Prabowo Sebut ‘PKB Harus Diawasi’, Cak Imin Yakin Hanya Bercanda

TIKTAK.ID – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin meyakini kalau tak ada maksud lain di balik kelakar Presiden Prabowo Subianto yang mengatakan “PKB harus diawasi terus”.
“Ya (itu) cuma bercanda, bercanda,” ujar Cak Imin usai retret jilid kedua Kabinet Merah Putih di kediaman pribadi Prabowo, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/1/26) malam, seperti dilansir CNN Indonesia.
Kemudian Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat tersebut langsung membantah ketika ditanya tentang kelakar tersebut sebagai sinyal adanya kekhawatiran terhadap manuver politik PKB pada kemudian hari.
Baca juga : Komnas HAM Duga Ada Cacat Prosedur di Balik Penangkapan Jurnalis-Aktivis Morowali
“Nggak, nggak, nggak, bercanda. Yang begitu-begitu biasalah, sering begitu,” ucap Cak Imin sambil berjalan menuju kendaraannya.
Cak Imin pun memastikan tidak ada yang perlu diawasi.
“Tidak ada,” kata Cak Imin.
Cak Imin menganggap kelakar semacam itu biasa dialamatkan kepada partainya, terlepas dari adanya ketua umum partai lain dalam ruangan berlangsungnya retret.
Baca juga : Bakal Jadi Presiden Dewan HAM, Ini Tugas, Fungsi, dan Kewenangan Indonesia
“Memang sering begitu, bercanda begitulah, gojlok’an begitu,” imbuhnya.
Sebelumnya, Prabowo dalam taklimat sesi pembuka retret mengeklaim koalisi partai pendukung Pemerintah kuat. Dia lantas berkelakar PKB yang dipimpin oleh Cak Imin harus diawasi terus.
“Di sini koalisi kita kuat ya? Ketua-ketua partai semuanya ada di sini ya? Ada. Ketua PKB ada? Oh, kayak Pak PKB yang harus diawasi terus,” ungkap Prabowo seraya menutup sesi taklimatnya untuk Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, pada Selasa siang.
Baca juga : Prabowo Klaim Keberhasilan MBG 99,99 Persen
Seperti diketahui, sebelum bergabung dalam koalisi partai pendukung Pemerintah, PKB sempat berkontestasi dengan Prabowo dalam Pilpres 2024.
Prabowo, yang berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ketika Pilpres berhadapan dengan pasangan Anies Baswedan dan Cak Imin, kemudian pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Adapun pasangan Anies-Cak Imin saat itu diusung oleh PKB, PKS, dan NasDem.
Akan tetapi, setelah Pilpres dimenangkan oleh pasangan Prabowo-Gibran, PKB, PKS, dan NasDem mengumumkan dukungannya kepada Pemerintahan Prabowo. Dalam susunan Kabinet Merah Putih, PKB, dan PKS juga memperoleh jatah kursi.










