
TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membela Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang sempat mendapat kritik dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lantaran kerap melakukan lawatan ke sejumlah negara. Jokowi mengatakan kunjungan Prabowo ke luar negeri itu merupakan bagian dari diplomasi pertahanan.
“Kalau ada yang mempertanyakan Pak Menhan pergi ke sebuah negara, itu adalah dalam rangka diplomasi pertahanan kita, bukan untuk lain-lain,” ujar Jokowi dalam sambutannya di Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan, dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (23/1/20).
Jokowi menyebut orang-orang yang masih mempertanyakan kunjungan Prabowo ke negara lain berarti belum memahami soal diplomasi pertahanan. Sebab, ia menyatakan dalam kunjungan ke sejumlah negara itu, Prabowo juga sekaligus melihat Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) yang akan dibeli oleh Pemerintah.
Baca juga: Elite Demokrat: Prabowo Berkuasa, Indonesia Bisa Tambah Meong
Ia pun mengklaim kerap berdiskusi dengan Prabowo terkait dengan alutsista yang akan dibeli. Bahkan Jokowi mengklaim tidak sekali dua kali ia melakukan diskusi untuk mengecek apakah alutsista itu bagus, dan bisa digunakan atau tidak. Menurutnya, banyak yang tidak tahu mengenai hal itu.
Jokowi kemudian mengingatkan tantangan ke depan semakin berat, salah satunya semakin luas spektrum konflik di berbagai belahan dunia. Untuk itu, pria asal Surakarta itu meminta jajarannya untuk memperkuat diplomasi pertahanan.
Halaman selanjutnya…
Adam Humain adalah seorang pegiat dan pemerhati teknologi yang memiliki ketertarikan mendalam pada perkembangan ekosistem digital global dan lokal. Lewat tulisan-tulisannya, Adam mengulas berbagai topik hangat seputar inovasi teknologi, dinamika bisnis startup dan raksasa hulu (big tech), hingga profil serta pemikiran para tokoh pemrakarsa di balik revolusi industri 4.0.
Dengan pendekatan analitis namun tetap komunikatif, Adam berusaha menjembatani kompleksitas dunia teknologi agar mudah dipahami oleh publik awam, pelaku bisnis, maupun sesama antusias teknologi. Selain aktif mengamati tren AI, keamanan siber, dan ekonomi digital, ia kerap membagikan perspektifnya mengenai bagaimana teknologi membentuk lanskap sosial dan cara manusia berinteraksi di masa depan










