
Profil Gregoria Mariska Tunjung: Biodata, Karier, dan Prestasi
Gregoria Mariska Tunjung adalah pebulu tangkis tunggal putri Indonesia pemilik medali perunggu Olimpiade Paris 2024. Nama Gregoria Mariska Tunjung mulai dikenal luas sejak ia menjuarai Kejuaraan Dunia Junior BWF 2017 di Yogyakarta. Perjalanan kariernya berlanjut hingga ia masuk jajaran sepuluh besar dunia pada 2023. Artikel ini merangkum biodata, perjalanan karier, dan daftar prestasinya secara lengkap.
Tabel Biodata Gregoria Mariska Tunjung
| No | Data | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Nama lengkap | Gregoria Mariska Tunjung Cahyaningsih |
| 2 | Tanggal lahir | 11 Agustus 1999 |
| 3 | Tempat lahir | Wonogiri, Jawa Tengah |
| 4 | Tinggi badan | 165 cm |
| 5 | Disiplin | Tunggal putri |
| 6 | Klub asal | PB Mutiara Cardinal, Bandung |
| 7 | Masuk pelatnas | 2013, Pelatnas Cipayung |
| 8 | Prestasi terbaik | Medali perunggu Olimpiade Paris 2024 |
| 9 | Gelar junior terbesar | Juara Kejuaraan Dunia Junior BWF 2017 |
| 10 | Gelar Tur Dunia BWF | Spain Masters 2023, Kumamoto Masters 2023 |
| 11 | Rekor nasional | Tunggal putri Indonesia pertama di sepuluh besar dunia sejak 2008 |
| 12 | Tim nasional | Indonesia |
Tabel di atas merangkum data dasar Gregoria Mariska Tunjung sebagaimana tercatat di berbagai sumber resmi. Beberapa angka seperti peringkat dunia bergerak dari waktu ke waktu. Karena itu, data pada tabel sebaiknya diperiksa ulang pada periode terkini.
Masa Kecil dan Awal Bakat
Gregoria Mariska Tunjung lahir di Wonogiri, Jawa Tengah, pada 11 Agustus 1999. Ia menekuni bulu tangkis sejak usia dini dan menunjukkan bakat melalui turnamen-turnamen usia muda. Bakatnya kemudian menemukan wadah yang serius ketika ia bergabung dengan PB Mutiara Cardinal, klub bulu tangkis yang berbasis di Bandung.
Dari klub inilah ia memperoleh pembinaan yang terstruktur menuju level nasional. Lembur latihan, lomba lokal, dan seleksi bertahap menjadi bagian dari masa pertumbuhannya. Jalan panjang itu membawanya masuk ke Pelatnas Cipayung pada 2013, saat usianya masih 14 tahun.
Karier Junior: Juara Dunia Junior BWF 2017
Karier junior Gregoria Mariska Tunjung bergerak cepat dengan capaian yang konsisten. Pada 2014, ia mencapai final Malaysia International setelah memulai turnamen dari babak kualifikasi. Ia mengalahkan unggulan pertama Aprilia Yuswandari di perjalanan, sebelum akhirnya dikalahkan Chen Jiayuan di partai final.
Tahun 2015 menjadi momen manis ketika ia menjuarai Singapore International di usia 16 tahun. Pada partai final, ia mengalahkan wakil tuan rumah Yeo Jia Min. Ia lalu menambah gelar juara Indonesia International Challenge yang digelar di Surabaya.
Prestasi junior terbesarnya datang pada 2017. Gregoria menjuarai Kejuaraan Dunia Junior BWF di Yogyakarta dan menjadi juara tunggal putri pertama Indonesia pada ajang itu. Kemenangan ini juga mengakhiri paceklik juara dunia junior Indonesia sejak terakhir terjadi pada 1992.
Perjalanan dari kalangan junior ke senior tidak pernah mudah. Banyak pebulu tangkis berbakat gagal melanjutkan prestasinya ketika naik ke level dewasa. Gregoria justru memakai medali perak Kejuaraan Asia Junior 2016 sebagai pijakan untuk naik kelas.
