TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Politikus PKB Juluki Jokowi ‘Rojo Nekat’ Terkait Risiko Besar Bubarkan 18 Lembaga

Politikus PKB Juluki Jokowi ‘Rojo Nekat’ Terkait Risiko Besar Bubarkan 18 Lembaga

By Joni Sitohang
29 Juli 2020
666
0
Politikus PKB Juluki Jokowi 'Rojo Nekat' Terkait Risiko Besar Bubarkan 18 Lembaga

TIKTAK.ID – Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding, mengungkapkan ada banyak risiko yang akan dihadapi Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika membubarkan 18 lembaga negara. Karding mengatakan pembubaran 18 lembaga negara itu bisa membawa dampak politik yang panjang.

“Jadi, jangan dilihat pembubaran lembaga ini juga gampang, faktanya enggak gampang. Kalau kita orang politik, sebenarnya orang yang berani membubarkan lembaga negara itu termasuk rojo nekat, karena implikasi politiknya akan panjang dan bisa besar,” ujar Karding dalam seminar daring Urgensi Pembubaran 18 Lembaga Negara, seperti dilansir Tempo.co, Selasa (28/7/20).

Karding pun mengacu pada era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia mengatakan saat itu pembubaran Depertemen Sosial dan Departemen Penerangan yang dilakukan Gus Dur membawa implikasi politik yang panjang. Khususnya, lanjut Karding, karena banyak kalangan elit lembaga yang dibubarkan tidak terima dengan kebijakan tersebut.

Baca juga : DPR: Ngotot Beli Jet Typhoon Bekas, Prabowo Lakukan Pelanggaran

“Lantas jangan kira Pak Jokowi tidak akan mendapatkan risiko, pasti punya risiko. Sebab, teman-teman yang mau dibubarkan itu, dendamnya ampun-ampun itu, karena hal ini menyangkut urusan perut,” terang Karding.

Oleh karena itu, Karding menyarankan kendati mendukung pembubaran tersebut, sebaiknya Pemerintah memberikan jaminan agar para pegawai lembaga yang dibubarkan tidak kehilangan pendapatan. Karding juga meminta agar sumber daya manusia yang ahli dan berintegritas dari lembaga negara tersebut tidak diabaikan, serta bisa memanfaatkannya untuk kepentingan negara.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi membubarkan 18 lembaga negara atau lembaga non-struktural melalui Perpres pada 20 Juli 2020. Jokowi menilai pembubaran lembaga negara itu diperlukan untuk membuat birokrasi menjadi lebih ramping dan fleksibel. Dengan begitu, maka negara bisa lebih cepat dalam menanggapi setiap perubahan-perubahan yang terjadi di dunia.

Baca juga : Ahok: Kalau Pertamina Kaya Raya, Pemerintah Pasti Kaya, dan Rakyat juga Kaya

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo menyatakan alasan Jokowi tidak serta-merta hanya karena anggaran.

Ia beranggapan pembubaran yang diputus melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 tahun 2020 tersebut karena kementerian/lembaga terkait tidak kunjung menunjukkan perkembangan yang bagus setelah 4-5 tahun bekerja.

“Kita pendekatannya bukan pendekatan anggaran, karena kecil sekali (jika memakai pendekatan anggaran),” ucap Tjahjo.

TagsAbdurrahman WahidGus DurJokowiPKBTjahjo Kumolo

Related articles More from author

  • Rizieq Catut Nama Ahok dan Menantu Jokowi dalam Eksepsinya
    Nasional

    Rizieq Catut Nama Ahok dan Menantu Jokowi dalam Eksepsinya

    31 Maret 2021
    By Johan Arif
  • Jokowi Bertemu Presiden Vietnam di Istana Bogor, Bahas Apa Saja?
    Nasional

    Jokowi Bertemu Presiden Vietnam di Istana Bogor, Bahas Apa Saja?

    25 Desember 2022
    By Joni Sitohang
  • Prabowo-Sandi Jadi Menteri Jokowi, Inisiator #2019 Ganti Presiden Angkat Bicara
    Nasional

    PKS Minta 2 Menteri Jokowi Beri Penjelasan Usai Koalisi Golkar-PPP-PAN

    17 Mei 2022
    By Joni Sitohang
  • Sempat Bungkam Soal Isu Reshuffle Kabinet Jokowi, PDIP Akhirnya Buka Suara
    Nasional

    Sempat Bungkam Soal Isu Reshuffle Kabinet Jokowi, PDIP Akhirnya Buka Suara

    13 Juli 2020
    By Joni Sitohang
  • Gerindra Sindir Anies Baswedan: Pemimpin yang Dipegang Omongan
    Nasional

    Gerindra Akui Banyak yang Salah Paham Soal Langkah Prabowo Gabung ke Pemerintahan Jokowi

    4 Februari 2023
    By Joni Sitohang
  • Ancaman Reshuffle Tak Terbukti, Pengamat: Lama-lama Kemarahan Jokowi Hilang Kredibilitasnya
    Nasional

    Survei Ungkap Mayoritas Rakyat Tolak Tambah Masa Jabatan Jokowi

    28 Februari 2022
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • China Tuduh AS Seret Dunia ke ‘Era Hukum Rimba'
    Internasional

    China Tuduh AS Seret Dunia ke ‘Era Hukum Rimba’

  • TIKTAK.ID - Tak Gubris Peringatan Sejumlah Ormas Islam Soal DWP, Anies Disebut Gubernur Pengkhianat
    Nasional

    Tak Gubris Peringatan Sejumlah Ormas Islam Soal DWP, Anies Disebut Gubernur Pengkhianat

  • TIKTAK.ID - Ilustrasi Tim Densus 88 Menangkap Terduga Teroris
    Nasional

    Dalam 2 Hari, Densus Tangkap 7 Terduga Teroris

  • Disebut Diam Soal Kasus Rizieq Shihab, Begini Penjelasan Mahfud MD
    Nasional

    Disebut Diam Soal Kasus Rizieq Shihab, Begini Penjelasan Mahfud MD

  • Gelar Rakernas, Relawan Projo Undang Prabowo dan 2 Putra Jokowi
    Nasional

    Gelar Rakernas, Relawan Projo Undang Prabowo dan 2 Putra Jokowi

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.