TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Presiden Abbas: Yerusalem Milik Palestina, Perjanjian Konspiratif Trump Tidak Akan Pernah Berhasil

Presiden Abbas: Yerusalem Milik Palestina, Perjanjian Konspiratif Trump Tidak Akan Pernah Berhasil

By William Putra Wijaya
29 Januari 2020
867
0
Presiden Palestina Mahmoud Abbas

TIKTAK.ID – Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam “Perjanjian Perdamaian Timur Tengah” buatan Trump dan menyatakan bahwa Yerusalem adalah milik Palestina. Menurutnya, konspirasi dalam bentuk perjanjian ini tidak akan pernah berhasil.

“Perjanjian konspiratif Anda tidak akan berhasil dan rakyat Palestina akan menolaknya,” kata Abbas pada Selasa (28/1/20), setelah Trump meluncurkan rencana yang disebutnya untuk perdamaian Israel dan Palestina, seperti dilansir Russia Today.

Abbas beranggapan, mustahil bagi Palestina menerima jika Yerusalem diambil dari negaranya melalui “Perjanjian Abad Ini” milik Trump untuk kemudian ditetapkan sebagai Ibu Kota Israel. Abbas membuat posisinya dan rakyat Palestina jelas terhadap perjanjian ini.

“Tidak, tidak, tidak sama sekali untuk ‘Perjanjian Abad Ini’,” tegas Abbas.

Ia memprediksi bahwa perjanjian ini akan segera masuk ke tempat sampah.

Baca juga: Pemimpin Hashd al-Sha’bi: Tidak Ada Tempat bagi Pasukan Asing di Irak. Pergi dengan Sukarela atau Kalian Akan Dipaksa Keluar

Abbas bersumpah untuk tidak tunduk pada setiap usaha pendudukan atas Palestina dan mengumumkan akan segera memulai putaran baru dalam negosiasi dengan Fatah. Ia menyatakan bawa Palestina siap untuk bertemu dengan Kuartet Timur Tengah, yang telah menjadi penasihat dalam proses perdamaian Israel-Palestina selama dua dekade terakhir.

Melalui akun Twitter pribadinya, Trump merilis apa yang disebutnya “peta konseptual” dan dianggapnya sebagai solusi dari pertikaian Israel dan Palestina. Di dalam peta imajiner tersebut, terdapat pengurangan signifikan wilayah Palestina di Tepi Barat, digantikan dengan permukiman milik Israel. Peta tersebut juga memisahkan bagian-bagian tanah Palestina secara etnis, yang illegal di bawah hukum internasional.

Trump getol berupaya agar imajinasi ini menjadi kenyataan, melalui rencana yang disebutnya sebagai “perjanjian damai”, padahal perjanjian tersebut memaksa pembekuan selama empat tahun pembangunan permukiman masa depan milik Palestina.

Kesepakatan itu menempatkan Ibu Kota Negara Palestina di Yerusalem Timur, di luar pembatas keamanan yang memisahkan lingkungan Arab dari seluruh wilayah Yerusalem, tetapi tidak termasuk Kota Tua, yang saat ini menjadi tempat tinggal bagi banyak warga Palestina.

Baca juga: Iran Semprot Uni Eropa yang Tunduk kepada Trump tapi Berlagak Kuat Hadapi Teheran

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berdiri di samping Trump saat ia menjelaskan tentang usulan rencananya. Tidak ada perwakilan Palestina yang hadir dalam pidato tersebut.

Otoritas Palestina melalui Presiden Mahmoud Abbas malah mencemooh rencana perjanjian itu, setelah memutus komunikasi dengan Washington sejak AS memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, sebuah hasil yang tampaknya memang diinginkan oleh Trump.

Sehari sebelum mengungkap “rencana perdamaian” ini, Trump menyampaikan kepada wartawan bahwa Palestina mungkin tidak akan menerima rencana ini, tapi ia mengisyaratkan bahwa dengan sedikit tekanan ekonomi, mereka semua akan ikut dalam rencana ini.

TagsAmerikaBenjamin NetanyahuDonald TrumpIsraelMahmoud AbbasPalestinaYerusalemYerusalem Timur

Related articles More from author

  • Trump Tunjuk Pengacara Baru, Setelah Tim Pengacara Sebelumnya Berantakan
    Internasional

    Trump Tunjuk Pengacara Baru, Setelah Tim Pengacara Sebelumnya Berantakan

    2 Februari 2021
    By Bagas F Sinaga
  • UEA Peringatkan Israel Aneksasinya Ilegal
    Internasional

    UEA Peringatkan Israel Aneksasinya Ilegal

    14 Juni 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Fahri Hamzah Sentil Prabowo, Minta RI Kirim Pasukan Bela Palestina
    Nasional

    Fahri Hamzah Sentil Prabowo, Minta RI Kirim Pasukan Bela Palestina

    20 April 2022
    By Joni Sitohang
  • Ma'ruf Amin Sebut Amerika dan China Mulai Berdialog, KTT G-20 di Bali Berhasil?
    Nasional

    Ma’ruf Amin Sebut Amerika dan China Mulai Berdialog, KTT G-20 di Bali Berhasil?

    20 November 2022
    By Joni Sitohang
  • Trump Ancam Mundur dari WHO
    Internasional

    Trump Ancam Mundur dari WHO

    21 Mei 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Wakil Ketua MPR RI Sebut Agresi Israel ke Gaza Ganggu Kedamaian Dunia
    Nasional

    Wakil Ketua MPR RI Sebut Agresi Israel ke Gaza Ganggu Kedamaian Dunia

    19 Oktober 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Tak Dapat Restu Istri, Luhut Tak Mau Jadi Menteri Lagi Jika Ditawari
    Nasional

    Tak Dapat Restu Istri, Luhut Tak Mau Jadi Menteri Lagi Jika Ditawari

  • Film ‘Sang Pengadil’, Angkat Karut Marut Dunia Peradilan Indonesia
    Selebriti

    Film ‘Sang Pengadil’, Angkat Karut Marut Dunia Peradilan Indonesia

  • TIKTAK.ID - Catat! Tahun 2020 Jokowi Janji Bagikan Uang 1,8 Juta Rupiah per Tahun per KK
    Nasional

    Catat! Tahun 2020 Jokowi Janji Bagikan Rp1,8 Juta Rupiah per Tahun per KK

  • Baim Wong Debut Jadi Produser Lewat Film ‘Berbalas Kejam'
    Selebriti

    Baim Wong Debut Jadi Produser Lewat Film ‘Berbalas Kejam’

  • Belum Usai Debat Soal Lockdown, Sekarang Ramai Istilah ‘Karantina Wilayah, Barang Apa Lagi Itu?
    Nasional

    Belum Usai Debat Soal Lockdown, Sekarang Ramai Istilah ‘Karantina Wilayah, Barang Apa Lagi Itu?

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.