Proses adaptasi itu ia jalani sambil terus berlatih di Pelatnas Cipayung. Dukungan klub asal PB Mutiara Cardinal juga tetap mengalir untuk pengembangannya. Fondasi teknis dan mental yang terbentuk di masa junior terbawa hingga kariernya di level senior.
Karier Senior dan Daftar Prestasi
Di level senior, Gregoria Mariska Tunjung menumpuk pencapaian penting secara bertahap. Pada 2017, ia menjadi finalis Syed Modi International, turnamen Grand Prix BWF, sebelum dikalahkan P. V. Sindhu. Tahun yang sama, ia meraih medali perunggu tunggal putri untuk Indonesia di SEA Games 2017 Kuala Lumpur.
Medali Perunggu Olimpiade Paris 2024
Momen puncak karier Gregoria Mariska Tunjung datang di Olimpiade Paris 2024. Ia melaju hingga babak semifinal tunggal putri bersama tiga pemain terbaik dunia. Pada semifinal, Carolina Marin dari Spanyol harus berhenti karena cedera lutut saat menghadapi He Bingjiao. Situasi tersebut membuat pertandingan perebutan medali perunggu dibatalkan.
Akibatnya, Gregoria Mariska Tunjung dianugerahi medali perunggu secara otomatis. Medali itu menjadi medali Olimpiade pertama bagi tunggal putri Indonesia di Olimpiade modern. Ia menyusul jejak medali bulu tangkis Indonesia yang sebelumnya lebih sering dibangun dari sektor ganda.
Pada tahun yang sama, ia juga membantu Indonesia mencapai final Piala Uber 2024. Indonesia harus mengakui keunggulan Tiongkok dengan skor 0-3 di partai final. Meski begitu, final tersebut menjadi capaian terbaik tim putri Indonesia di Piala Uber sejak 2008.
Perkembangan Karier pada 2022 dan 2023
Masa 2022 hingga 2023 menjadi periode naik kelas Gregoria Mariska Tunjung di level dewasa. Pada 2022, ia dipercaya menjadi kapten tim putri Indonesia di Kejuaraan Beregu Asia. Tim putri Indonesia berhasil menjuarai ajang tersebut setelah mengalahkan Korea Selatan di final.
Ia juga meraih medali perunggu tunggal putri di SEA Games 2021 yang digelar pada 2022 di Vietnam. Di turnamen individu, ia menjadi finalis Australian Open 2022 sebelum kalah dari An Se-young. Pencapaian itu membawanya menjadi tunggal putri Indonesia pertama yang lolos ke Final Tur Dunia BWF.
Tahun 2023 menjadi musim terbaiknya. Ia menjuarai Spain Masters 2023 setelah mengalahkan P. V. Sindhu di final. Gelar itu adalah gelar Tur Dunia BWF pertamanya sekaligus kemenangan pertamanya atas Sindhu setelah delapan pertemuan.
Hasil tersebut mengangkatnya ke jajaran sepuluh besar dunia. Ia menjadi tunggal putri Indonesia pertama yang masuk sepuluh besar sejak Maria Kristin Yulianti pada 2008. Di akhir tahun, ia menambah gelar Kumamoto Masters 2023 setelah mengalahkan Chen Yufei di final. Dengan gelar itu, ia menjadi pebulu tangkis Indonesia pertama yang menjuarai turnamen Super 500 sejak kategori diperkenalkan pada 2007.
Kontribusi di Tim Nasional Indonesia
Selain karier individu, Gregoria Mariska Tunjung juga memberi kontribusi penting di sektor tim. Pada 2022, ia dipercaya menjadi kapten tim putri Indonesia di Kejuaraan Beregu Asia. Ia memenangkan seluruh pertandingannya sejak fase grup hingga Indonesia mengalahkan Korea Selatan di final. Peran kapten itu menunjukkan kepercayaan pelatih terhadap pengalamannya.
Kiprah timnya berlanjut di Piala Sudirman 2023 yang digelar di Suzhou, Tiongkok. Ia memenangkan dua pertandingan fase grup melawan lawan dari Kanada dan Jerman. Indonesia melaju ke perempat final pada ajang beregu campuran tersebut. Pada Piala Uber 2024, ia membantu Indonesia mencapai final untuk pertama kalinya sejak 2008.
