
TIKTAK.ID – Peta calon presiden (Capres) 2024 mendatang tampaknya masih dinamis. Terlebih sudah tak ada lagi nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah menjabat selama dua periode.
Menurut Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, Pilpres 2024 akan berlangsung pada tiga kondisi, yaitu di masa pandemi, masa resesi, dan masa transisi atau suksesi dari kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Terkait suksesi, Mardani mengatakan Pilpres mendatang akan menjadi medan tempur antara politikus senior dan politikus muda. Ia menyebut tokoh-tokoh senior tersebut adalah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, hingga Jokowi akan memiliki peran besar dalam Pilpres 2024.
“Ini berat, ya, karena menjadi masa transisi, old soldier never die. Prabowo, Megawati, dan SBY never die. Sementara Pak Jokowi kita katakan old school old soldier. Mereka mungkin saja tetap ingin akan berperan,” ujar Mardani, Sabtu (8/5/21), seperti dilansir Kumparan.com.
Lebih lanjut, Mardani menilai tokoh muda seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, hingga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ingin tampil sebagai sosok pemimpin baru. Oleh sebab itu, kata Mardani, dua generasi politik ini harus diatur dengan baik.
“Namun di saat yang sama, kelompok muda [seperti] Mas Anies, Mas Ganjar, Ridwan Kamil, Ketum-ketum partai yang muda-muda itu ingin tampil. Nah, pertarungan antara old soldier dan young soldier ini lah yang harus diatur,” terang Mardani.
“Kalau tidak, maka nanti akan ada ketumbukan para tokoh dan itu buruk. Bagaimana kontestasi nanti karya dan gagasan, bukan pertarungan, nah ini yang harus diatur,” imbuh Mardani.
Kemudian anggota Komisi II DPR itu pun berharap Jokowi tidak akan tergoda dengan kesempatan untuk menjabat selama tiga periode.
“Pilpres 2024 itu dilaksanakan di era suksesi. Saya yakin Pak Jokowi tidak ingin 3 periode, tapi orang sekelilingnya mungkin yang menginginkan Jokowi 3 periode. Kita doakan tidak ditempuh oleh Pak Jokowi,” tegas Mardani.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










