiasi yang berafiliasi dengan Kementerian untuk Promosi Pertukaran Ekonomi dan Teknologi Internasional itu memberikan contoh sejumlah kesepakatan AS dengan Kamboja, Pakistan, Afghanistan, dan negara-negara di Timur Tengah untuk menyatakan bahwa Washington menggunakan bantuan “kemanusiaan” untuk melaksanakan “skema politik jahatnya” di seluruh dunia, seperti yang dilansir RTnews, Senin (12/7/21).

Ia mencontohkan Washington menggunakan janji “bantuan kemanusiaan” untuk mendorong warga Suriah untuk bangkit melawan Pemerintah mereka. Namun, “Tawaran seperti itu pada dasarnya adalah ‘tabir asap untuk dapat ikut campur tangan dalam urusan internal negara-negara yang bersangkutan’,” kata Kang.

Menurut peneliti Korea Utara itu, Amerika Serikat menggunakan bantuan asing sebagai “alat politik untuk mensubordinasi negara lain secara politik dan ekonomi”. Dia mencatat bahwa dalam banyak kasus, Washington pada akhirnya benar-benar berhasil “mengumpulkan uang” dengan mengamankan kondisi ekonomi atau politik yang menguntungkan dengan imbalan bantuan kemanusiaan “sepele” semacam itu.

Dia menyarankan bahwa negara-negara yang mengalami “penderitaan dan rasa sakit” untuk tidak meminta bantuan AS. “Dalam praktik sebenarnya, banyak negara telah mengalami rasa pahit sebagai akibat dari menggantungkan banyak harapan pada ‘bantuan’ dan ‘bantuan kemanusiaan’ Amerika,” tegas Kang.

Analisis itu muncul bertepatan ketika hubungan antara Washington dan Pyongyang terus menunjukkan ketegangan, membalikkan periode dialog singkat yang sempat terjadi antara dua rival lama selama Pemerintahan Trump.

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri negara itu, Ri Son-gwon, menolak tawaran utusan Amerika untuk bertemu “di mana saja, kapan saja”, menjelaskan bahwa Pyongyang “bahkan tidak mempertimbangkan kemungkinan untuk mengadakan kontak dengan AS. Diplomat top Korea Utara mengatakan bahwa negosiasi semacam itu tidak akan menghasilkan apa-apa selain “mengambil waktu yang berharga”.

Amerika Serikat sebelumnya telah menawarkan untuk mencabut sanksi dan memberikan bantuan kepada Korea Utara dengan syarat Pyongyang mengambil langkah menuju denuklirisasi. Pyongyang menolak proposal tersebut sebagai sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di bawah ketegangan militer di wilayah tersebut saat ini.

Isu bantuan kemanusiaan menjadi semakin mendesak di tengah pandemi virus Corona. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un secara terbuka mengakui bahwa negara itu menghadapi kekurangan pangan karena krisis kesehatan dan topan baru-baru ini.

Namun, negara tersebut sejauh ini tidak menunjukkan minat untuk menerima bantuan dari Korea Selatan atau Amerika Serikat, meskipun telah menerima beberapa bantuan dari China dan Rusia.

TagsAmerika SerikatChinaKementerian Luar Negeri Korea UtaraPandemi CoronaPyongyangRusiaTrumpWashington

Related articles More from author

  • Kemenkes Cegah Corona
    Nasional

    Cegah Serangan Virus Corona, Kementerian Kesehatan RI dan Maskapai Penerbangan di Indonesia Rilis Edaran Berikut

    23 Januari 2020
    By Adam Humain
  • Jaksa Federal Sebut Perusuh di Capitol Berusaha Bunuh Pejabat Publik
    Internasional

    Jaksa Federal Sebut Perusuh di Capitol Berusaha Bunuh Pejabat Publik

    16 Januari 2021
    By William Putra Wijaya
  • Jubir Kementerian Pertahanan China, Tan Kefei
    Internasional

    China Tak Akan Tolerir Campur Tangan Asing Soal Taiwan

    9 April 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Uni Eropa Lancarkan Perang Ekonomi Lawan Rusia
    Internasional

    Uni Eropa Lancarkan Perang Ekonomi Lawan Rusia

    8 Juli 2022
    By William Putra Wijaya
  • Putin Tengarai Ada Motif Politik Pengadaan Vaksin di Sejumlah Negara
    Internasional

    Putin Tengarai Ada Motif Politik Pengadaan Vaksin di Sejumlah Negara

    5 Juni 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Presiden Iran Minta Trump dan Pompeo Diadili Atas Pembunuhan Jenderal Soleimani
    Internasional

    Presiden Iran Minta Trump dan Pompeo Diadili Atas Pembunuhan Jenderal Soleimani

    6 Januari 2022
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Isu Ijazah Cawapres Gibran Palsu Bikin Heboh, KPU Buka Suara
    Nasional

    Isu Ijazah Cawapres Gibran Palsu Bikin Heboh, KPU Buka Suara

  • Tekankan Pemilu Damai, Ganjar Sebut Prabowo Senior dan Anies Teman Dekat
    Nasional

    Tekankan Pemilu Damai, Ganjar Sebut Prabowo Senior dan Anies Teman Dekat

  • Frank Lampard Incar 4 Pemain
    Olahraga

    Chelsea Siapkan Budget Rp 2,7 Triliun, Frank Lampard Incar Belanja 4 Pemain

  • Pengamat Bahas Peluang Dua Poros di 2024: Sangat Sulit Kecuali Mukjizat Politik
    Nasional

    Pengamat Bahas Peluang Dua Poros di 2024: Sangat Sulit Kecuali Mukjizat Politik

  • Ustaz Abdul Somad Nikahi Gadis 19 Tahun, Resepsi Digelar di Gontor
    Nasional

    Ustaz Abdul Somad Nikahi Gadis 19 Tahun, Resepsi Digelar di Gontor

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.