Gaya Bermain di Lapangan
Sebagai tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung dikenal sebagai pemain yang gigih dan disiplin taktis. Ia tampil rutin di turnamen tingkat dunia seperti All England, Indonesia Open, dan rangkaian Tur Dunia BWF. Pengalaman menghadapi pemain papan atas dunia membentuk kematangan permainannya dari tahun ke tahun.
Konsistensi latihan di pelatnas juga menjadi kunci perkembangan gaya bermainnya. Jadwal latihan harian di Pelatnas Cipayung melatih fisik, teknik, dan ketahanan mental para atlet. Pola pembinaan serupa juga dijalani oleh tunggal putra top Indonesia seperti Anthony Ginting.
Fakta Menarik tentang Gregoria
- Gregoria Mariska Tunjung adalah pebulu tangkis Indonesia pertama yang menjuarai Kejuaraan Dunia Junior BWF sejak 1992.
- Ia menjadi tunggal putri Indonesia pertama yang masuk sepuluh besar dunia sejak Maria Kristin Yulianti pada 2008.
- Medali perunggu Paris 2024 miliknya adalah medali Olimpiade pertama bagi tunggal putri Indonesia.
- Gelar Tur Dunia BWF pertamanya diraih di Spain Masters 2023 dengan mengalahkan P. V. Sindhu.
- Ia mengoleksi dua gelar Tur Dunia BWF pada 2023, yaitu Spain Masters dan Kumamoto Masters.
Rangkuman Daftar Prestasi
Untuk memudahkan pembaca, berikut rangkuman capaian utama Gregoria Mariska Tunjung.
- Juara Kejuaraan Dunia Junior BWF 2017 di Yogyakarta.
- Medali perak Kejuaraan Asia Junior 2016 di Bangkok.
Medali perunggu tunggal putri SEA Games 2017 di Kuala Lumpur.
Medali perunggu tunggal putri SEA Games 2021 di Bac Giang, Vietnam.
- Juara Spain Masters 2023 dan Kumamoto Masters 2023.
- Medali perunggu Olimpiade Paris 2024.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan Gregoria Mariska Tunjung lahir?
Ia lahir pada 11 Agustus 1999 di Wonogiri, Jawa Tengah. Saat ini usianya berada di rentang usia emas seorang atlet bulu tangkis.
Berapa tinggi badan Gregoria Mariska Tunjung?
Tinggi badannya tercatat sekitar 165 sentimeter. Postur itu mendukung pergerakan luasnya di lapangan.
Medali apa yang diraih Gregoria Mariska Tunjung di Olimpiade Paris 2024?
Ia meraih medali perunggu untuk nomor tunggal putri. Ini menjadi medali Olimpiade pertama bagi tunggal putri Indonesia.
Klub asal Gregoria Mariska Tunjung adalah?
Ia berasal dari PB Mutiara Cardinal, Bandung. Ia masuk Pelatnas Cipayung sejak 2013.
Siapa pemain top dunia yang pernah ia kalahkan?
Ia pernah mengalahkan P. V. Sindhu di final Spain Masters 2023. Ia juga menaklukkan Chen Yufei di final Kumamoto Masters 2023 dan Akane Yamaguchi di Japan Open 2023.
Apa prestasi terbaik Gregoria Mariska Tunjung sejauh ini?
Prestasi terbaiknya adalah medali perunggu Olimpiade Paris 2024. Ia juga pemilik dua gelar Tur Dunia BWF dan juara dunia junior BWF 2017.
Perjalanan Gregoria Mariska Tunjung menunjukkan bahwa pembinaan yang konsisten mampu membawa atlet Indonesia ke panggung dunia. Untuk profil atlet Indonesia lainnya, kamu bisa membaca profil Apriyani Rahayu atau profil Greysia Polii. Kamu juga bisa menyimak kisah Veddriq Leonardo yang turut mengharumkan Indonesia di Olimpiade Paris 2024.










