TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›PDIP Terus Desak Negara Minta Maaf ke Bung Karno

PDIP Terus Desak Negara Minta Maaf ke Bung Karno

By Joni Sitohang
14 November 2022
298
0
PDIP Terus Desak Negara Minta Maaf ke Bung Karno

TIKTAK.ID – PDI Perjuangan diketahui terus mendesak negara untuk meminta maaf secara langsung kepada presiden pertama RI, Soekarno. Desakan tersebut muncul usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengabarkan pencabutan TAP MPRS 33/1967.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, pihaknya tetap berharap negara bisa menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada Soekarno atau Bung Karno. Dia menilai negara harus melihat fakta peran Bung Karno di masa lalu yang dibelokkan selama Orde Baru di bawah rezim Soeharto.

Hasto lantas mengingatkan hal yang pernah dilakukan oleh Presiden Keempat RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kepada para korban pembantaian pada periode 1964-1965an.

Baca juga : Soal Jokowi Tak Ucapkan HUT ke NasDem, Begini Respons Surya Paloh

“Semuanya harus berkaca dengan apa yang telah dilakukan Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, atas peristiwa tahun 1964,” ujar Hasto, seperti dilansir CNN Indonesia, pada Kamis (10/11/22).

Kemudian Hasto menyinggung kesulitan-kesulitan yang harus dihadapi keluarga Soekarno, termasuk Megawati Soekarnoputri semasa kuliah. Dia menyebut Mega yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PDIP justru tidak menamatkan kuliahnya lantaran ada campur tangan politik di masa Pemerintahan Soeharto.

“Sampai misalnya Ibu Megawati Soekarnoputri, untuk sekolah saja, itu tidak dapat melanjutkan kuliahnya karena aspek-aspek politik,” terang Hasto.

Baca juga : Balik Sindir Soal ‘Bandar’ di Pilpres, Surya Paloh Sebut-sebut Sambo

Di sisi lain, Dosen Hukum Universitas Andalas, Feri Amsari justru menganggap pidato yang disampaikan Jokowi soal pencabutan TAP MPRS No. 33/1967 adalah bagian dari permintaan maaf kepada Soekarno.

Feri menjelaskan, walaupun kata-kata maaf tidak diucapkan secara eksplisit, namun Jokowi yang menyebut Bung Karno merupakan sosok yang setia dan tidak mengkhianati negara merupakan bentuk permintaan maaf bangsa Indonesia. Untuk itu, dia menilai pernyataan Jokowi perlu diapresiasi meski terhitung terlambat.

“Kalau mau dikatakan minta maaf, dengan sudah dikatakan Presiden Jokowi itu produk hukum yang mencoba menyudutkan Presiden Soekarno dan menyatakan bahwa Bapak Bangsa yang tidak pernah melakukan pengkhianatan pada negara, itu sudah sangat relevan dan cukup,” tutur Feri di CNN Indonesia TV, Kamis (10/11/22) malam.

Baca juga : Hasto Gelar Pertemuan Tertutup dengan Khofifah, Apa Agenda PDIP?

Untuk diketahui, Jokowi sendiri sudah menyatakan Soekarno merupakan Pahlawan RI, terbukti dengan dicabutnya TAP MPRS 33/1967. Dia juga menegaskan kalau Soekarno tidak pernah mengkhianati negara.

TagsBung KarnoPDIPSoekarno

Related articles More from author

  • Sebut Ada Upaya Gagalkan Anies Maju Pilgub Jakarta, Hasto: Demokrasi Kita Tidak Sehat
    Nasional

    Sebut Ada Upaya Gagalkan Anies Maju Pilgub Jakarta, Hasto: Demokrasi Kita Tidak Sehat

    11 Agustus 2024
    By Joni Sitohang
  • Gerindra DKI: Jamuan Makan Malam Bareng Anies Usulan 7 Fraksi
    Nasional

    Gerindra DKI: Jamuan Makan Malam Bareng Anies Usulan 7 Fraksi

    3 September 2021
    By Joni Sitohang
  • Tolak Revisi UU Kementerian, PDIP: Bukan Untuk Mengakomodir Kekuatan Politik
    Nasional

    Tolak Revisi UU Kementerian, PDIP: Bukan Untuk Mengakomodir Kekuatan Politik

    20 Mei 2024
    By Joni Sitohang
  • Usai Diusung PDIP, PAN Pikir-pikir Lagi Dukung Ganjar atau Prabowo
    Nasional

    Usai Diusung PDIP, PAN Pikir-pikir Lagi Dukung Ganjar atau Prabowo

    17 Mei 2023
    By Joni Sitohang
  • Peneliti Indef Nilai Koar-koar Buka Borok Pertamina Hanya Intrik Politik Ahok
    Nasional

    Peneliti Indef Nilai Koar-koar Buka Borok Pertamina Hanya Intrik Politik Ahok

    24 September 2020
    By Joni Sitohang
  • Tom Lembong dan Hasto Sama-sama Dituntut 7 Tahun Bui
    Nasional

    Tom Lembong dan Hasto Sama-sama Dituntut 7 Tahun Bui

    7 Juli 2025
    By Johan Arif

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Busyro Muqoddas: Oligarki Politik Dibangun Hampir di Semua Parpol
    Nasional

    Busyro Muqoddas: Oligarki Politik Dibangun Hampir di Semua Parpol

  • Pelatih Inter Milan: AC Milan Sedang Tangguh-tangguhnya
    Olahraga

    Pelatih Inter Milan: AC Milan Sedang Tangguh-tangguhnya

  • PP Bamusi Sayap PDIP Sebut Fatwa 'Sesat' MUI Picu Kekerasan
    Nasional

    PP Bamusi Sayap PDIP Sebut Fatwa ‘Sesat’ MUI Picu Kekerasan

  • Pengamat: Dukungan Jokowi di Pilpres 2024 Tak Mengarah ke Ganjar Tapi Prabowo
    Nasional

    Pengamat: Dukungan Jokowi di Pilpres 2024 Tak Mengarah ke Ganjar Tapi Prabowo

  • Orasi Demo PA212, Menantu HRS Minta Jokowi Mundur jika Penista Agama Tak Ditangkap
    Nasional

    Orasi Demo PA 212, Menantu HRS Minta Jokowi Mundur jika Penista Agama Tak Ditangkap

Artikel Terbaru

  • Cara Mengatasi Varises secara Alami dan Kapan ke Dokter 29 September 2026
  • The Classroom Ajak Ditjen Hortikultura Kementan Jajal Podcast di detikPagi 29 September 2026
  • Cara Mengatasi WiFi HP Lemot dan Tidak Stabil dengan Mudah 29 September 2026
  • KPK Diminta Usut Aliran Dana Rp2,94 M di Kasus Suap Proyek Bekasi 29 September 2026
  • Cara Meredakan Bau Mulut secara Alami dengan Kebiasaan Sederhana 29 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (59)
  • Keuangan (10)
  • Kuliner (1,058)
  • Nasional (7,944)
  • Olahraga (1,135)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,222)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.